
Dini tersenyum penuh arti pada Safira ketika datang ke toko bunga.
"Duh beda banget auranya yang abis bulan madu" Goda Dini. Safira mengulum senyum malu-malu mendapatkan godaan dari adik iparnya.
"Gimana rasanya? enak banget kan? hebat nggak abang aku?" Tampaknya Dini begitu bersemangat mengorek info.
"Dini apaan ih" Wajah Safira memanas, karena pertanyaan Dini membuat Safira mengingat kegiatan panasnya yang berulang kali ia lakukan bersama Elbram.
Bahkan tadi sebelum bekerja ketika Safira sudah rapi dan siap berangkat ke toko begitupun dengan Elbram, tiba-tiba saja sang suami kembali menggiringnya ke ranjang dan menerkamnya habis-habisan. Kedua nya terpaksa harus kembali mandi untuk kedua kalinya. Karena itu Safira kesiangan datang ke toko.
"Duh malah mengkhayal, wajahnya merah lagi. Pasti lagi ngebayangin saat iya-iya tuh" Ujar Dini sambil terkekeh.
"Enggak ih nyebelin, ini uda banyak pesanan bunga yang masuk" Safira mengalihkan pembahasan. Ia tak kuat menahan rasa malunya.
"Eh Fir, kemaren ada pesanan paket dekorasi dari kantornya Romi yang mau merayakan perusahaan mereka, gimana menurut kamu?" Ucap Dini, wajahnya berubah serius. Begitupun dengan Safira yang tampak berfikir mempertimbangkan proyek tersebut.
"Nilainya lumayan gede, tapi ya itu yang pesan Romi" Ucap Dini lesu.
"Iya Din, dilema emang. Kalo misalnya kita tolak takutnya mereka menganggap kita nggak profesional, jadi mempertaruhkan nama toko kita di mata pelanggan. Mau diterima juga resikonya nggak main-main" Jangan lupakan betapa cemburunya El dan Hendra pada mantan kekasih dari Dini tersebut.
"Itu Dia Fir. Makanya aku nggak langsung mutusin buat nolak atau nerima. Aku minta waktu sampai besok karena acaranya masih 2 minggu lagi"
"Kamu uda tanya Hendra?"
"Aku nggak berani, lagian tanpa ditanya aku juga uda tau jawaban suami aku Fir" Safira mengangguk.
"Iya juga ya, tapi nanti aku mau coba cerita sama El. Aku mau tau gimana pendapat dia" Ucap Safira walaupun sebenar nya ia yakin reaksi El tak akan jauh berbeda seperti Hendra.
"Kayaknya bang El juga pasti nggak akan setuju Fir" Dini tertawa masam.
Keduanya lalu fokus mengerjakan beberapa pesanan yang harus selesai hari ini untuk dikirim besok sambil sibuk dengan fikiran mereka masing-masing.
"Eh Fir, kamu belum jawab loh pertanyaan aku" ucap Dini membuka obrolan setelah cukup lama mereka saling diam karena terlalu fokus dengan pekerjaan.
"Pertanyaan yang mana?" Safira menatap sekilas pada Dini yang tersenyum penuh arti.
"Gimana rasanya kemaren? berapa ronde sekali main?" Tanya Dini tanpa malu. Safira membulatkan matanya dan menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Kamu uda pernah ngerasain, tanpa aku jawab kamu uda tau lah pasti" Jawab Safira malas.
"Ih tapi kan aku mau denger cerita kamu"
"Diniiii udah dong, ngapain sih nanya-nanya gituan. Kayak nggak pernah ngerasain aja" Ucap Safira gemas. Dini tertawa puas karena berhasil menggoda sahabatnya.
🍁🍁🍁
Sepertinya, hari-hari mereka akan selalu terisi dengan kegiatan bertukar keringat tanpa henti. Keduanya seolah baru menemukan permainan baru yang begitu candu.
"El aku mau tanya sesuatu" ucap Safira, ia merasa saat hening seperti ini adalah waktu yang tepat baginya menceritakan perihal proyek yang ditawarkan Romi pada toko mereka.
"Tanya apa?" El mengusap lembut punggung polos Safira, hal itu membuat Safira merasa begitu nyaman.
"Kemaren kata Dini, ada perusahaan yang memesan jasa dekorasi Sunny Florist untuk ulang tahun perusahaan mereka. Nilai nya lumayan gede" Safira menjeda ucapannya. Ia menghela nafas untuk mengumpulkan nyalinya.
"Wah bagus tuh, keren banget istri aku" Elbram mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepala istrinya.
"Tapi masalahnya yang pesan itu perusahaan nya Romi El" Safira mengangkat kepalanya untuk melihat reaksi suaminya. Benar saja wajah El terlihat kaget dan terlihat sekali pria itu sangat tidak suka.
"Kalian uda terima kerja sama itu?" tanya Elbram dengan wajah harap-harap cemas
"Belum, Dini minta waktu sampai besok. Aku sama Dini sebenar nya pengen nolak El. Tapi difikir lagi takutnya penolakan kita berimbas pada nama florist kita, kesannya kayak nggak profesional gitu. Padahal usaha kita juga sedang merintis, lagi cari customer sebanyak-banyak nya buat naikin nama kita." difikir-fikir alasan yang Safira kemukakan sangat masuk akal, namun jika tak ada peran cemburu di dalam nya.
"Ah si Romi pasti sengaja menggunakan kesempatan ini supaya bisa godain kamu. Licik banget tu orang" ucap Elbram dengan begitu kesal.
"Romi itu mantan pacarnya Dini El, nggak pernah ada hubungan sama aku sebenar nya. Ngapain kamu cemburu sama dia"
"Tapi tetap aja dia pernah suka sama kamu sayang. Aku nggak rela kamu dekat-dekat dia. Romi pasti nanti menggunakan ini sebagai alasan untuk terus menghubungi kamu" Entah mengapa melihat kecemburuan Elbram Safira sama sekali tidak merasa terganggu. Ia diam-diam malah menyukainya.
"Tapi aku bisa jaga diri, jaga sikap dan jaga hati aku El" ucap Safira penuh kesungguhan.
Elbram merasa serba salah, rasanya tak rela membiarkan sang istri bertemu dan bekerja untuk Romi. Apalagi sampai saat ini El belum tau apakah rasa cinta telah tumbuh di hati Safira. Ia takut Romi berhasil memberikan kenyamanan pada Safira. Tapi di sisi lain ia juga tak ingin egois, ia harus mendukung usaha istrinya.
"Ya udah, terserah kamu aja kalo gitu sayang. Aku yakin kamu bisa menimbang dengan bijak mengenai keputusan terbaik yang harus kamu ambil. Aku sebagai suami akan mendukung apapun keputusan kamu. Tapi ingat ya, jangan sampai kamu tertarik sama Romi. Aku nggak rela sayang" ucap Elbram yang membuat senyum di bibir Safira mengembang.
"Makasih ya, kamu emang suami yang baik dan penuh pengertian. Tenang aja aku nggak mungkin tertarik sama Romi kok El. Kamu jauh lebih keren dari dia dalam segala hal" Safira menciumi pipi Elbram berulang kali.
"Hei nyonya, uda pintar banget ngerayu sekarang" El merengkuh tubuh Safira dan mengubah posisi hingga Safira kini berada di bawahnya. El dengan leluasa menciumi istrinya dengan begitu gemas.
Safira pasrah ketika merasakan sesuatu yang keras menekan di bagian bawah sana. Ia sudah bisa menebak ke mana permainan ini akan berakhir.
🍁🍁🍁
Temptation uda aku up dari sore, tapi masih review. Gila ya NT giliran part yang nggak ada yang begitu-begitu lama banget review. kemaren part buka kado El malah cepat banget review nya 🤭😀😂
Eh tapi nggak tau ya, jangan-jangan part ini lama lulus review nya. Ini aku up jam 19.45. Semoga cepat lulus review
🥰😍😘