Mustika Dewi Kahyangan

Mustika Dewi Kahyangan
Ch.23 Sangkala Sura kehilangan jejak



Dewi Kanawa terkejut ketika mengetahui benda yang jatuh dibelakang Maharsi, Dia langsung menghampiri benda tersebut dan ingin mengambilnya, perbuatannya itu kemudian dilarang oleh Permaisuri Dewi Palmasari.


" Yunda Dewi, jangan gegabah menyentuh benda itu, kita tidak tahu benda apa itu," sergah Permaisuri Dewi Palmasari dengan merasa khawatir.


semua yang hadir memandang Dewi Kanawa tapi Dewi Kanawa tidak menghiraukan kata-kata Permaisuri Dewi Palmasari.


" Kalian jangan khawatir benda itu adalah milikku, benda itu kuberikan pada anakku Jayarudra sebelum dia berangkat kedunia bawah," jelas Dewi Kanawa yang membuat semuanya akhirnya mengerti.


Dewi Kanawa mengambil benda itu kemudian diletakkan ditelapak tangannya, Dia meneteskan airmata ketika melihat didalam Permata ada Putranya yang sedang terbaring


" Ini adalah Permata Airmata yang tercipta dari kasih sayang dan doa seorang Ibu terhadap Anaknya," Ucap Dewi Kanawa.


Semua Dewi yang mendengarkan penjelasan dari Dewi Kanawa langsung terharu dan menitikkan Airmata.


Para Dewi langsung menghampiri Dewi Kanawa, Dewi Palmasari memeluk Dewi Kanawa untuk memberikan rasa tegar pada Dewi Kanawa.


" Yunda Dewi, aku mengerti apa yang Yunda Dewi rasakan, ini semua jalan takdir semua pasti mengalami, kelak kebaikan yang akan kita terima," Dewi Palmasari mengeratkan pelukannya dan dibalas oleh Dewi Kanawa.


" Sang Maharsi, kenapa Kanda Pangeran Jayarudra sepertinya tidak bisa berregenerasi bahkan kulihat makin melemah," Kata Dewi Sulasih sambil menghaturkan sembah.


" Pangeran Jayarudra tidak bisa berregenerasi karena kekuatannya digunakan oleh Permata ini untuk melindungi Sang Pangeran," jelas Sang Sang Maharsi.


" Dewi Kanawa, biarkan aku membawa Permata ini, kasihan Pangeran Jayarudra dia sepertinya terluka parah, aku akan mencoba mengobatinya," kata Sang Maharsi lagi.


" Aku percayakan kepadamu Sang Maharsi yang Agung, aku serahkan kehidupan Putraku kepadamu Sang Maharsi yang Agung," Ucap Dewi Kanawa dengan rasa hormat.


" Baiklah, sekarang aku akan ketempat pertapaanku, hati-hatilah kalian," ujar Sang Maharsi yang kemudian langsung menghilang.


Setelah kepergian Sang Maharsi, para Dewi juga bergegas meninggalkan tempat itu.


Maharsi Walamakya tiba ditempat pertapaannya di Goa Batu Ireng, Goa itu bertempat di daerah terpencil yang bernama Ledang Wawu yang berada diwilayah Kerajaan Gunung Terbang, Goa itu tepat berada di kaki Gunung Tumpeng, disekitar Goa itu jauh dari kata indah, banyak tumbuhan liar dan pohon-pohon besar yang menutupi Goa itu sehingga menambah kesan Angker, maka para Dewa-Dewi jarang Kegoa Batu Ireng kecuali meminta bantuan.


Maharsi meletakkan Permata Airmata didepan pertapaannya, Beliau kemudian mengarahkan telapak tangan kanannya keatas maka terciptalah sebuah Diagram kuno diatas Permata Airmata.


Diagram itu mengeluarkan sinar kekuningan kearah Permata Airmata, Sinar itu memberikan kekuatan pada Permata Airmata dan Pangeran Jayarudra.


******


Sangkala Sura begitu sangat kesal karena kali ini buruannya lolos lagi.


" Kurang ajar karena meteor itu, aku jadi gagal memiliki Permata itu, tapi aku tidak akan menyerah Pangeran tolol itu harus membayar perbuatannya kemanapun perginya akan aku kejar, bahkan tapaku yang sudah berjalan selama duaratus Tahun harus kuulang lagi dari awal," Sangkala Sura terus menggerutu tanpa henti dia pun melesat turun tempat Permata Airmata jatuh.


Setelah sekian lama Sangkala Sura akhirnya sampai pada Altar Arca Dewa Siwa, dia berhenti sejenak sambil mengendus-endus jejak Permata Airmata.


" Kenapa aku merasakan bahwa Permata itu sempat berada disini, namun tiba-tiba arahnya menghilang, tidak aku tidak boleh putus asa," kata Sangkala Sura yang mulai muncul lagi raut kemarahan diwajahnya.


****** Bersambung...