
Safira dan Dini saling berpandangan saat mendapati pengunjung yang baru saja memasuki toko bunga mereka. Safira melihat Dini tersenyum kecut karena kehadiran pria di masa lalu yang telah menghujamkan luka di hatinya. Meski hatinya sudah sembuh dan hidupnya sudah berbahagia dengan Hendra dan putranya namun bukan berarti ia bisa bersikap seolah tak pernah terjadi apa-apa diantara mereka dulu.
"Selamat untuk kalian berdua akhirnya mimpi kalian terwujud" Ucap Romi sambil mengulurkan tangan ke arah Safira dan Dini. Tentu saja Romi tau betul tentang impian Dini dan Safira juga Maya mengingat dulu Dini selalu menceritakan apapun padanya termasuk list impian nya. Mereka sangat dekat dulu, sayang takdir tak berpihak hingga kisah yang sudah mereka rajut harus terputus begitu saja.
"Terima kasih" jawab Dini datar sementara Safira hanya mengangguk. Ia lega Elbram dan Hendra sudah pulang, kalau tidak entah akan seperti apa jadinya.
Dini memanggil karyawannya yang bernama Susan dan memintanya untuk menemani Romi melihat-lihat paket yang toko mereka tawarkan.
"Silahkan tanya-tanya pada karyawan kita tentang produk apa saja yang toko kita tawarkan." ucap Dini pada Romi dengan menyuguhkan senyum yang terkesan formal.
"Kalau aku minta owner nya yang menjelaskan bagaimana?" tanya Romi yang membuat Dini dan Safira tersenyum masam.
"Maaf masih ada yang harus kami kerjakan" Dini menarik tangan Safira berlalu dari hadapan Romi tanpa mempedulikan pria itu lagi. Dini mengajak Safira masuk ke dalam ruangan mereka.
"Masih dendam sama Romi?" tanya Safira hati-hati.
"Enggak, udah biasa aja" Jawab Dini cepat.
"Terus kenapa jutek?" Safira tersenyum menggoda.
"Nggak nyaman aja, suamiku nggak suka banget sama dia. Karena dulu saat aku dan Hendra akan menikah, Romi ngejar-ngejar aku ngajak balikan" ucap Dini santai.
"Dulu kamu kenapa nggak mau balikan sama Romi?" tanya Safira penasaran.
"Ya dianya suka sama kamu, masa aku sama cowok yang menyimpan perasaan nya untuk orang lain. Ogah banget lah"
"Tapi Romi nggak pernah bersikap aneh sama aku, jangan-jangan kamu salah mengira Din" Safira masih sulit mempercayai cerita Dini, karena Romi benar-benar bersikap biasa padanya.
"Karena katanya cintanya ke kamu itu hanya sebatas perasaan yang tanpa obsesi untuk memiliki. Dia bilang uda minder duluan buat deketin kamu, makanya dia ingin menjalani hubungan sama aku sambil belajar melupakan kamu. Ngerti dong posisi aku di hatinya seperti apa kalo kayak gitu?" Safira tersenyum masam, begitu banyak macam watak para lelaki di dunia ini yang tak ia pahami.
"Ketemu Hendra setelah berhasil melupakan Romi atau Hendra itu cuma pelarian kamu?" Entah mengapa Safira ingin sekali mengetahui kisah cinta sahabatnya tersebut. Meski sudah berbaikan cukup lama namun ia dan Dini belum pernah mengobrol lebih dalam seperti dulu.
"Aku uda ngelupain Romi baru ketemu Hendra, setelah menjalani sama Hendra aku jadi sadar kalau Romi itu nggak ada apa-apanya. Eh si Romi malah tiba-tiba datang lagi sok-sok an pengen ngajak balikan, bilang kalo dia uda cinta beneran sama aku" ucap Dini sambil terkekeh.
Mendengar cerita adik iparnya, Safira juga tak bisa menahan tawanya mengingat El yang begitu cemburu pada Romi sampai tak berselera makan beberapa waktu lalu. Padahal kecemburuan suaminya itu sama sekali tak beralasan.
"Jadi sampai sekarang Romi masih berusaha buat deketin kamu?" tanya Safira kemudian, padahal Dini sudah hampir 4 tahun menikah dengan Hendra.
"Enggak lah, setelah diajak bicara baik-baik sama Hendra dia dengan lapang dada mundur."
"Aku malah mikirnya dia lagi berusaha buat deketin kamu Fir. Secara perasaannya ke kamu dulu kan dalam banget" Timpal Dini yang membuat Safira menciut.
"Enggaklah Din, dia uda tau kok aku sama El uda menikah. Waktu itu aku nggak sengaja ketemu sama dia di kantor El" balas Safira meski otak nya tiba-tiba berprasangka yang tidak-tidak.
"Tapi tetap hati-hati aja sih, zaman sekarang tu pada aneh-aneh. Bukan cuma pelakor yang sedang menjamur, pebinor juga" ucap Dini sambil bergidik ngeri.
🍁🍁🍁
"Kamu ngundang dia?" bisik Safira pada Dini dengan wajah tak suka saat mendapati Maya masuk ke dalam toko bunga mereka. Entah ada apa dengan hari ini, setelah Romi kini Maya ikut menampakkan batang hidungnya di Sunny Florist.
"Enggak lah, aku uda lama banget nggak kontekan sama dia" balas Dini.
"Terus dari mana dia tau kalo hari ini opening Sunny Florist?" Tanya Safira penasaran.
Maya semakin mendekat, gadis itu tersenyum namun terlihat dipaksakan dan menyimpan kesedihan. "Selamat ya uda mewujudkan salah satu dari impian kita dulu. Walaupun aku nggak bisa ikut serta tapi aku turut berbahagia untuk kalian" ucap Maya.
"Makasih May" Jawab Dini sambil menerima uluran tangan Maya yang kini tersenyum getir. Maya beralih menatap pada Safira.
"Selamat ya Fir, aku juga mau mengucapkan selamat untuk pernikahan kamu dan mas El. Kemarin-kemarin aku belum sempat mengucapkannya" ucap Maya dengan mata berkaca-kaca. Entah seperti apa perasaan gadis itu sebenar nya.
"Terima kasih May" Safira mengangguk dan menerima uluran tangan Maya sekilas.
"Maafin aku uda nyakitin kamu dulu Fir. Aku benar-benar menyesali kejadian itu. Karena keegoisan aku akhirnya aku kehilangan sahabat-sahabat terbaik aku" ucap Maya lagi sambil menatap Safira dan Dini bergantian.
"Udah lah nggak usah diingat lagi, semua uda lewat. Aku uda nggak mau ingat-ingat lagi masa itu" jawab Safira dengan ekspresi malas.
"Eh ngomong-ngomong kamu tau dari mana kalo hari ini opening toko bunga kita berdua?" Tanya Dini tiba-tiba, ia tak mau Safira berprasangka yang tidak-tidak padanya. Apalagi pada Elbram, ia tau hubungan Safira dan El belum sepenuhnya membaik.
"Aku lihat promosi kalian di media sosial. Sebenar nya aku berharap banget dapat undangan dari kamu dan Safira, tapi aku sadar diri kalo aku mungkin bukan lagi siapa-siapa bagi kalian. Tapi kalian harus tau, bagi aku kalian tetaplah sahabat terbaik yang akan selalu ada di hati aku" jawab Maya sambil tersenyum kecut.
Lagi-lagi Safira tersenyum masam, namun diam-diam ia mempertanyakan sisi kemanusiaan nya yang tak merasa terharu sedikitpun mendengar ucapan dari Maya.
🍁🍁🍁
Mudah-mudahan bab ini nggak kayak semalam, update nya malam baru lulus review siang. NT akhir-akhir ini bikin malas update, review nya luamaaaaa... 🙄