
Safira merasa penasaran saat mendapati sebuah kotak berwarna abu-abu yang cukup besar di lemari Elbram saat ia sedang memasukkan dan menyusun pakaian suaminya yang sudah dilaundry ke dalam lemari pria itu.
Tulisan nama "Safira" pada kotak tersebut adalah pemicu rasa penasaran gadis itu sehingga ia tergerak untuk membukanya. Safira berfikir mungkin itu adalah kado yang disiapkan Elbram untuk dirinya namun belum sempat pria itu berikan.
Awalnya Safira merasa ragu dan berniat mengembalikan kotak yang sudah ia keluarkan ke tempat semula, namun karena rasa penasaran yang lebih besar membuat Safira memutuskan untuk melanjutkan niatnya.
Kening Safira mengernyit mendapati isi kotak yang hanya berupa lembaran-lembaran foto dan beberapa kertas. Safira meraih salah satu foto yang semakin membuatnya heran. Ia kudian mengambil sebuah kertas dan membaca tulisan yang ada di dalam nya. Tertulis alamat apartemen dan juga alamat perusahaan tempat nya bekerja selama lima tahun ini.
Safira mengambil beberapa foto dan mengamatinya, otaknya terus berfikir dan berusaha memahami maksud dari semua ini, banyak sekali foto-fotonya saat baru keluar dari apartemen, saat keluar dari kantor juga foto-foto lainnya yang menampakkan berbagai kegiatan yang tengah ia lakukan dan semua foto tersebut di ambil selama 5 tahun ke belakang. Artinya selama 5 tahun ini gerak-geriknya diawasi, dan itu dilakukan oleh Elbram?
Safira ingin segera menanyakan hal ini pada Elbram, rasanya tak sabar menantikan kepulangan pria itu. Otaknya dipenuhi oleh banyak pertanyaan yang begitu membuatnya penasaran.
"El masih lama nggak pulang nya?" Safira mengirimkan pesan pada sang suami, padahal tanpa bertanya Safira sudah tau jawabannya. Jam pulang suaminya masih 2 jam lagi.
"Seperti biasa masih 2 jam lagi. Ada apa sayang?" El selalu cepat merespon chat darinya, mungkin ingin menunjukkan bahwa ia adalah prioritas utama bagi pria itu.
"Nggak bisa pulang cepat?" Safira mencoba peruntungan. Siapa tau hari ini pekerjaan El tak terlalu padat sehingga pria itu bisa pulang lebih awal.
Elbram malah langsung menelfon, sepertinya El sangat takut terjadi sesuatu pada istrinya karena tak biasanya Safira mengirim pesan dab menanyakan kepulangan dirinya.
"Ada apa sayang, apa terjadi sesuatu?" tanya Elbram dengan nada khawatir ketika panggilan telfon darinya telah tersambung.
"Nggak apa-apa, cuma ada yang mau aku omongin sama kamu El" Safira berusaha menekan rasa penasarannya meski ia ingin segera memberondong suaminya dengan semua pertanyaan yang memenuhi otaknya.
"Tentang apa? penting banget?" Tanya pria itu lagi.
"Cukup penting, tapi aku bisa menunggu El. Nggak apa-apa kamu lanjutin aja dulu kerja nya" Safira tak ingin egois, ia harus bisa menahan rasa penasarannya, lagi pula hanya tinggal dua jam lagi.
"Baiklah, aku usahakan pulang lebih awal sayang. Lagian aku juga uda kangen banget sama kamu" Safira mencebik namun kemudian mengulum senyum karena Elbram masih sempat-sempat nya merayu. Untung saja El tak bisa melihat wajah nya yang kini merona.
"Bye El, aku tutup telfon nya" ucap Safira agar El tak melanjutkan rayuannya.
"Bye istriku, aku mencintaimu" ucap Elbram penuh harap, namun seperti biasa Safira tak menjawab pernyataan cinta darinya dan langsung memutuskan sambungan telfon.
"Jangan menyerah El"
Elbram tersenyum dan menyemangati dirinya sendiri.
🍁🍁🍁
"Tadi katanya ada yang mau kamu omongin sayang?" El membuka obrolan saat keduanya tengah bersantai sambil menonton televisi setelah selesai makan malam.
"Apa ini El?" Tanya Safira saat kembali dengan membawa kotak yang berisi foto dan berbagai informasi tentang dirinya pada Elbram. Gadis itu meletakkannya di atas meja di hadapan Elbram yang tampak kaget.
"Kamu dapat ini dari mana?" tanya Elbram.
"Aku nggak sengaja nemu di lemari kamu, maaf bukan bermaksud lancang menyentuh barang kamu tanpa izin. Tapi aku penasaran saat melihat nama aku di box ini El" jelas Safira dengan tatapan lekat pada pria itu.
"Aku uda buka kotaknya, dan aku uda lihat isinya. Sekarang aku butuh penjelasan dari kamu tentang maksud dari semua ini El" lanjut Safira. El masih menutup bibirnya rapat-rapat, tak juga menatap ke arah Safira. Pria itu terlihat seperti sedang memilih kata yang tepat untuk menjelaskan semuanya pada Safira.
"Selama ini kamu ngikutin aku El?" tanya Safira tanpa basa-basi lagi.
"Iya Safira" Elbram menatap pada Safira, gadis itu tampak terkejut padahal ia sudah menduga hal itu.
"Untuk apa? kamu tau kan kalo itu uda melanggar privasi aku?" Safira merasa marah namun hatinya juga menuntut penjelasan dari Elbram.
"Maaf aku tau aku nggak seharusnya melakukan ini. Tapi aku cuma mengawasi kamu saat sedang berada di luar kantor dan juga di luar apartemen. Selebihnya privasi kamu tetap terjaga dengan baik sayang"
"Ya tapi kenapa El? buat apa?"
"Aku cuma mau tau keadaan kamu Safira, aku ingin memastikan kamu baik-baik aja." Ucap Elbram lirih.
"Jadi waktu di pesawat kamu cuma pura-pura nggak tau aku ada di kota itu selama 5 tahun ini?" Elbram mengangguk, Safira menghela nafas berat.
"Terus kamu tau dari mana aku ada di sana?"
"Dari mama Sandra" Safira ternganga, ia tak menyangka bahwa ini adalah ulah sang mama.
"Jangan marah pada mama, karena ini salah aku. Aku yang memaksa mama untuk memberitahu keberadaan kamu sayang, tapi mama nggak semudah itu juga memberitahu, butuh waktu satu tahun untuk meluluhkan hatinya. Mungkin mama kasihan juga bosan karena aku terus memohon tanpa henti agar diberitahu keberadaan kamu" Safira lagi-lagi terperangah pada penjelasan suaminya.
"Saat kamu pergi aku memberanikan diri untuk menemui mama Sandra dan menanyakan keberadaan kamu, tapi mama Sandra menolak memberitahu. Apalagi saat aku menceritakan pada mama Sandra tentang alasan kepergian kamu. Mama semakin menolak dan bahkan terlihat sangat membenci aku. Tapi aku nggak mau nyerah. Aku terus berusaha meyakinkan mama bahwa aku benar-benar menyesal dan ingin memperbaiki semuanya sama kamu. Mama akhirnya mau memberitahu kamu pergi ke mana dengan syarat aku nggak boleh menemui kamu, mama tau kamu akan sangat marah padanya kalau kamu tau mama memberikan alamat kamu. Aku hanya boleh melihat kamu dari kejauhan. Rasanya sangat menyiksa Safira, aku harus cukup puas hanya melihat kamu padahal aku sangat ingin memeluk dan meminta maaf"
🍁🍁🍁
Semoga cepat lulus review 😂
Ini aku up jam 20.21
kita lihat sama-sama ya lulus review nya jam berapa, semoga bukan besok siang 🤭🤭