
Keberangkatan Pangeran Jayarudra membawa kesedihan bagi Orangtuanya maupun seluruh Rakyat Tirta Yukti, Prabu Palasraya langsung mengumpulkan para Petinggi Kerajaan.
"Paman-pamanku semuanya yang hadir disini,aku sengaja mengumpulkan Paman semua, aku ingin membicarakan tentang keberangkatan Putraku, sebenarnya aku tidak menyalahkan Putraku tapi ini semua kesalahan Prabu Gandara Daksa dia memanfaatkan Putraku, aku ingin meminta pendapat Paman semua jika aku meminta pertanggungjawaban Prabu Gandara Daksa, bagaimana pendapat Paman semua,? Prabu Palasraya menjelaskan hingga menimbulkan kasak- kusuk diaula pertemuan.
", Ampun beribu Ampun Hamba haturkan kepada Baginda Raja, kalau menurut Hamba ada baiknya jangan melalui peperangan karena akan merugikan kita semua lebih baik melalui jalan perundingan karena kita semua tahu bahwa Sangkala Sura lambat laun akan menyerang istana jadi menurut hamba Prabu Gandara Daksa tidak sepenuhnya bersalah malah akan menguntungkan pihak musuh, mohon dipertimbangkan pendapat Hamba Gusti, Hamba mohon ampun,"Kata Sang Mahapatih yang bernama Patih Dewa Sri Purwa Trenggana yang merupakan adik dari Prabu Palasraya itu sendiri.
Pendapat yang diajukan oleh Mahapatih tidak membuat Sang Prabu mendingin rasa sayang kepada Putranya membuat Sang Prabu tetap pendiriannya.
",Aku tahu kalian akan menyetujui pendapat Mahapatih, tapi aku tidak akan merubah pendirianku, Paman Mahaguru Dewa Sujana aku minta Paman segera pergi menyusul Putraku lindungi dia aku percaya padamu Paman,"Ucap Sang Prabu yang langsung ditanggapi oleh Sang Mahaguru tanpa Tedeng aling-aling langsung pergi setelah memberikan sembah sujud.
Diaula tidak ada yang berani berpendapat karena merasa percuma jika Sang Prabu sudah berkehendak, setelah pertemuan selesai persiapan pun dilakukan.
Mari kita lihat perjalanan Sang Pangeran menuju ke Alam bawah.
Akhirnya Pangeran Jayarudra beserta pasukannya sampai didepan Istana Iblis Sangkala Sura dengan menggunakan Kuda terbang Kahyangan perjalanan ditempuh selama tiga hari tiga malam.
Sesampai di Gerbang Istana pangeran Jayarudra langsung menemui Prajurit jaga.
Prajurit itu langsung ketakutan melihat pasukan besar yang ada didepan matanya.
" Prajurit aku Pangeran Jayarudra dari Negeri Kahyangan ingin bertemu dengan Rajamu katakan padanya aku menantangnya,"Ucap sa6ng Pangeran dengan mengeluarkan sedikit aura kedewataannya hingga membuat Prajurit itu semakin ketakutan bahkan bernafas pun rasanya sulit namun karena tugas Prajurit itu dengan terpaksa dia harus memberanikan diri menjawab pertanyaan Pangeran Jayarudra.
Meskipun prajurit itu menjelaskan namun Pangeran Jayarudra tetap memaksa bahkan mengancam akan membunuh Prajurit itu hingga Prajurit itu ketakutan dan akhirnya pergi menuruti perintah Sang Pangeran.
sejenak kita ceritakan keadaan Alam bawah, Alam bawah merupakan Alam yang terendah namun energi unsur api sangat berlimpah namun masih besar energi yang ada di Kahyangan sehingga kekuatan yang dihasilkan oleh para Iblis berunsur api,di Alam bawah tidak adanya siang dan malam karena sinar Matahari tidak bisa menembus Alam bawah namun Alam bawah tidak pernah mengalami kegelapan karena banyak sekali api-api abadi yang bermunculan sehingga tidak ada satupun tanaman yang tumbuh, suhunya pun panas. Para Iblis hidup dengan menyerap energi Alam ada juga energi dari Alam lain yang didapat dari mahluk penyembah Iblis semakin banyak yang menyembah maka semakin besar kekuatan yang didapat.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya prajurit Iblis itu datang juga dan diikuti oleh Rombongan yang dipimpin oleh seorang wanita bertanduk satu jauh dari kata cantik tapi paling cantik diantara bangsa Iblis, Dia mengenakan pakaian serba hitam bahkan warna bibirnya pun berwarna hitam menambah kesan menakutkan namun berwibawa setelah dekat dengan rombongan Pangeran Jayarudra wanita itu menyeringai.
", Berani sekali kalian datang kemari wahai Bangsa Dewa bahkan dengan nada mengancam dan menantang Raja kami," wanita itu berbicara dengan sangat marah.
", Aku tidak suka pada siapapun yang terlalu banyak bicara, aku hanya ingin bertemu dengan Raja Iblis bukan dengan seorang wanita,"Ucap Pangeran Jayarudra juga tidak kalah tinggi.
", Lancang kau memang perlu diberi pelajaran yang menyakitkan, agar tidak berbicara sembarangan," wanita itu berbicara semakin tinggi.
", hahahaha, kau terlalu percaya diri rupanya kau tidak melihat tingginya langit, jangan sombong kau wanita bertanduk bahkan Rajamu saja tidak berani berhadapan dengan ku," Pangeran berbicara sambil mengejek membuat Sang wanita itu semakin murka.
", Kurang ajar, beraninya kau menghina seorang Ratu, asal kau tahu aku adalah Ratu Iblis yang bernama Durgayama,menghina Ratu adalah kematian, disini sudah banyak nyawa dari bangsamu yang mati," Usai berkata wanita itu yang ternyata adalah Ratu Iblis langsung menyerang Pangeran Jayarudra.
*****Bersambung
Readers dukung terus author ya.****