Mustika Dewi Kahyangan

Mustika Dewi Kahyangan
Ch. 51 Akhir dari kekacauan



Ketiga panah Indra Astra terus mengejar kemanapun Sangkala Sura pergi, Sangkala Sura begitu ketakutan Dia merasa ajalnya akan tiba, kekuatannya tidak mampu melawan panah tersebut.


Segala cara sudah dilakukan namun tidak mampu menghentikan panah Indra Astra, hingga Dia tidak sadar sudah jauh meninggalkan wilayah Tirta Yukti.


Sangkala Sura mengumpat serapah dan tidak menyadari didepannya ada sebuah pusaran tiba-tiba muncul.


Sangkala Sura akhirnya masuk kepusaran itu yang ternyata adalah pintu menuju reinkarnasi.


******


Dewa Indra, Dewa Bayu, Dewa Surya, Dewa Agni, Dewa Baruna, Dewi Gangga, Dewi Supraba, Dewi Nilotama, Dewi Urvasi serta para Maharsi juga para Dewa-Dewi penghuni Kahyangan Sloka menyaksikan pengejaran Indra Astra terhadap Sangkala Sura melalui Cermin Cahaya milik Dewa Surya.


Mereka akhirnya dapat tersenyum lega terutama Dewa-Dewi penghuni Kahyangan Sloka, Sangkala Sura akhirnya mendapatkan Hukuman yang setimpal.


Setelah Sangkala Sura masuk ke pusaran reinkarnasi Dewa Surya menyimpan Cermin Cahayanya kembali.


" Sekarang giliranmu Bala Kroda," Dewa Indra memandang kearah Bala Kroda yang sedang terikat oleh seutas tali terbuat dari energi dari Dewa Agni, kemudian tanpa menggunakan busur Dewa Indra melemparkan satu panah Indra Astra kearah Bala Kroda.


Bala Kroda yang terikat mendelik tidak berdaya dia dengan pasrah ketika panah itu menancap ditubuh Asapnya, rasa sakit yang luar biasa dirasakannya apalagi panah itu mulai meleleh dan menyatu menggerogoti tubuh Bala Kroda.


Bala Kroda menjerit kencang


" Aaaaakkkkhhh,"


" Aku tidak akan terima,... aaaaakkkkhhh..... perlakuan kalian terhadapku,..... aaaaakkkkhhh.....maka dengarkanlah sumpahku para Dewa," Dengan memaksa Bala Kroda berbicara sambil menahan sakit.


" Dewa Indra, kita harus segera mengirim Bala Kroda secepatnya sebelum dia mengatakan sumpahnya," Kata Dewi Gangga yang sangat khawatir jika sumpah diucapkan maka akan fatal akibatnya.


Dewa Indra menjulurkan telapak tangannya kedepan dan


" Wusshh," Sebuah Gelembung keluar dari telapak tangan Dewa Indra langsung membungkus Bala Kroda dan membawanya ketubuh aslinya.


" Akan aku balas kalian... aaaaakkkkhhh....aku akan selalu ada dimanapun Dharma itu berada dan kalian akan selalu cemas, terutama kau Dewa Indra, kau akan merasa ketakutan atas tahtamu," Suara Bala Kroda menggema dimana-mana ketika tubuhnya sudah tidak terlihat.


Para Dewa dan Dewi mendengar gema suara Bala Kroda tersenyum penuh arti.


Ratu Dewi Kanawa dan Ratu Dewi Palmasari tiba-tiba tersenyum sumringah ketika dari atas selatan muncul Prabu Palasraya dan Prabu Gandara Daksa dan menghampiri Kedua Ratu Kahyangan Sloka itu.


" Hukuman kalian sudah selesai sekarang kalian bebas dan pimpinlah Kerajaan kalian masing-masing," Ucap Dewa Indra.


Prabu Palasraya dan Prabu Gandara Daksa serta Ratunya menghaturkan sembah sujud kepada Dewa Indra kemudian kepada Dewa-dewi Surga lainnya.


" Dewa Indra yang Agung, bagaimana dengan kehancuran ini apakah bisa diperbaiki," ujar Prabu Gandara Daksa sambil merasa cemas takut Dewa Indra akan marah.


" Semua yang pergi memang tidak selamanya pergi, namun ada yang kembali, tapi apa yang dialami para Dewa-Dewi Kahyangan Sloka sudah menjadi takdir jadi kehancuran ini bisa diperbaiki tapi secara perlahan," Dewa Indra sambil memberi wejangan kepada seluruh para Dewa-Dewi.


Prabu Gandara Daksa hanya manggut-manggut namun agak kecewa.


" Dewa Indra yang Agung lalu bagaimana dengan anak-anak kami," Ratu Dewi Palmasari pun meminta penjelasan kepada Dewa Indra.


" Mereka sedang menjalani masa berreinkarnasi kebumi, aku hanya bisa mengatakan itu sedangkan untuk lebih jelasnya mintalah penjelasan kepada Maharsi Walamakya," Dewi Palmasari mengangguk senang.


" Terimakasih atas informasinya Dewa Indra," Kata Dewi Palmasari.


" Sekarang kami harus kembali, aku harap kalian bisa menjalani kehidupan Dikahyangan Sloka ini berdasarkan Dharma, terutama kau Prabu Purna Dharma hilangkan rasa dengkimu terhadap sesama jangan sampai bencana ini terulang lagi," Prabu Purna Dharma yang mendapat hujatan seperti itu menunduk malu apalagi semua mata memandang kearahnya.


" Ampun beribu Ampun Yang Mulia Dewa yang Agung Hamba akan berjalan sesuai ajaran Dharma," Prabu Purna Dharma berucap sambil bersujud.


" Bangunlah," Setelah memberi perintah kepada Prabu Purna Dharma, Dewa Indra dan rombongannya melayang menuju keretanya masing-masing.


Setelah kepergian Para Dewa-Dewi dari Surga, para Dewa-Dewi Kahyangan Sloka pergi Keistana Tirta Yukti atas permintaan Prabu Palasraya.


Mereka membahas kelangsungan hidup selanjutnya agar Kahyangan Sloka menjadi Negeri yang aman, damai dan sejahtera.


Rasa sedih melanda kehidupan para Dewa-Dewi Kahyangan Sloka karena kehilangan keluarga serta kawan, namun mereka tidak berpangku tangan semua bahu membahu membangun kembali yang telah hancur.


Meski mereka mengetahui Sangkala Sura sudah menjalani hukuman namun kejadian itu masih menyisakan trauma.


Sangkala Sura menjadi momok yang menakutkan.


****** Bersambung......