Mustika Dewi Kahyangan

Mustika Dewi Kahyangan
Ch.20 Gendang Getar Sukma



Dewi Kanawa menangis ketika sedang menyaksikan pertarungan Putranya melawan Sangkala Sura melalui Cermin Hati Awan.


Cermin Hati Awan merupakan salah satu pusaka Kerajaan Tirta Yukti yang khusus ditempatkan pada sebuah ruangan khusus, Cermin ini merupakan Anugerah dari Dewi Supraba Bidadari tercantik Disurga, Cermin ini dapat merekam kejadian yang sudah berlalu, dengan meneteskan satu darah dan menyatukan pikiran ( tujuan hati ), maka seketika terpampang kejadian yang sudah terjadi.


Dewi Kanawa tidak sadarkan diri tanpa menyelesaikan kisah yang terekam pada Cermin Hati Awan.


Cukup lama waktu berlalu akhirnya Dewi Kanawa sadar dari pingsannya tanpa ada yang menyadarkannya.


" Putraku, meskipun ini bagian dari putaran Samsara namun sebagai seorang Ibu melihatmu mengalami hal seperti ini, Bunda tidak mampu menahan kerapuhan hati ini Putraku," Sungut Sang Dewi sambil sesenggukan kedua tangan menyentuh lantai.


" Putraku, ibunda akan selalu mendoakanmu, semoga kau lulus dalam ujian ini, dan kita akan bisa berkumpul kembali seperti dulu," setelah berkata seperti itu Dewi Kanawa bangkit berdiri kemudian keluar dari ruangan itu dia mengusap kedua pipinya yang terkena tetesan airmata.


*****


Dikerajaan Batu Angin Dewi Sulasih bersama Maharsi Walamakya sedang duduk dipendopo, Dewi Sulasih dan Maharsi Walamakya sedang mengumandangkan sebuah Kidung Surgawi.


Suara Dewi Sulasih yang merdu dan permainan musik dari Maharsi yang apik mampu membius seluruh penghuni Istana Batu Angin, mereka semua sejenak dapat melupakan keresahan akan kekacauan yang digadang-gadang tidak lama lagi.


Semakin lama Alunan Nada-nada mereka menyebar keseluruh Kerajaan Batu Angin karena Sang Maharsi menggunakan Ajian Kidung Buana.


Sang Maharsi sengaja menggunakan Ajian tersebut agar seluruh Rakyat Batu Angin dapat merasakan kebahagiaan.


Sudah tengah malam Alunan Lagu dan Musik itu belum juga berhenti, Dewi Sulasih dan Maharsi memang berniat ingin menghibur semuanya semampunya, tanpa sadar Nada-nada indah itu sampai pada Telinga Dewa Narayan yang sedang bersemedi.


Dewa Narayan sebagai Dewa Pengetahuan Seni langsung menghentikan semedinya, karena sangat tertarik dengan suara merdu dan Musik yang apik itu langsung melesat menuju kearah suara tersebut.


Dewa Narayan Terbang melesat melintasi dimensi hingga dia sampai dalam waktu hitungan menit ketempat Dewi Sulasih dan Maharsi Walamakya bermain Musik.


Saking asyiknya bermain Musik Dewi Sulasih dan Maharsi Walamakya tidak menyadari kehadiran Dewa Narayan.


" Narayan, Narayan, Narayan," Dewa Narayan menyapa dengan menyebutkan namanya sendiri yang merupakan ciri khas Dewa Narayan, sambil membunyikan Genta yang dibawanya.


Mendengar sapaan tersebut Dewi Sulasih langsung menoleh dengan rasa terkejut dan langsung bersujud memberi hormat.


" Sembah hamba Dewa Narayan yang Mulia," Ucap Sang Dewi sambil nunduk dengan mencakupkan kedua tangan.


Dewa Narayan tersenyum melihat Bhakti yang ditunjukkan oleh Dewi Sulasih, sedangkan Maharsi Walamakya tidak melakukan hal serupa seperti Dewi Sulasih karena Maharsi Walamakya merupakan sahabat Dewa Narayan.


" Bangunlah Bhaktiku, Aku sangat senang dengan Bhaktimu ini, katakanlah Anugerah apa yang kau inginkan," Sang Dewa menatap Dewi Sulasih.


" Hamba tidak menginginkan apapun Dewa yang Mulia, melihat Dewa ada disini itu sudah merupakan Anugerah yang besar bagi hamba," Ucap Sang Dewi penuh keikhlasan.


Mendengar jawaban dari Dewi Sulasih, Dewa Narayan tersenyum senang Beliau tidak pernah berhenti untuk tersenyum.


" Benar kata sahabatku ini, Kecantikanmu ini seperti Dewi Supraba, perilakumu sesuai dengan Dharma sungguh ciptaan yang sempurna, maka kau pantas mendapatkan Anugerah," Usai mengatakan itu Dewa Narayan meletakkan tangannya tepat didadanya kemudian membaca mantra.


maka Gendang kecil, sebesar Ibu jari muncul ditangannya.


Setelah memandang sebentar Gendang tersebut, Dewa Narayan tersenyum dan menyerahkan Gendang kecil itu kepada Dewi Sulasih.


" Dewi Sulasih, ini adalah Gendang Getar Sukma, Gendang ini bisa membesar sesuai keinginan, Gendang ini akan menghasilkan suara yang merdu namun bisa menghancurkan Sukma siapapun yang bisa membahayakan keselamatanmu, gunakanlah sesuai ajaran Dharma," setelah menjelaskan kehebatan Gendang Getar Sukma, Dewa Narayan menyentuh kepala Dewi Sulasih, seketika muncul beberapa Aksara masuk kedalam pikiran Dewi Sulasih.


Setelah selesai memberikan Anugerah, Dewa Narayan kembali mengajak mereka bernyanyi dan bermain Musik, mereka semua sangat bersukacita.


***** Bersambung....