
" aaaaakkkkhhh,"
Sangkala Sura menjerit saat beberapa petir mengenainya, Dia terkejut bukan main sebab yang dia hindari serangan cambuk tapi petir dari segala arah yang ikut menyerang hingga tak ayal beberapa petir mengenai tubuhnya tak dapat dielakkan kulitnya seketika melepuh, namun tidak menunggu lama kulitnya kembali pulih karena Sangkala Sura memiliki Ilmu regenerasi yang mumpuni.
"ctarr,"
"ctarr,"
"ctarr,"
Melihat Sangkala Sura kewalahan Pangeran Jayarudra semakin gencar memberikan serangan, kali ini meskipun cambuk tidak mampu mengenai tubuh Sangkala Sura tapi Ribuan petir yang menyerang seakan-akan memiliki nyawa sendiri akhirnya menghanguskan tubuh Sangkala Sura, Dia tidak sempat meregenerasikan dirinya.
" hahahaha, aku tidak menyangka bahwa kau begitu lemah dengan petir Raja Iblis, kali ini aku yakin kau akan menyusul Istri Tentakel mu itu, hahahaha," Pangeran Jayarudra sangat puas bisa melukai Sang Raja Iblis, melihat Sangkala Sura yang masih berusaha menyembuhkan diri, Pangeran Jayarudra tidak menyia-nyiakan kesempatan dia melecutkan cambuknya kearah leher Sangkala Sura bermaksud untuk memenggalnya.
" Matilah kau Sangkala Sura," Pangeran Jayarudra mengayunkan cambuk keatas lalu memutar-mutar beberapa kali kemudian mengarahkan cambuk kebagian leher Raja Iblis sambil berteriak.
" hiaaattt,"
" wuzzzz,"
" sssseeettt,"
" ctarr,"
Suara teriakan Pangeran Jayarudra dan suara cambuk membuat siapapun yang mendengarnya akan bergidik ngeri pertanda kematian akan tiba.
Ujung cambuk meluncur dengan cepat, bahkan mata biasa tidak akan mampu melihat luncuran ujung cambuk tersebut.
" Duaarrr,"
Suara ledakan dahsyat terdengar ketika ujung cambuk sampai pada sasarannya, gelombang kejut yang dihasilkan dari ledakan tersebut mampu mencairkan awan-awan sekitar sehingga terjadinya hujan.
Pangeran Jayarudra tersenyum penuh kemenangan, Dia merasa kalau Sangkala Sura sudah mati.
" Akhirnya aku bisa mengalahkan Sangkala Sura, Raja Iblis yang menjadi momok menakutkan bagi Negeri Kahyangan, dan pasti semua Dewa-Dewi Kahyangan akan mengelu-elukan diriku, hahahaha dan Duabelas Putri akan menjadi pendampingku, Dinda Dewi Sulasih akan kujadikan Ratu," Pangeran Jayarudra tersenyum-senyum membayangkan hasil dari kemenangan yang diraih.
" Kau sepertinya bangga dengan keberhasilan yang belum tentu kau dapatkan Pangeran bodoh," kata-kata Sangkala Sura mengejutkan Pangeran Jayarudra.
Pangeran Jayarudra seketika mundur selangkah dia melihat Sangkala Sura memegang ujung cambuk dengan tangannya bahkan Raja Iblis itu kini dalam keadaan yang lebih baik, kulit yang melepuh tidak ada lagi.
" Kini saatnya kau harus mati Pangeran sombong," Usai berkata seperti itu Sangkala Sura mengeluarkan Ajian Pelebur Naga Geni yang merupakan Ajian pamungkas.
Tiba-tiba dari ujung cambuk keluar Naga api yang langsung menyerang Pangeran Jayarudra.
Sang Pangeran sempat terkesiap mendapatkan serangan mendadak tersebut dia mencoba melangkah mundur, cambuk Halilintar terlepas dari tangannya. Namun Sang Naga terus mengejar.
Pangeran Jayarudra memblokir serangan tersebut dengan menggunakan Ajian Gelombang Segoro, maka terdengarlah seperti ombak menggemuruh.
Air Hujan yang turun akibat lelehan awan-awan kini harus tersedot didepan Pangeran Jayarudra, air yang tersedot berkumpul jadi satu kemudian diarahkan untuk membendung Naga Geni.
" Hebat, benar-benar hebat dia bahkan mampu membendung Ajian Pelebur Naga Geniku," Dalam hati Sangkala Sura memuji kehebatan lawannya.
Naga Geni dan Gelombang air laut tersebut saling menyerang, semestinya Naga Geni itu hancur oleh air karena Naga tersebut murni dari Api yang notabene Api dikalahkan oleh Air, namun karena kekuatan yang besar Ajian Gelombang Segoro kesulitan untuk menaklukkan Naga Geni itu.
Kedua petarung tersebut saling ingin menghancurkan mereka terus menyuplai kekuatan kepada media yang dihasilkan dari masing-masing Kekuatan mereka.
" Hai Jayarudra, aku akui kamu itu cukup hebat, tapi aku ingin segera mengakhiri pertarungan ini, karena setelah ini aku akan pergi Kekahyangan, aku sudah tidak sabar ingin mengobrak-abrik Kahyangan dan memboyong Keduabelas Putri untuk kujadikan Permaisuriku," Sangkala Sura berkata seperti itu kepada Pangeran Jayarudra untuk memancing emosi Sang Pangeran.
" Aku memang ingin membunuhmu secepatnya Raja Iblis, tapi jangan bermimpi untuk bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan," balas Sang Pangeran
Keduanya langsung mengerahkan semua tenaga dalamnya kedalam media yang mereka ciptakan seketika Naga Geni langsung berubah menjadi Bola Api.
Bola Api yang awalnya kecil menjadi membesar, begitu juga dengan gulungan Air yang tadinya memanjang kini membentuk Bola Air yang membesar.
Sangkala Sura mendorong Bola Api kearah Pangeran Jayarudra begitu juga Pangeran Jayarudra mendorong Bola Air kearah Sangkala Sura.
Kedua kekuatan tersebut melesat dengan cepat efek dari pengerahan kekuatan besar itu menimbulkan Ribuan petir yang menggelegar, Awan-awan semakin banyak yang mencair hingga menimbulkan hujan badai.
" Jduuuaarrr,"
Suara benturan itu terdengar di seluruh Dunia Bawah, terjadi badai yang tiba-tiba hingga mengakibatkan kehancuran parah.
Kedua petarung itu belum terlihat karena efek dari benturan kekuatan itu banyak petir menyambar menyilaukan mata.
Setelah beberapa saat barulah terlihat sesosok meluncur jatuh, namun masih belum bisa dipastikan sosok siapa itu.