Move On

Move On
Part 57



‘’Aku menyukaimu.’’ Vio berusaha menahan rasa malunya, setelahnya dia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Rayn. Tidak sanggup melihat wajah pria itu saking malunya.


Sementara Rayn tidak bisa lagi menahan rasa senangnya, pria itu beberapa kali mengecup puncak kepala Vio.


‘’Vio.’’ Andrea kaget begitu masuk ke apartemen putri bungsunya itu.


‘’Ray orang tuaku datang,’’ bisiknya dengan menampilkan senyum kakunya pada kedua orang tuanya.


Dengan perlahan Rayn membalik badannya, ikut tersenyum kaku pada kedua orang tua Vio.


‘’Rayn?’’ ucap Andrea lagi. Tadinya dia berpikir kalau Kevinlah yang sedang berpelukan dengan Vio tapi ternyata dugaannya salah, dia malah melihat Vio tengah berpelukan dengan seorang pria yang diketahui tidak lagi ada hubungan dengan putrinya itu.


‘’Ma-pa, tante-om,’’ ucap keduanya masih tersenyum kaku.


‘’Vi, bisa jelaskan ke mama-papa apa yang terjadi sekarang,’’ ucap Ardy yang juga tidak kalah kagetnya.


‘’Hhmm itu, ma-pa kami memutuskan untuk bersama lagi.’’


‘’Lalu bagaimana dengan kevin? Bukannya sekarang kamu sudah bersamanya?’’


Vio menggeleng. ‘’Kami memutuskan untuk berpisah.’’


‘’Ha!?’’ Ketiganya kaget mendengar ucapan Vio begitun dengan Rayn. Dia menatap Vio dengan tatapan yang sulit diartikan, sejujurnya dia kurang percaya kalau Vio bisa meninggalkan Kevin.


‘’Kalian benar-benar berpisah?’’ tanya Rayn yang diangguki Vio.


‘’Tapi kenapa Vi?’’


Vio memutar malas bola matanya. Sebenarnya apa yang dipikirkan Rayn sampai bisa bertanya seperti itu dan bukannya sudah jelas alasannya meninggalkan Kevin?


Dia juga sudah mengatakan dengan jelas kalau dia menyukai Rayn, memangnya apalagi alasan yang ingin didengar pria itu.


‘’Vi? Jawab, kenapa kamu meninggalkan Kevin?’’ tanya Rayn lagi karena Vio tidak kunjung memberi jawaban.


‘’Kamu benar-benar tidak tau alasannya?’’


Rayn mengangguk dengan cepat, dia ingin mendengar dengan jelas sebenarnya apa alasan Vio tiba-tiba meninggalkan Kevin apalagi setahunya wanita itu begitu sangat dan sangat mencintai tunangan masa lalunya itu.


‘’Vi apa alasannya?’’ desaknya lagi karena Vio masih terus diam.


‘’Aku nggak punya alasan,’’ jawab Vio asal, sedangkan mama Andrea dan papa Ardy hanya tersenyum melihat pasangan itu.


Hanya dengan melihat cara Vio menatap Rayn mereka sudah tau alasannya tapi lucunya Rayn sama sekali tidak tau, entahlah pria itu benar-benar tidak tau atau hanya pura-pura tidak tau.


‘’Vi setiap tindakan itu punya alasan dan aku nggak percaya kamu meninggalkannya begitu saja tanpa alasan yang jelas.’’


Sedangkan Rayn, pria itu malah memperlihatkan senyum cerahnya dan tanpa aba-aba mengangkat tubuh Vio dan memutarnya di udara sambil berteriak kesenangan.


‘’Kamu mengerjaiku ya?’’ ucap Vio begitu Rayn menurunkannya.


‘’Aku bukannya ingin mengerjaimu, aku hanya ingin mendengar alasan itu keluar dari mulut kecilmu ini agar aku bisa lebih yakin lagi tentang perasaanmu. Jangan ngambek atau marah padaku karena hal ini, oke.’’ Pria itu kembali menarik Vio dalam pelukannya sambil sesekali mengusap lembut belakang kepala Vio.


‘’Terimakasih ya karena sudah kembali padaku.’’


‘’Kalau aku tidak kembali kamu nggak akan mengejarku kan? Dasar menyebalkan, katanya cinta tapi nggak ada perjuangannya, atau kamu nggak benar-benar mencintaiku ya?’’ Vio melepas pelukan Rayn dan menatap dalam wajah teduh pria yang kini sudah 100% menjadi pemilik hatinya itu.


‘’Kata siapa? Aku mencintaimu melebihi apapun bahkan lebih dari diriku sendiri.’’ Rayn kembali menarik Vio dalam pelukannya.


‘’Kamu lebih mencintaiku atau kedua orang tuamu?’’ Vio hanya ingin mengetes Rayn. Dia tidak mungkin menyuruh Rayn untuk lebih mencintainya ataupun menuntut hal itu dari Rayn.


‘’Sama besarnya, aku mencintai kalian sangat mencintai kalian tapi tentunya dengan cara yang berbeda. Caraku mencintaimu tentu akan berbeda dengan caraku mencintai kedua orang tuaku. Kenapa bertanya begitu? Apa kamu ingin aku lebih mencintaimu?’’


Vio menggeleng dengan pelukan yang semakin dieratkan. ‘’Tidak, aku malah senang karena kamu mencintaiku sebesar kamu mencintai kedua orang tuamu karena itu tandanya kamu tidak akan pernah meninggalkanku. Iya kan? Dan aku janji mulai sekarang aku nggak akan pernah pergi atau meninggalkanmu lagi.’’ ucapnya sambil menutup rapat kedua matanya, merasakan hangat tubuh Rayn yang selalu bisa memberikan rasa aman dan nyaman untuknya. Dia juga rindu akan kesegaran aroma citrus yang selalu dihirupnya dari tubuh Rayn.


‘’Kamu bisa pergi, kamu bisa kemanapun yang kamu mau dan aku janji akan membawamu kembali, bukankah kamu mencintaiku dan cinta pasti tau kemana dia harus pulang,’’ jawab Rayn yang membuat Vio tersenyum senang. Entah serius atau hanya kalimat gombalan tapi yang jelas Vio sangat senang mendengar kalimat itu keluar dari mulut Rayn.


‘’Apa kalian tidak menganggap kami ada? Apa kalian pikir kami hanya pajangan? Begitu? Orang tua datang bukannya disambut eh malah asyik berpelukan,’’ tegur Andrea yang berpura-pura kesal pada pasangan itu padahal dalam hatinya dia merasa sangat senang karena keinginannya untuk berbesanan dengan sahabat tercintanya akan segera terlaksana.


Ah, tapi apa Anastasya masih menginginkan hal itu? Andrea jadi ragu.


‘’Astaga kita melupakan mereka,’’ bisik Vio sambil tersenyum kaku. Keduanya saling melepas pelukan satu sama lain dan beralih menatap ANdrea dan Ardy.


‘’Kenapa? Sudah sadar sekarang? Sudah ingat akan keberadaan kami?’’


‘’Sayang, biarkan saja namanya juga anak muda, berpelukan juga tidak ada salahnya. Ray, Vi kemarilah.’’  Ardy membela dan menyuruh keduanya untuk mendekat pada mereka yang entah sejak kapan sudah duduk santai di sofa.


‘’Jadi ceritanya kalian bersama lagi sekarang?’’ tanya Ardy yang langsung mendapat anggukan dari keduanya.


‘’Papa senang kalau kalian bersama lagi, dan kamu Vi.’’ Ardy melihat kearah Vio dengan tatapan hangatnya. ‘’Papa harap kali ini kamu bersungguh-sungguh, pilihlah seseorang yang benar-benar kamu cintai. Baik itu Kevin, Rayn atau siapapun itu papa-mama tidak akan pernah melarang selama kamu bahagia dengan pilihanmu dan papa-mama juga minta maaf padamu karena kami sudah membohongimu di masa lalu tapi percayalah nak papa-mama tidak punya tujuan buruk, kami hanya ingin yang terbaik untukmu. Sebagai orang tua keinginan kami hanya ingin melihat kalian anak-anak kami hidup dengan bahagia dan tanpa gangguan, kamu mengerti kan maksud papa?’’


Vio mengangguk, memindahkan posisinya di sebelah papa Ardy dan memeluk papanya dengan sangat erat. ‘’Maaf kalau waktu itu Vio emosi dan mungkin kata-kata Vio menyakiti hati mama-papa,’’ ucapnya yang sudah disertai air mata yang mulai jatuh membasahi pipinya.


Andrea juga ikut mendekat, mengelus lembut kepala Vio. ‘’Mama dan papa nggak pernah marah padamu, kami sudah memaafkan apapun itu sebelum kamu meminta maaf. Kamu tau kan bagaimana sayangnya kami berdua padamu?’’


Vio mengangguk dan ikut memeluk mama Andrea. Ketiganya saling berpelukan untuk waktu yang lumayan lama dengan Rayn yang setia menyaksikan drama mengharukan itu.


‘’Ray om harap kamu bisa menjaga Vio dengan baik, kami mempercayakannya padamu tapi ingat jangan pernah kamu sakiti karena kalau kamu berani menyakitinya maka om dan tante tidak akan membiarkanmu atau mengizinkanmu untuk melihatnya lagi.’’


Bersambung.....