
"Ar... kenapa wajahmu jelek sekali? " tanya Arka.
"Aku abis nangis, makanya wajah aku keliatan imut" jawab Aretha.
"Imut dari mana wajahmu terlihat seperti badut... "jawab Arka kemudian melanjutkan lagi tidurnya.
"Arka... kamu gak mau tahu aku nangis kenapa? "tanya Aretha.
"Tidak terima kasih, aku tidak mau mendengarkan ceritamu tentang ayam kalkun itu. Orang seperti itu tidak pantas kau tangisi " jawab Arka sambil menutup matanya.
"Kok kamu tahu, aku nangis gara-gara dia? "tanya Aretha. Arka berdecak kesal.
"Memangnya karena siapa lagi, hanya makhluk bodoh itu yang membuatmu sedih. Kalau saja Reby dan papa Revan atau om Regan tahu, ayam kalkun itu sudah habis terpanggang atau dijadikan kalkun guling oleh mereka.Karena Aretha yang cantik kesayangan mereka telah disakiti makhluk tidak berguna " ucap Arka
Aretha terdiam mendengarkan ucapan Arka, "dengarkan aku Ar, berhenti bersikap bodoh dan berhentilah mencintai orang seperti itu " nasihat Arka pada Aretha.
"Iya baiklah, asal kamu mau meluk aku sampai tidur "ucap Aretha.
"Bukankah dari tadi kau memeluku "ucap Arka, Aretha hanya nyengir kuda pada Arka.
"Tidurlah, aku mengantuk dan jangan berisik... "ucap Arka.
"Oke... oke penguin cerewet "ucap Aretha dengan semakin memeluk Arka. Arka menghela nafas kasar.
"Astaga... jika kau memeluku seperti ini kau membangunkan torpedoku dari tidur panjangnya" gumam Arka dalam hati. Namun Aretha terlihat nyaman dalam pelukan Arka, hingga Arka tidak tega untuk tidak membiarkan ia memeluknya.
*
*
*
Pagi-pagi Arka dan Aretha sudah siap untuk berangkat bekerja. Arka bekerja di Wijaya Group bersama dadynya dan Aretha bekerja di Maheswara Group bersama papanya serta Regan dan Reby.
Mereka berdua kini tengah sarapan bersama, untung saja Yura dan Anggi mempekerjakan asistent rumah tangga di sana, jika tidak pagi mereka akan sangat kacau nanti.
"Kau mau ikut mobilku atau kau naik mobilmu? "tanya Arka.
"Mobil kamu lah, aku males nyetir "jawab Aretha.
"Tapi aku malas membawamu... "ucap Arka
"Jangan males-males bawa istri cantik, nanti di culik sama cowok ganteng kamu bakal nyesel... "ucap Aretha.
"Mana ada laki-laki yang mau menculikmu, kau itu gadis cerewet menyebalkan dan juga sangat berisik... "
"Jangan lupa kalo aku ini gadis yang sangat imut dan cantik"
*
*
*
Hari ini Arka ada meeting penting tentang kerja samanya dengan perusahaan yang baru Rama rekomendasikan untuk proyek baru mereka. Mereka akan kedatangan tamu dari perusahaan Itu hari ini. Dan yang membuat Arka agak terkejut adalah ternyata Davin dan Livia lah yang akan mewakili perusahaan itu untuk meeting kali ini.
Arka memperlihatkan wajah tidak suka saat melihat mereka berdua, berbeda dengan Livia yang selalu menatap kagum pada Arka. Sedangkan Davin merasa cemburu karena Livia terus saja menatap kagum pada Arkana.
Meeting di laksanakan sekitar dua jam demi mencapai kesepakatan bersama. Setelah meeting selesai, semua orang keluar dari ruangan meeting. Terkecuali Davin dan Livia, Arka tahu jika mereka ingin membicarakan sesuatu padanya, tentang Aretha pastinya. Entah mengapa melihat wajah Davin membuat Arka mengepalkan tangannya, ia ingin sekali memukul pria sok tampan yang ada di hadapannya ini.
"Ada apa....? "Tanya Arka langsung pada intinya saat di ruangan itu hanya tinggal mereka bertiga.
"Aku hanya ingin bertanya, benarkah kau sudah menikah dengan Aretha...? "tanya Davin.
"Apa hubungannya denganmu jika Ar menikah denganku...?"tanya Arka ketus.
Davin tertawa melihat Arka "Astaga Arkana... kau pria yang sangat hebat, bagaimana kau bisa menikah dengan gadis sepertinya " ucap Davin dengan nada mengejek. Mendengar ucapan Davin Arka mencoba menahan emosinya.
"Sepertinya apa maksudmu....? "tanya Arka menahan geram
"Maksudku, Aretha memang gadis yang sangat cantik tapi dia terlalu kekanakan dan tidak terlihat dewasa. Sebagai pria dewasa aku lebih suka gadis yang matang" ucap Davin sambil melihat Livia yang mengeluarkan senyum menggodanya. Namun bukannya suka melihat senyum Livia, ia malah merasa jiji* dengan wanita seperti Livia.
"Aku tidak minta pendapatmu...." ucap Arka
"Berarti benar kau sudah menikah dengan Aretha...? "tanya Davin lagi.
"Benar atau tidak bukanlah urusanmu, tapi bagiku Aretha adalah gadis yang sempurna dan aku menyukainya. Jujur saja aku lebih suka gadis yang terlihat kekanakan dari pada melihat gadis yang dewasa dan sensual namun terlihat murah dan senang di jamah.... " ucap Arka dengan nada mengejek. Senyuman Livia lenyap sudah, ia merasa tersentil dengan ucapan Arka barusan. Karena ia memang gadis yang seperti Arka ucapkan barusan.
Kebanggaan yang ada dalam dirinya terasa menjadi hina di mata Arka. Padahal Livia sangat mengidam-idamkan sosok tampan nan rupawan yang ada di depannya.
"Pergilah sebelum aku melemparmu dari atas gedung ini, aku tidak tertarik berbincang denganmu... " ucap Arka bangun dari duduknya serta membenarkan jasnya uang tidak kusut itu dan hendak pergi dari ruangan itu. Namun sebelum pergi ia mengatakan sesuatu pada Davin.
"Sebaiknya kau periksakan matamu dan hatimu itu, agar kau bisa membedakan barang mahal dan barang murah"ucap Arka kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Arkana.... lihat saja kau pasti akan jatuh dalam pesonaku" gumam Livia dalam hati.
*
*
*
Minta dukungannya dengan like dan komencerita ini 😚😚😚