Move On

Move On
Dua Puluh Empat



"Aku nggak mau ikut" Safira tetap pada keputusannya walaupun El sudah berulang kali membujuknya. Elbram mengajak Safira menghadiri pernikahan rekan kerja pria itu.


"Sayang aku kan uda punya istri masa datang sendiri? teman-teman aku juga pengen kenal sama kamu. Mereka pasti akan heran kalo kamu nggak ikut" Bujuk El lagi.


"Itu urusan kamu bukan urusan aku El. Lagian kan suatu saat nanti kita akan bercerai El, jadi semua akan lebih mudah buat kamu kalo aku nggak terlalu dikenal oleh teman-teman kamu" jawab Safira enteng, tak peduli ekspresi tegang yang El tunjukkan karena ucapannya.


"Sampai kapanpun kita nggak akan bercerai Safira! Bahkan jika harus matipun aku nggak akan pernah melepaskan kamu. Tolong jangan pernah berfikir soal perpisahan lagi" Elbram menatap tajam pada Safira.


"Aku nggak mau hidup selamanya sama kamu El. Aku juga ingin hidup bahagia seperti orang lain, menikahi pria yang aku cintai, memiliki anak dan menjadi keluarga bahagia" Safira tak kalah tajam menatap Elbram, gadis itu melihat goresan luka di wajah pria itu atas setiap kata yang ia ucapkan.


"Aku pastikan kamu hanya akan bahagia bersama ku Safira. Kita akan memiliki semua yang menjadi impian kamu, aku akan mewujudkannya sayang. Belajarlah untuk membuka hati. Untuk semua yang sudah terjadi di masa lalu aku mohon maaf. Beri aku kesempatan untuk menebus semua kesalahan aku Safira. Aku tunggu kamu di luar, bersiaplah" Ucap Elbram lirih. Pria itu beranjak meninggalkan Safira.


Gadis itu membeku, ia memang bisa melihat ketulusan Elbram padanya. Namun masih terlalu sulit baginya memaafkan dan membuka hati untuk pria itu.


Namun pada akhirnya Safira merasa gundah, ketegasan Elbram membuatnya meragu. Keyakinan nya untuk menolak permintaan El mulai goyah. Egonya meminta untuk tetap pada pendiriannya menolak ajakan Elbram namun sebagian kecil hatinya mendorong Safira untuk memenuhi keinginan suaminya.


Safira menghela nafas dan membuangnya dengan kasar. Egonya kalah, ia mengikuti bisikan hatinya dan mulai bersiap untuk menemani Elbram ke pesta pernikahan rekan kerjanya.


🍁🍁🍁


Elbram dengan bangga memperkenalkan Safira pada rekan kerjanya baik yang datang pada saat pernikahan mereka ataupun tidak. Tangan pria itu juga sama sekali tak terlepas menggenggam tangan sang istri.


Pria itu begitu bahagia karena Safira bersedia menemaninya. Ia kira gadis itu akan tetap kukuh pada pendiriannya menolak ajakannya.


Saat melihat Safira mulai terlihat bosan, El mengajak istrinya menepi mencari tempat duduk yang kosong.


"Capek ya?" Tanya Elbram setelah mereka akhirnya menemukan kursi untuk mereka duduki.


"Jangan lama-lama di sini. Aku nggak suka keramaian" ucap Safira ketus.


"Iya setelah bersalaman dengan pengantin kita langsung pulang. Nggak enak sama teman aku kalo kita langsung pulang. Saat kita menikah dia bela-belain datang padahal dia sedang dinas luar waktu itu" jawab Elbram sembari mengusap rambut Safira.


"Nggak usah pegang-pegang" Safira menepis cepat tangan Elbram. Pria itu tersenyum kecut namun dengan cepat menguasai dirinya.


"Aku ambilin makanan ya? kamu mau makan apa?" tanya Elbram lembut.


"Nggak usah. Aku masih kenyang" Tolak Safira. Ia hanya ingin pulang secepatnya.


"Minum?" tawar Elbram lagi, tak lelah meski Safira terus saja berwajah masam padanya.


"Aku nggak haus" lagi-lagi Safira menolak.


Wajah Safira menegang saat matanya tiba-tiba menangkap sosok yang ia kenali namun tak ingin ia temui tengah berjalan ke arah mereka.


"Memangnya kenapa?" Terdengar nada protes dari Elbram setelah sebelumnya pria itu sempat diam mencerna ucapan istrinya.


"Turuti saja apa yang aku minta, atau aku akan membenci kamu selamanya" Tepat setelah mengucapkan kalimat terakhirnya Maya tiba di kursi mereka.


Gadis itu terlihat dewasa, cantik dan sangat anggun. Safira merasa tidak percaya diri di hadapan mantan sahabatnya tersebut


"Hai Safira apa kabar? lama sekali kita nggak ketemu. Kamu ke mana aja selama ini?" Meski Maya berusaha menutupi rasa canggung nya namun Safira masih bisa merasakannya.


"Oh hai Maya, aku baik-baik aja. Aku nggak ke mana-mana kok. Emang nya kamu pernah nyariin aku ya?" Safira berusaha santai dengan tersenyum lebar pada Maya yang malah terlihat salah tingkah.


Safira menoleh pada Elbram. Wajah pria itu tampak datar sehingga Safira kesulitan membaca perasaan pria itu terhadap Maya saat ini.


"Kalo sama El sering dong ketemu" Sambung Safira lagi. Wajah Maya memerah dan beralih menatap pada Elbram, tatapan nya begitu sendu. Dari cara Maya menatap suaminya Safira tai bahwa Maya masih menyimpan perasaan pada Elbram, Kerinduan dan juga luka turut mengisi tatapan gadis itu


"Kita juga uda lama nggak ketemu kok Fir, ya kan mas? Kamu apa kabar mas?" ucap Maya tersenyum pahit.


Safira meneliti ekspresi wajah Maya dan Elbram bergantian. Ia semakin penasaran tentang apa yang terjadi pada mereka setelah peristiwa lima tahun yang lalu. Safira jadi teringat ucapan Dini yang menyatakan bahwa hubungan Maya dan El berakhir tak lama setelah kejadian yang terjadi pada mereka dulu.


"Aku baik May" Elbram tersenyum tipis pada Maya, lalu kembali mengalihkan pandangannya.


"Kalian datang berdua?" Pertanyaan yang Safira takutkan benar-benar keluar dari bibir Maya.


"Enggak kok, kita nggak sengaja ketemu di sini. Kamu jangan salah paham ya May, aku sama El nggak ada hubungan apa-apa. Ya kan El" Ucap Safira, gadis itu menoleh pada Elbram yang menatap penuh luka padanya.


Elbram tidak menjawab ucapan Safira sama sekali, pria itu juga tak mengalihkan tatapan nya pada Safira hingga membuat gadis itu kelabakan.


"El, jawab dong nanti Maya salah paham" ucap Safira. Gadis itu tersenyum kecut melihat ekspresi sedih Elbram membuatnya resah.


"Aku nggak akan salah paham Fir, lebih tepatnya aku nggak berhak untuk salah paham. Aku sama mas El nggak ada hubungan apa-apa, kamu nggak usah takut" Ucap Maya.


"Aku ke sini cuma mau minta maaf sama kamu atas apa yang pernah terjadi diantara kita 5 tahun yang lalu. Aku nggak mau terus dihantui rasa bersalah, sekarang aku bisa bernafas lega setelah bertemu kamu lagi dan meminta maaf. Walaupun mungkin kamu belum bisa maafin aku" Lanjut Maya.


🍁🍁🍁


Maaf rada slow update nya.


btw ini cover diganti sama pihak NT, semoga nggak pada nyasar ya.


🥰😍