
Dari depan pintu butik Kevin terus berteriak menanyakan keadaan Vio.
''Vio baik-baik aja.'' Sabila berteriak karena tidak berani membuka pintu. Dia takut kalau para fans Jenie akan menerobos masuk.
Sementara si ruangannya, Vio malah sedang serius menggambar pola. Dia bukannya tidak terganggu pada kejadian ini, hanya saja Vio memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. Dia yakin Rayn pasti akan cepat menyelesaikan semua ini, dia yakin Rayn pasti akan dengan cepat membersihkan nama baiknya lagi. Sepercaya itu Vio pada Rayn, sekarang.
*****
Anastasya dan Al baru tiba di ruangan Rayn.
''Ada apa Ray, kenapa bisa muncul berita aneh seperti ini? Kamu sih, kenapa dulu nggak langsung membantah, pas kena gosip sama si Jenie itu?'' Anastasya langsung mengomel. Paruh baya itu kesal bukan main, dia ikut membaca banyaknya komentar buruk yang netizen layangkan pada Viona.
''Seenaknya saja mereka mengatai calon menantuku.'' Anastasya tidak bisa menyembunyikan kemarahannya. Apalagi mereka mencaci maki Vio hanya karena sebuah kesalahapahaman. Anastasya juga sudah mengatakan kalau dia akan mewakili Viona untuk menuntut semua media ataupun akun-akun kecil yang sudah berani menyebarkan berita tidak masuk akal itu.
''Bae yang sabar dong.'' Al ingin menenangkan tapi malah kena semprot juga.
''Tenang, tenang, tenang, gimana aku bisa tenang kalau kedaannya seperti ini? Vio itu anaknya Andrea dan Ardy loh, anaknya sahabat aku dan sekaligus juga calon menantuku. Aku mana bisa diam saja saat dia difitna seperti ini? Selingkuhan? Ck, seenaknya saja mereka. Dan kamu Ray hari ini sekalian umumkan tentang rencana pernikahan kalian, kedepannya mama nggak mau hal-hal seperti ini terjadi lagi.''
Rayn mengangguk karena memang dia sudah berencana untuk melakukan hal itu.
Rayn dan kedua orang tuanya pun mulai bersiap.
Video Rayn dan kedua orang tuanya kembali menghebokan dunia maya.
Dalam video itu Rayn dengan jelas membantah hubungannya dengan Jenie. Dia juga menjelaskan tentang alasan kenapa dulu dia tidak membantah gosip yang menyebar.
Di video itu juga, Anastasya memperingati semua orang, agar menghapus semua komentar buruk tentang Viona. Anastasya juga dengan jelas mengatakan kalau dia akan menuntut semua oknum yang sudah menyebarkan berita tidak benar ini.
Lewat video berdurasi hampir 40 menit itu Rayn juga pemperkenalkan Vio sebagai kekasihnya, satu-satu wanita yang dia cintai dan juga, Rayn sudah memberi tahu tentang rencana pernikahannya dengan Viona.
Tidak lupa, pria itu bahkan memberikan beberapa kata cinta untuk Viona.
''Vi, kamu tau kan, kalau aku sangat mencintaimu,'' ucap pria itu tersenyum lebar. ''Kerjakanlah pekerjaanmu dengan baik dan sebentar lagi aku akan datang dan mengantarkanmu satu kotak makan siang yang penuh cinta.'' Inilah kata-kata terakhir Rayn, sebelum video selesai.
Karena ucapan cinta Rayn itu, saat ini banyak netizen yang berbondong-bondong memberikan pujian pada Viona. Mereka juga mengatakan kalau Viona adalah wanita yang beruntung, karena bisa dicintai oleh seorang Rayn Kennard.
''Ck, miris banget, secepat itu mereka memujimu, padahal tadi mereka mengataimu dengan berbagai sumpah serapah.'' Sabila kesal, wanita itu baru saja membaca beberapa komenan di instagram Viona. Banyak dari mereka yang memberikan pujian pada Viona bahkan ada juga yang memberikan doa, agar Viona dan Rayn selalu bahagia.
''Palingan pada takut sama ancamannya buk Anastasya. Di depan juga udah nggak ada orang lagi, semuanya udah pergi.'' Karin menimpali.
''Eh tapi pak Rayn romantis banget sih, dia ngungkapin perasaanya kayak gitu. Ih mbak Vio beruntung banget sih,'' ucap Karin lagi.
Viona hanya tersenyum. Dia juga tidak menyangka kalau Rayn akan mengakhiri video tersebut dengan beberapa ungkapan cinta.
''Mukanya merah banget Vi.'' Sabila menggoda, melihat wajah Vio yang mulai bersemu merah.
Sebenarnya Viona senang sekaligus malu akan ungkapan cinta Rayn tadi. Dia senang karena Rayn yang sudah memperkenalkannya sebagai kekasih dan memberinya rasa aman. Tapi disaat yang bersamaan dia juga merasa malu. Tidak ada alasan, dia hanya merasa malu saja.
''Oh ya Vi.'' Sabila menggeleng kepalanya cepat. ''Nggak jadi deh.''
Tadinya Sabila ingin memberitahu tentang Kevin yang datang dan menanyakan keberadaan Vio, tapi setelah mengingat Rayn dan Vio yang pernah bertengkar hebat karena Kevin, Sabila pun mengurungkan niatnya.
Sabila menggelang. ''Nggak. Tadi aku cuma mau nanyain, itu pintu butik udah bisa dibuka belum? Udah mau siang loh dan kita belum kedatangan pelanggan satupun.''
''Buka aja Bill, mereka udah nggak ada kan di depan?'' Vio mengalihkan pandangannya pada Karin.
''Tadi sih aku liat udah pada pergi semua mbak.''
''Yaudah dibuka aja Bill.''
''Dasar si*lan. Kenapa bisa jadi begini sih?'' Febby kembali berontak. Tadinya dia sudah menghayal, membayangkan kehancuran Viona eh nggak taunya gosip itu malah mereda dengan sangat cepat. Febby tidak menyangka kalau Rayn dan keluarganya akan membuat video klarifikasi.
''Sepertinya aku nggak bisa pake cara seperti ini lagi, aku harus turun tangan langsung.'' Febby mengambil ponselnya dan menghubungi Kevin, dia mengajaknya bertemu karena ingin mengatakan sesuatu, tentang rencananya liciknya, pastinya.
*****
''Siang Vi, makan siangnya udah datang nih,'' ucap Rayn begitu masuk ke ruangan Viona. Pria itu berdiri menutup wajahnya dengan paperbag yang dia bawa.
''Kangen banget ya sama aku, langsung main peluk aja Vi.'' Rayn ikut membalas pelukan Viona. Beberapa kali dia mengecup puncak kepala sang kekasih. Baru juga beberapa jam tidak bertemu, rasanya Rayn sudah sangat merindukan Vio.
''Makasih ya.''
''Udah tugas aku, nggak perlu terimakasih segala.'' Rayn melerai pelukannya, Dia melabuhkan bibirnya singkat diatas bibir Viona, lalu menarik wanita itu dan mulai mengeluarkan makan siang yang dia bawa.
''Oh ya Vi, mama sama papa di depan tuh, kayaknya mampir liat-liat isi butik dulu deh.'' Rayn memberitahu. Disaat yang bersamaan, Anastasya dan Al masuk ke ruangan.
''Tante, om.'' Vio menyambut keduanya dengan sopan.
''Kamu nggak pa-pa kan Vi?'' tanya Al.
''Nggak pa-pa om.'' Vio agak sungkan, karena merasa sudah merepotkan Anastasya dan Al.
''Nggak perlu ngerasa nggak enak. Kami juga keluarga kamu Vi dan sebentar lagi gelar itu akan diresmikan.'' Anastasya seolah tau apa yang Vio pikirkan. Makanya, dia langsung mengatakan hal itu, agar Vio berhenti berpikir yang aneh-aneh.
''Makasih tan, om.''
''Sudah tugas kami. Lagian kamu kan ada di posisi ini karena ulah si Rayn juga. Coba aja kalau dari awal dia langsung membatah hubungannya sama si Jenie itu, mungkin nggak akan begini kejadiannya.'' Anastasya kembali mengomel, menyalahkan Rayn.
''Elah ma, udah lewat kali, nggak usah dibahas.''
''Ya tapi dijadikan pengalaman loh itu Ray. Biar masalah seperti ini nggak terulang lagi.''
''Loh, tante bukannya pernah mau jodohin Rayn sama Jenie ya?'' Viona bertanya karena penasaran. Dia lihat Anastasya seperti sangat tidak menyukai Jenie, tapi kan setahunya Anastasya juga yang dulu pernah mau menjodohkan Jenie dengan Rayn.
''Menjodohkan? Sejak kapan?''
''Ray bukannya ....?''
''Aku boongin kamu waktu itu, maaf.'' Rayn sudah menampilkan barisan gigi putinya, sedangkan Viona haya bisa menggeleng kepalanya.
Bersambung .....