Mustika Dewi Kahyangan

Mustika Dewi Kahyangan
Ch.29 Kemunculan Sangkala Sura didepan para Dewi



Semua para Dewa-Dewi Sekarang bisa bersorak gembira mereka bersuka-cita, karena lama menunggu Sangkala Sura belum juga muncul, banyak yang bilang kalau Sangkala Sura sudah pergi dan tak akan kembali.


******


Di Istana Batu Angin Duabelas Putri baru saja melakukan ritual rutin, sekarang mereka sedang berkumpul di Taman Sekar Sari.


"Yunda Dewi, kenapa perasaanku tidak enak, apakah ini pertanda bahwa kehancuran tidak bisa dihindarkan," Ungkap Dewi Nawaratri yang mengungkapkan perasaannya.


" Apapun yang terjadi serahkan kepada Sanghyang Bhatara," Ucap Dewi Ambarwati.


Setelah mendengar ucapan dari Dewi Ambarwati para Dewi hendak terbang meninggalkan Taman Sekar Sari namun kedatangan Gusti Ratu Dewi Palmasari menghentikan langkah mereka.


" Kalian jangan pergi dulu ada yang ingin Bunda sampaikan kepada kalian semua," Ucap Gusti Ratu.


Mendengar ucapan Sang Bunda semua para Dewi langsung mendekat kepada Ibunda Ratu.


" Dengarkan Bunda, barusan Ibunda mendapatkan laporan dari teliksandi, bahwa Sangkala Sura telah melarikan diri karena melawan Lima Mahapatih dari Lima Kerajaan, Bunda takut kalau Sangkala Sura melarikan diri sampai kesini, tapi Bunda sudah memerintahkan semua Prajurit Istana untuk berjaga-jaga," Gusti Ratu membeberkan berita yang diterima dari salah satu Teliksandi.


" Semua jangan takut, bukankah Sanghyang Bhatara Siwa sudah berpesan kepada kita bahwa kita tidak perlu takut, Mustika yang kita miliki adalah pelindung bagi kita," kata Dewi Dambasari.


" Kau benar yunda, aku tidak akan mau menjadi istri dari Sangkala Sura yang jahat itu," kata Dewi Ginasti


Kasak-kusuk pun terjadi diantara para Dewi tersebut, ketakutan, keresahan dan kesedihan semua menjadi satu yang pada akhirnya keluarlah Airmata, mereka memikirkan takdir yang belum diketahui tapi akan dijalani selanjutnya.


Tiba-tiba mereka merasakan tekanan yang samar-samar menimpa mereka, semakin lama semakin kuat, para Dewi menjadi gelisah.


" Ya Yunda Dewi," jawab mereka serempak.


" Aku merasakan ini aura yang jahat, semakin lama semakin dekat dan kuat," kata Dewi Ginasti yang dianggukkan oleh semua para Dewi.


" Jangan takut, kita harus hadapi apapun itu," Dewi Ambarwati memberi semangat kepada semua adik-adiknya.


Tak berselang lama Dewi Ambarwati bicara sebuah sinar merah pekat datang dari atas sebelah Utara mendekati para Dewi.


Sinar itu semakin dekat semakin besar semua para Dewi melihat itu, mereka semakin merasakan tekanan aura yang semakin kuat.


Sinar itu terus mendekat dan ketika sampai dihadapan para Dewi, sinar itu berubah menjadi sosok yang menyeramkan.


" Hahahaha....," sosok itu setelah melihat para Dewi yang cantik jelita semakin memperkeras suara tawanya.


" Dewi-Dewiku, kita bertemu kembali, dan kali ini kalian akan aku bawa Keistanaku dan menjadi Ratu, kalian jangan khawatir semua para Iblis akan memuja kalian, hahahaha...," Sosok itu yang tak lain adalah Sangkala Sura, Dia terus tertawa senang melihat keelokan para Dewi.


Sangkala Sura ternyata sengaja tidak melanjutkan pertarungan dengan para Mahapatih, karena merasa tidak ada yang diuntungkan, Dia berencana untuk menculik para Dewi untuk dijadikan sandera dan Istri supaya semua para Dewa dan Dewi Kahyangan ada yang memberitahukan dimana Permata Airmata berada.


Para Dewi semua merasa jijik melihat wujud Sangkala Sura sekarang, mereka berniat lebih baik mati daripada menjadi Istri Sangkala Sura.


****** Bersambung