Move On

Move On
Part 66



''Vi, aku punya hadiah buat kamu.''


''Apa?'' Rayn berdiri, masuk ke kamar dan tidak berapa lama kembali dengan membawa satu kotak besar. Sekarang mereka ada di apartemen Rayn.


''Buat kamu.''


''Hadiah lamaran buat aku?'' Vio kesenangan dan cepat-cepat membuka kotak itu.


''Ray, ini kan ....?'' Mulut dan mata Viona terbuka lebar. Tidak percaya dengan isi kotak tersebut.


''Kata Sabila, kamu membuatnya untuk dipakai sendiri. Kamu senang?''


Vio mengangguk. Wanita itu melepaskan kotak tersebut dari tangannya dan beralih memeluk pinggang Rayn, pria itu masih dalam posisi berdiri.


''Makasih.''


Rayn balas memeluk, satu tangannya sudah melus kepala Viona. ''Ngapain terimakasih. Aku senang kalau kamu senang.''


Tidak henti-hentinya Vio tersenyum. Wanita itu menengadah. ''Aku bisa cium kamu nggak?'' tanyanya dengan wajah malu-malu.


Rayn terkekeh pelan karena pertanyaan itu. Dia tidak menjawab, tapi langsung jongkok dan mendekatkan wajahnya pada Vio.


Vio memajukan wajahnya dengan ragu-ragu. Belum juga bibirnya menyentuh bibir Rayn, pria itu sudah lebih dulu menarik tengkuknya dan menyatukan bibir mereka. Viona tidak protes dan ikut menutup matanya, menikmati setiap getaran aneh yang tiba-tiba menghampiri tubuhnya.


''Aku cinta kamu Vi,'' ucap Rayn. Bibir pria itu masih berada tepat di depan bibir Vio dan tidak berapa lama, Rayn kembali menyatukan bibir mereka.


Mereka tersenyum begitu selesai berciuman. Rayn juga menyeka sisa saliva di bibir manis Viona. Rayn mengambil duduk disamping Vio, kembali menarik wanita itu dan memeluknya dari samping. Kepala Vio disandarkan ke pundak bidang Rayn. Tangan Vio melingkar di perut Rayn.


''Oh ya Vi, pasir pantai itu ada artinya nggak?'' Rayn kembali melihat pada wedding dress.


''Nggak ada yang spesial. Itu hanya ide biasa yang tiba-tiba muncul. Waktu itu, aku menemani Sabila yang katanya ingin pergi ke pantai, nah disana aku nggak sengaja melihat seorang pria yang sedang mengukir tulisan will you marry me dengan ukuran yang sangat besar dan saat itu aku berpikir kalau pasir bisa jadi salah satu saksi dari berlangsungnya kebahagiaan seseorang.''


Rayn bernafas legah. Tadinya, dia sempat berpikir kalau pasir itu melambangkan hubungan Vio dan Kevin atau mungkin mereka pernah ada sesuatu yang melibatkan pasir pantai.


Tapi kalau diingat agak lucu sih, Rayn punya prasangka negatif tentang dress itu tapi malah membeli dress tersebut.


''Oh ya Vi, mama suruh kita ke rumah besok, bisa nggak?''


Vio mengangguk tanpa suara.


''Kalo gitu, besok aku jemput kamu jam 5 ya, kita makan malam sama mereka. Oh ya Vi, aku juga mau ngomong tentang rencana pernikahan kita, aku udah nyiapin gedung dan segala macamnya, tanggal 30 bulan ini kamu keberatan nggak?''


Vio melepas pelukannya dan langsung melihat Rayn. ''Kamu udah siapan semuanya?''


Rayn mengangguk. ''Nggak pa-pa kan?''


Vio kembali menyandarkan kepalanya ke pundak Rayn, dia sedikit berpikir. ''Ya, nggak masalah sih sebenarnya.''


''Beneran? Atau mau diganti aja tanggalnya? Terserah kamu Vi, kapan bisanya. Mau diundurin juga nggak pa-pa.''


''Kamu nggak pa-pa kalau diundurin?'' Vio ingin memastikan. Sebenarnya tanggal 30 nanti, Vio sudah punya janji untuk bertemu calon klien tapi kalau emang nggak bisa diundurin Vio juga nggak pa-pa sih,  tapi mungkin dia akan kehilangan kesempatan untuk bekerjasama dengan calon kliennya itu.


Tidak berapa lama Vio sudah menggeleng. ''Nggak usah diundurin deh.''


''Nggak pa-pa Vi, kalau emang kamu ada kerjaan penting hari itu. Toh walau diundur kan juga nggak lama-lama banget.''


Viona menggeleng, dia menangkup wajah Rayn kemudian tersenyum lebar. ''Aku pengen secepatnya jadi istri kamu.''


''Aku juga.'' Rayn menekan pelan puncak hidung Viona. Keduanya kembali berpelukan.


*****


Pagi ini dunia maya heboh dengan gosip perselingkuhan Rayn. Foto-foto Rayn dan Vio menyebar dimana-mana. Para netizen mencari maki Vio, yang berani berselingkuh dengan Rayn.


Para fans Jenie lebih heboh lagi\, kata-kata mereka sangat kasar. Ada yang menyebut Vio pe**cur\, ada yang menyebutnya ja**ng\, ada juga yang memanggilnya dengan beberapa nama hewan. Pokoknya macam-macam. Mereka tidak terima karena Vio sudah dianggap menyakiti Jenie.


''Dasar wanita peng*oda'' Vio baru turun dari mobil Rayn, tiba-tiba seorang wanita melemparinya dengan tepung. Vio belum tau tentang masalah ini, tentang dirinya dan Rayn yang lagi-lagi dianggap sedang berselingkuh.


''Apa-apaan kalian!?'' Rayn membantu membersihkan tepung di rambut Viona. Pria itu menatap nyalang beberapa wanita yang berdiri disana.


''Dasar wanita nggak tau malu, sukanya ngerebut pacar orang.''


''Jenie kami lebih baik darimu. Dasar ja**ng.''


Mata Rayn semakin besar saja, mendengar seseorang yang barusan menyebut Viona ja**ng. Rayn melangkahkan kakinya, mendekat pada wanita itu.


''Berani sekali kamu mengatai kekasihku!'' ucapnya penuh penekanan.


''Vi....'' Sabila dan Karin berlari mendekati. Sabila memberikan ponselnya pada Vio, Rayn yang penasaran juga ikut melihatnya.


''Karangan dari mana ini!?'' Rayn semakin geram. Para media menulis dan memberitakan Viona dengan sangat buruk. Lebih parahnya\, ada akun gosip yang memberi headline *Designer terkenal yang seorang wanita penggoda*


''Akan kupatahkan tangan kalian kalau berani menyentuhnya!'' Rayn kembali membuang pandangannya pada beberapa wanita tadi. Dia memberi peringatan yang tegas dan seolah memberi perintah agar jangan ada yang berani menyentuh Viona.


Setelah itu, Rayn meminta Vio untuk masuk ke dalam butik, sedangkan dirinya langsung melajukan mobilnya ke kantor. Dia menelpon Acel lebih dulu dan meminta pria itu untuk mengklarifikasi semuanya.


''Bagaimana?'' tanya Rayn pada Acel begitu dia masuk ke ruangannya.


''Tambah parah Ray, mereka nggak percaya dengan klarifikasi kita. Mereka malah mengatakan kalau kamu sedang berbohong, karena sudah bernar-benar terjebak oleh Vio.''


''Benar-benar ya mereka. Cel, tolong telepon media sekarang, aku ingin mengklarifikasi langsung,'' suruh Rayn. Setelah itu dia menelpon Vio, untuk menanyakan keadaan sang kekasih. Setelah menelpon Viona, Rayn langsung menelpon kedua orang tuanya dan menyuruh mereka untuk datang ke kantor.


Rencananya, Rayn akan diwawancarai bersama kedua orang tuanya dan lewat kesempatan ini, Rayn juga berencana mengumumkan tentang rencana pernikahannya dengan Vio, agar kedepannya tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini.


''Rasakan kamu Viona, aku yakin para penggemar Jenie akan menghajarmu habis-habisan.'' Febby duduk manis di kamarnya, memperhatikan foto yang kini beredar di dunia maya, foto Vio yang penuh tepung.


Ternyata, Febby yang sudah sengaja menyebarkan berita perselingkuhan Rayn dan Vio. Dia sengaja mengomprori beberapa fans Jenie. Ya, karena sampai sekarang para netizen menganggap Rayn sebagai kekasihnya Jenie. Karena dulu Rayn tidak memberi bantahan, makanya mereka berpikir seperti itu, apalagi melihat Jenie yang terus menerus mengungkapkan rasa ketertarikannya pada Rayn.


''Sabila, Vionya mana?'' Sabila dikagetkan oleh kedatangan Kevin. Pria itu muncul diantara beberapa penggemar Jenie yang sejak tadi menunggu di depan butik.


Bersambung .....