
Safira tersenyum malu-malu pada Elbram yang telah tiba di rumah mama nya. Terlihat sekali binar bahagia di mata El saat menatap pada Safira.
El sangat ingin memeluk tubuh istrinya dan menghujamkan banyak ciuman di wajah Safira. Namun karena keberadaan kedua orang tua gadis itu mau tak mau El harus menahan dirinya.
"El kamu dari kantor langsung ke sini?" Tanya papa Safira.
"Iya pa" Angguk pria itu.
"Kamu bersihkan diri di kamar Safira aja. Nak temenin suami kamu, El pasti gerah dan butuh istirahat sebentar" Ucap sang papa.
"Iya pa, ayo El" El mengikuti langkah istrinya dengan dada yang membuncah, ia tak sabar ingin segera merengkuh tubuh Safira dan meluapkan semua perasaan bahagia karena ucapan cinta dari gadis itu. Sementara Safira diam-diam berusaha menenangkan detak jantung nya menyadari dirinya akan berduaan dengan Elbram, ia merasa malu pada pernyataan cinta nya beberapa waktu yang lalu.
Setiba nya di kamar Safira, tanpa menunggu lebih lama lagi El segera merengkuh tubuh Safira dan memeluknya dengan begitu erat. Pria itu mendaratkan ciuman di puncak kepala gadis itu. Tubuh Safira terhenyak, ia tak menyangka El akan melakukan ini. Namun Safira membalas pelukan El setelah berhasil menguasai rasa kaget nya.
"Aku mau dengar lagi yang kamu ucapin tadi sayang" Bisik Elbram.
"Ucapan yang mana?" Tanya Safira pura-pura tak mengerti.
"Ucapan terakhir sebelum sambungan telefon kita terputus" Balas Elbram yang membuat Safira didera rasa malu, tubuhnya terasa memanas. Ia tak bisa mengelak lagi sekarang
"Aku cinta banget sama kamu sayang, terima kasih sudah membalas cintaku. Aku merasa sangat bahagia" Ucap Elbram penuh kesungguhan. Pria itu meraih wajah Safira dan menatap dalam padanya. Safira terenyuh mendapati wajah Elbram yang tampak berkaca-kaca.
Safira tersenyum tulus dan menganggukkan kepalanya. "Aku juga cinta sama kamu El, makasih juga karena kamu terus mempertahankan perasaan cinta kamu buat aku" Safira bersyukur El begitu sabar merawat cinta yang ia miliki meski Safira belum membalas cinta nya selama ini.
"Makasih karena kamu nggak pernah menyerah memperjuangkan aku" bisik Safira lagi. El terlihat menahan air mata haru akibat rasa bahagia yang memenuhi jiwanya.
El tak menyangka daftar-daftar impian yang terdapat Safira di dalamnya kini benar-benar terwujud. Safira telah menjadi milik nya, tak hanya raga namun juga hati dan perasaan gadis itu telah berhasil ia miliki sepenuhnya.
El mendekatkan wajahnya, menautkan bibirnya menyapa dengan hangat kelembutan bibir Safira. Keduanya memejamkan mata, menikmati penyatuan bibir mereka yang terasa begitu syahdu karena ada cinta yang turut serta memercikkan keindahan dalam sentuhan mereka.
"Ehemm, maaf mama ganggu" Ucap mama Sandra sambil mengulum senyum.
"Ma-ma" keduanya saling melepaskan diri, wajah El dan Safira memerah dengan nafas yang sedikit terengah.
"Mama nggak bermaksud mengganggu ya, abisnya pintu nggak dikunci jadi mama udah terlanjur lihat deh" ucap mama Sandra cuek sembari menyerahkan handuk bersih pada Safira.
Safira dan El tersenyum kecut, El mengutuk dirinya yang lupa menutup pintu karena terlalu bersemangat memeluk Safira.
"Mama cuma mau kasih handuk yang abis dilaundry. Kalian bisa lanjutin yang tadi, tapi ingat pintunya dikunci dulu. Terus satu lagi, jangan lama-lama karena makan malam sebentar lagi akan siap" Goda mama Sandra yang semakin membuat sepasang suami istri tersebut salah tingkah.
"Mama" rengek Safira manja, mama Sandra terkekeh melihat ekspresi lucu El dan Safira yang menahan malu.
"Maaf sayang" Ucap Elbram sambil merengkuh tubuh Safira setelah mertuanya berlalu dari hadapan mereka.
"Maaf untuk apa?" tanya Safira masih tersipu.
"Karena lupa mengunci pintu, untung aja tadi belum sampai tahap buka kado ya sayang" Ucap Elbram, pria itu tertawa dan mengeratkan pelukan gemas pada istrinya ketika melihat Safira yang tampak merona.
"Tapi tadi mama nyuruh lanjutin dulu yang tadi. Aku juga belum buka kado aku sayang" tolak Elbram.
"Ulang tahun kamu uda lewat El, uda nggak boleh minta kado" Safira berusaha melepaskan diri namun El begitu kuat merengkuh Safira. Pria itu bahkan menggendong tubuh sang istri.
"El mau ngapain?" tanya Safira panik, apalagi saat El membawanya berjalan ke arah kamar mandi.
"Mandi bareng" Ucap El penuh arti.
"Aku uda mandi El, nggak mau mandi lagi. Nanti kelamaan, tadi kan mama bilang nggak boleh lama-lama" Rengek Safira manja. Ia tau jika sudah seperti ini mereka akan menghabiskan waktu lebih dari satu jam.
"Tapi aku mau mandinya ditemenin kamu sayang" El sama sekali tak mendengarkan penolakan Safira. Ia terus membawa istrinya masuk ke dalam kamar mandi.
🍁🍁🍁
"Papa kamu hampir pingsan nahan lapar" goda mama Sandra saat Safira dan El bergabung di meja makan.
"Emang uda nunggu lama ya ma? kenapa nggak duluan aja" Jawab Elbram santai sementara wajah Safira telah merona karena rasa malu yang mendera.
"Hampir 2 jam loh, papa dan mama mau makan malam bareng kalian, masa duluan. Emang kalian ngapain sih? kok lama banget" mama Sandra terlihat begitu bersemangat menggoda anak dan menantunya.
"Ma, uda jangan dilanjutin. Kasihan Safira tu wajahnya uda kayak kepiting rebus" Sang papa ikut menimpali.
"Ih udah ah, katanya lapar. Mulai aja makan nya" potong Safira sambil mencebik. Mama dan papa Safira kompak tertawa mendengar protesan dari putri mereka.
El mengusap lengan Safira sambil tersenyum, sementara Safira kembali mencebik pada sang suami. "Gara-gara kamu tuh" Gerutu Safira dengan berbisik yang hanya dibalas dengan senyuman oleh pria itu.
"Iya deh, semoga yang tadi berhasil jadi cucu ya" Ucap mama Sandra.
"Mama udah dong" Rengek Safira yang semakin membuat sang mama tertawa.
Safira segera meraih piring Elbram dan mengambilkan nasi serta lauk untuk suaminya. Berharap kedua orang tuanya tak kembali menggodanya. Safira merasa lega karena apa yang ia lakukan berhasil menghentikan celotehan sang mama. Mama Sandra terlihat ikut mengambilkan makanan untuk sang suami.
"Mau apa lagi El?" tanya Safira sembari meletakkan piring di hadapan sang suami.
"Ini aja dulu sayang, nanti aku bisa ambil sendiri" El tak bisa menutupi luapan rasa bahagianya. Saat ini Safira benar-benar berusaha menjalankan peran nya sebagai istri dengan baik.
Safira meraih piring untuknya dan memilih makanan dan juga lauk yang terlihat begitu menggugah selera. Malam ini seperti nya sang mama menyiapkan makan malam yang istimewa untuk mereka.
🍁🍁🍁
Haiii...
mau minta maaf lagi nih, karena lama nggak up. 🥰😘