Mustika Dewi Kahyangan

Mustika Dewi Kahyangan
Ch.21 Kedatangan Sanghyang Siwa



Tujuh hari dari peristiwa peperangan di Bukit Mahayoni, kini Bukit Mahayoni kembali dipenuhi oleh para Dewa-Dewi Kahyangan Sloka yang sedang berkumpul untuk melakukan ritual pemanggilan terhadap Sanghyang Siwa yang dipimpin oleh Maharsi Walamakya.


Semua perlengkapan ritual telah siap, Arca Sanghyang Siwa berada Dialtar pemujaan pun sudah siap, semua Dewa-Dewi menghadap kearah Altar dengan Sang Maharsi berada paling depan.


Semua para Dewa-Dewi mengikuti arahan dari Sang Maharsi.


Dengan menggunakan tenaga dalam Sang Maharsi memberikan arahan.


" Wahai para Dewa-Dewi Kahyangan, dengarkan aku, hari ini kita berkumpul disini, Dibukit Mahayoni untuk melakukan ritual pemanggilan Sanghyang Siwa, agar Sanghyang Siwa berkenan hadir maka ritual harus dilakukan dengan khidmat, pikirkan satu tujuan," Maharsi Walamakya memberikan wejangan, semua Dewa-Dewi tidak ada yang berbicara mereka mendengarkan wejangan dari Maharsi.


" Hal pertama yang kita lakukan adalah semua duduk bersila, tangan kanan memegang Rudraksa sedangkan tangan kiri membentuk Mudra Teratai dan ucapkanlah japa mantra " Om Nama Siwaya " sebanyak 108 kali ucapkan dengan hati yang bersih setelah itu lanjutkan untuk bersemedi untuk mantra selanjutnya biar aku yang melakukannya, lakukanlah," seru dari sang Maharsi.


Ritual pun dimulai semua serempak mengucapkan mantra, keheningan pun dimulai ketika semua sudah selesai berjapa mantra hanya bunyi Genta dan mantra-mantra dari Sang Maharsi, semua mulai memusatkan pikirannya.


Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, Sanghyang Siwa menampakkan dirinya melalui Arcanya sendiri, dari Arca tersebut tiba-tiba mengeluarkan sinar suci berwarna putih dan tiba-tiba Arca itu berubah menjadi Sanghyang Siwa yang sebenarnya.


Sanghyang Siwa mengulas senyum melihat para Bhaktanya, kehadiran Sanghyang Siwa tidak disadari oleh siapapun hanya Maharsi Walamakya yang dapat merasakannya meski tidak melihat secara langsung.


Sanghyang Siwa mengarahkan telapak tangan kanannya kedepan seketika muncul sebuah sinar biru kemudian sinar biru tersebut menyebar kesemua para Dewa-Dewi yang ada Dibukit Mahayoni.


Setelah sinar biru itu lenyap Kealam pikiran para Dewa-Dewi maka Didalam pikiran para Dewa-Dewi melihat satu penampakan sinar berbentuk Padma.


" Wahai para Bhaktaku, Aku sudah mengetahui apa yang kalian inginkan, kekacauan yang disebabkan oleh Sangkala Sura Dinegeri Kahyangan Sloka ini memang sebentar lagi, namun kalian jangan khawatir Sangkala Sura bukanlah pencipta dari Negeri ini maka dia hanya mampu merusak tapi tidak melenyapkan, yakinlah dengan putaran Samsara bahwa ada kelahiran maka akan ada kematian, jika ada kehancuran maka akan ada perbaikan, tetaplah berjalan diatas Dharma maka kebaikan akan selalu menyertaimu," setelah memberikan Sabda tiba-tiba dari Padma tersebut mengeluarkan sebuah sinar langsung mengarah ke Ulu Hati para Dewa-Dewi setelah sinar itu menghilang maka Padma itu juga menghilang seketika para Dewa-Dewi terbangun dari semedinya.


Namun dari semua Dewa-Dewi yang sudah selesai melakukan semedi hanya Duabelas Dewi Maharsi Walamakya yang masih dalam semedinya.


Masih Didalam pikiran Duabelas Dewi Sinar Suci Sanghyang Siwa memberikan sebuah Mustika kepada Keduabelas Dewi, masing-masing mendapatkan satu Mustika dengan warna yang berbeda.


Dewi Ambarwati mendapatkan Mustika berwarna Biru Tua, Dewi Nawaratri mendapatkan Mustika berwarna Hijau Tua, Dewi Ginasti mendapatkan Mustika berwarna Merah Tua, Dewi Anggraeni mendapatkan Mustika berwarna Kuning, Dewi Maksyasari mendapatkan Mustika berwarna Ungu, Dewi Dambasari mendapatkan Mustika berwarna Biru Langit, Dewi Candari mendapatkan Mustika berwarna Hijau Daun, Dewi Kinanti mendapatkan Mustika berwarna Merah Jambu, Dewi Wulandari mendapatkan Mustika berwarna Jingga, Dewi Mandakini mendapatkan Mustika berwarna Hitam mengkilap, sedangkan Dewi Sulasih mendapatkan Mustika berwarna Putih Bening.


Setelah mendapatkan Mustika Keduabelas Putri langsung menghaturkan sembah.


" Terimalah hormat dan sembah kami kepada Sanghyang Tunggal," Ucap Keduabelas Putri secara berbarengan.


" Gunakan Mustika ini ketika kalian terdesak, Mustika ini akan menyelamatkan kalian dari kekacauan," setelah berkata demikian Sinar Suci Padma lalu menghilang dan Keduabelas Putri serta Sang Maharsi terbangun dari semedinya.


Sanghyang Siwa kembali Kealam Kehampaan, Arcanyapun kembali seperti semula.


**** Bersambung