MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 20



Melihat Aretha pingsan Arka langsung panik dan menggendongnya ke dalam mobil dan hendak membawanya ke rumah sakit. Padahal yang sebenarnya Aretha hanya pura-pura pingsan saja.


"Oh ya ampun gaswat, aku mau di bawa kemana nih. Kalo di bawa ke rumah sakit nanti ketahuan lagi bohongnya.... "gumam Areta dalam hati


"Ar... bangun " Arka menepuk-nepuk pipi Areta dengan pelan. Tentu saja ini kesempatan bagus untuk Areta bangun supaya ia tidak di bawa ke rumah sakit. Perlahan Areta membuka matanya, seolah-olah ia baru sadar dari pingsan.


Untung saja titisan bis ramah ini sangat pintar berakting, hingga anak penguin tertipu olehnya. Kasihan sekali anak penguinnya ini, tapi tidak apa-apa yang terpenting sekarang adalah suaminya selamat dari godaan plankton.


"Arka.... "ucap Areta dengan lemas, posisi mereka kini sedang berada di mobil Arka. Karena tadi Arka sangat panik dan bingung harus membawanya kemana, yang terpenting tadi adalah Areta aman dari serangan Dora Emon yang berusaha menggendong Areta. Enak saja demi kerang-kerang yang ada di lautan Arkana tidak rela jika hamtaro miliknya disentuh oleh pria pengganggu seperti Davin.


"Astaga.... kau kenapa Ar? kau membuatku khawatir, kenapa kau tiba-tiba pingsan begini? tanya Arka panik.


"Kepala aku pusing banget , mungkin aku kecapean" jawab Areta dengan lemas. Astaga Areta kini sedang menahan tawanya agar tidak meledak seperti petasan. Karena melihat ekspresi Arka yang sangat khawatir padanya. Jujur saja Areta merasa terharu dan bahagia dengan sikap perhatian Arka padanya.


"Ya sudah.... kita ke dokter dulu sekarang" ajak Arka dan membelai lembut rambut Areta.


"Gak mau aku mau pulang, aku mau tidur soalnya ini karena aku kecapean banget" ucap Areta.


"Tapi aku khawatir kamu kenapa-napa Ar " ucap Arka


"Aku gak apa-apa Arka.... "ucap Areta, ya jelas tidak apa-apa karena Areta hanya pingsan pura-pura saja.


baiklah kita pulang....."ajak Arka


"Terus mobil aku gimana?"


"Ada orang kantor yang mengurusnya nanti" Areta pun mengangguk saja, karena dia juga sudah sangat lelah hari ini. Sudah lelah karena pekerjaan ditambah ia harus menghadapi dua plankton sekaligus. Untung saja otaknya licik seperti kepiting mata duitan yang ada di lautan. Hingga Arka bisa terselamatkan dari bibit plankton perayu.


*


*


*


Setelah sampai di rumah Arka masih menggendong Areta padahal Areta kuat untuk berjalan. Namun Arka memaksanya untuk menggendong dirinya karena khawatir jika Areta pingsan lagi.


Ya ampun semakin terharu saja anak piranha ini di buatnya. Dengan perlahan Arka membaringkan tubuh Areta di ranjangnya serta membuka sepatu Areta dan membuka blazer yang di pakai Areta.


"Tanktopnya gak sekalian di buka.... "goda Areta


"Ar.... astaga kau ini" kesal Arka, karena ucapan Areta barusan membuat pikiran Arka menjadi melayang-layang membayangkan betapa ranumnya buah mangga milik Areta.


Sedangkan Areta hanya tertawa saja melihat wajah Arka yang memerah seperti menahan malu atau menahan burung pelatuknya agar tidak tiba-tiba terbangun dan menunjuk pada Areta.


"Kau istirahat saja, aku mau mandi dulu" ucap Arka.


*


*


*


Di rumahnya Luna duduk termenung sendirian, ia masih tidak percaya jika Arka sudah menikah dengan Areta. Penantiannya selama ini terass sia-sia. Sikap lembut yang selalu ia perlihatkan pada Arka, semuanya sia-sia.


"Aaaaaarrkkkhhhh...... " teriak Luna, ia memegangi kepalanya dan merasa frustrasi proa yang ia idam-idamkan selama ini ternyata sudah menjadi milik orang lain.


"Aku tidak akan menyerah Arka.... kau harus menjadi milikku" ucap Luna.


*


*


*


"Apa pekerjaan yang ku berikan terlalu melelahkan? "gumam Arka.


Sambil menunggu waktu makan malam, Arka pun tiduran di samping Areta dan memandang wajah cantiknya. Terkadang Arka masih tidak percaya jika. gadis cerewet dan cempreng ini kini menjadi istrinya.


Areta adalah satu-satunya wanita yang bisa berinteraksi dengan Arka. Karena Arka termasuk pria yang tertutup dan juga paling tidak suka di dekati oleh wanita. Areta adalah teman kecilnya yang kini berubah menjadi teman tidur dan satu selimut dengannya .Arka pun tersenyum membayangkannya.


Saat akan memejamkan matanya, Arka melihat ponsel Areta berkelap-kelip dan menandakan ada pesan yang masuk. Dan saat Arka melihat dari layar popnya terlihat sebuah pesan.


(Ar.... kau tidak apa-apa, kenapa kau bisa pingsan) Sebuah pesan masuk dari Davin


(Ar.... tolong balas pesanku, aku sangat khawatir padamu...)


(Ar.... maafkan aku sangat mencintaimu dan aku yakin kau juga masih sangat mencintaiku) pesan beruntun terus masuk ke ponsel Areta.


"Dasar tidak tahu malu.... "gumam Arka.


"Ar.... aku tahu kalau kau menikah karena di jodohkan, aku tahu kau tidak mencintainya dan hanya mencintaiku. Kembali lah padaku Ar, kita mulai lagi dari awal dan bercerailah dengan Arka. Aku akan menerimamu dengan senang hati)


Pesan terakhir membuat Arka meradang, bercerai katanya. Sampai kapan pun Arka tidak akan pernah menceraikan Areta dan membiarkannya menjadi milik pria lain. Apalagi pri semacam Davin.


Arka menyimpan kembali ponsel Areta tanpa membalas dan membuka satu pun pesan dari Davin. Pandangannya kini mengarah pada Areta, wajah cantiknya seolah seperti magnet yang mampu menariknya untuk mendekat.


Arka terus saja memandangi Areta, ia tidak rela jika Areta menjadi milik orang lain. Pandanganya kini beralih pada bibir tipisnya yang menggoda. Arka mengusap bibir kecil berwarna pink itu.


Ia ingin merasakan lagi bibir kecil itu pasti sangat manis pikir Arka.


"Kau hanya boleh menjadi milikku Ar.... " gumam Arka. Kemudian ia membenamkan bibirnya di bibir kecil Areta dan merasakan sesuatu yang membuatnya terasa sangat menikmati dan menginginkannya lagi dan lagi.


Merasa ada yang menciuminya Areta membuka matanya. Dan melihat Arka sedang menciumnya, Areta mendorong sedikit tubuh Arka yang besar yang menghimpit tubuhnya yang kecil.


"Ka...."panggil Areta dengan suara seraknya khas bangun tidur.


"Kenapa....?"tanya Arka.


"Kamu mau ngapain....?"tanya balik Areta yang melihat Arka mulai mendekatkan lagi wajahnya.


"Aku mau menciumu lagi Ar.... "ucap Arka dengan suara beratnya yang tidak seperti biasanya. Arka pun kemudian mencium Areta lagi, mengecapi seluruh bibirnya seolah mengklaim jika itu semua adalah miliknya.


Areta mulai melenguh saat bibir Arka turun dan menciumi leher jenjangnya. Ada rasa aneh yang di rasakan oleh Areta.


Areta adalah perempuan yang tidak pernah tersentuh, saat menjalin hubungan dengan Davin pun. Ia tidak pernah kontak fisik dengannya.


Tangan Arka mulai tidak diam, ia mulai menyusuri mencari sesuatu yang selalu membuatnya penasaran yaitu buah mangga milik Areta. Dan sepertinya Arka tidak ingin menahan rasa penasarannya lagi. Hingga dengan satu tarikan tanktop yang di pakai oleh Areta pun terlelas dan ia lempar.


"Arka.... "


*


*


*


Dukungannya mana nih 😚😚