Mustika Dewi Kahyangan

Mustika Dewi Kahyangan
ch.10 kebingungan keduabelas putri



Barisan pasukan Tirta Yukti dibukit Mahayoni terlihat begitu siap tinggal menunggu perintah Sang Raja, jejeran tenda-tenda mengambang di udara dan kuda-kuda terbang berseliweran membuat suasana dibukit Mahayoni seperti sebuah kota.


"Paman Patih, apakah Prabu Gandara Daksa akan memenuhi tantangan ku?," tanya Prabu Palasraya kepada patihnya sambil duduk disebuah Batu besar dibawah pohon Mangga yang rindang yang terdapat dibukit Mahayoni.


Mahapatih Purwa Trenggana sebelum menjawab beliau menjura hormat kepada Prabu Palasraya.


"Ampun beribu ampun Baginda Prabu, menurut hamba Prabu Gandara Daksa bukanlah Raja yang tidak menepati janjinya, bukankah beliau terkenal dengan sifat ksatrianya," Ucap Sang Mahapatih.


Mendengar jawaban dari Patihnya, Sang Prabu tersenyum senang.


Di Istana kerajaan Batu Angin Dewi Sulasih dan Keduabelas Putri duduk dibawah pohon Randu yang Rindang yang ada disalah satu Taman, mereka semua terlihat cemas akan apa yang terjadi baik dari Pangeran Jayarudra maupun peperangan melawan Kerajaan Tirta Yukti, para Putri sangat berharap Pangeran Jayarudra mampu memenangkan pertarungan melawan Raja Iblis Sangkala Sura karena mereka ternyata mulai menyukai Sang Pangeran dilihat dari sikap ksatria Sang Pangeran.


"Dinda Sulasih berapa lama Dinda mengenal Kanda Pangeran Jayarudra, coba ceritakan kepada kami semua," Dewi Ambarwati berkata sambil memegang tangan Dewi Sulasih.


"Yunda Dewi Ambarwati, sebenarnya hamba belum lama kenal dengan Kanda Pangeran, sejak hamba menghilang dari Taman Buanasari tanpa disengaja dan pertemuan kedua pada saat perayaan Bulan Purnama, kami memang belum mengenal lebih dekat Yunda,' Dewi Sulasih berkata dengan sedikit cemas takut akan disalahkan.


"Kami pikir kau sudah lama saling mengenal,' Ucap Dewi ketiga yang bernama Dewi Nawatri.


"Kita memang sudah mendengar kehebatan Kanda Pangeran Jayarudra, tapi Iblis Sangkala Sura juga sangat hebat mungkin lebih hebat, maka dari itu kita harus memikirkan cara agar Kanda Pangeran Jayarudra bisa mengalahkan Sangkala Sura," Dewi Ambarwati kembali berbicara kali ini dengan nada kecemasan.


"Apakah diantara kalian ada menemukan solusi," kata putri kedua yang bernama Dewi jinggasari.


Akhirnya keduabelas putri terdiam sambil memikirkan cara, setelah lama berpikir Dewi Sulasih angkat bicara.


"aku punya ide," ucap Dewi Sulasih membuat semua saudaranya memandang kearahnya.


" katakanlah Dinda apa idemu," ucap Dewi Ambarwati.


"Kakak-kakakku, menurutku hanya ini satu-satunya cara yaitu kita harus menemui Sang Rsi mungkin beliau bisa memberi petunjuk," Ucapan Dewi Sulasih membuat para Putri langsung berpikir dan manggut-manggut pertanda menyetujui gagasan adik mereka.


"Bagaimana apakah pendapatku disetujui," kata Dewi Sulasih kembali.


"


"kami setuju,"jawab kesebelas putri secara bersamaan.


" Kalau begitu tunggu apalagi mari kita kegoa sisik Naga untuk menemui Sang Rsi Walamakya," perintah dari Dewi Ambarwati langsung direspon oleh para Putri namun ketika hendak beranjak Dewi Sulasih berkata


"Sang Maha Rsi saat ini sedang berada di Surga jadi kita tidak bisa menemui beliau,


sebaiknya kita lakukan ritual pemanggilan saja," kata Dewi Sulasih.


"kalau begitu cepat persiapkan apa yang diperlukan," perintah Dewi Ambarwati.


Keduabelas Putri langsung melakukan persiapan, setelah semuanya siap ritual pemanggilan dilakukan dipimpin oleh Dewi Ambarwati.


Di Bukit Mahayoni Prabu Gandara Daksa telah sampai dan disambut oleh Prabu Palasraya.


" Aku sudah yakin jika Adi Gandara Daksa pasti akan datang," kata Prabu Palasraya.


" Kalau memang perang yang membuatmu puas dan memaafkan ku, maka aku tidak akan menyesal," kata Sang Prabu Gandara Daksa.


****""Bersambung.......