
Dua bulan sudah Arka dan Areta tinggal di rumah mereka, dan mereka sangat bahagia. Rumah tangga yang mereka jalani terasa sangat menyenangkan tentunya karena mereka juga saling mencintai.
Areta yang selalu ceria memberikan kehangatan di rumah itu. Hingga Arka yang jarang bicara pun tidak pernah merasa kesepian. Areta kini sudah tidak bekerja lagi, saat ini ia sedang fokus karena ia sedang program hamil. Ia ingin cepat-cepat hamil karena ia sudah tidak sabar lagi ingin menggendong seorang bayi. .
Pagi ini biasanya suasana rumah sangat hangat dan terasa ramai karena mendengar celotehan Areta yang membuat suasana rumah terasa ramai. Namun tidak untuk kali ini. Rumah itu terlihat sangat sepi karena Areta sedang tidak enak badan. Ia merasa meriang tapi tubuhnya tidak demam tubuhnya terasa lemas dan juga sangat pusing.
Melihat istrinya yang tidak enak badan membuat Arka tidak pergi bekerja untuk hari ini. Arka memutuskan untuk menemani Areta saja Membuat pekerjaan Sony semakin banyak saja dan yang pasti memperpanjang masa jomblonya.
Pagi ini Areta menginginkan makan sesuatu, yang entahlah rasanya ingin sekali. Ia mangatakan jika ia ingin makan makanan yang segar, waktu ditanya ingin makanan segar apa. Areta hanya menggelengkan kepalanya, membuat Arka menjadi bingung.
"Ar...sebenarnya kau ingin makan apa? Aku bingung petunjuk yang kau ucapkan hanya satu kata yaitu segar" ucap Arka.
"Makanan yang segar itu kan banyak Ka, ada es campur, es kelapa, es jeruk....."
"Itu minuman bukan makanan, astaga.... "potong Arka.
"Gitu ya...aku juga bingung mau makan apa nanti?"Tanya Areta menggaruk kepalanya
"Sepertinya istriku terkena virus bis ramah atau mungkin juga terkena virus anak kambing " gumam Arka dalam hati dan menghela nafas kasar. Areta yang merasa tengah sensitif perasaannya jadi merasa tersinggung dengan sikap Arka.
Sifat tersinggung sama sekali bukan sifat Areta, tidak ada dalam kamusnya jika Areta pernah tersinggung oleh seseorang. Jika menyinggung orang lain jangan ditanya, karena hampir setiap hari ia menyinggung perasaan Arka.
Melihat Areta yang hanya diam saja membuat Arka merasa aneh dan melihat ke arah wajah cantik Areta yang kini terlihat pucat.
"Ar.... kenapa kau diam, apa bateraimu habis? "tanya Arka, Areta malah memalingkan wajahnya dan tidak mau melihat ke arah Arka. Kini rasa pusing Arka bertambah karena tiba-tiba Areta dalam mode senyap. Yang berarti itu adalah tanda bahaya. Karena jika sampai Areta dalam mode off sudah bisa di pastikan jika jatahnya bermain kikuk-kikuk akan hilang malam ini.
Oh tidak... itu tidak boleh terjadi. Kesejahteraan burung pelatuknya harus selalu terjaga pikir Arka.
"Areta sayang, cantikku.... " bujuk Arka sambil membelai rambut Areta yang panjang. Namun Areta hanya diam saja. Malah kini terlihat jika Areta meneteskan air mata.
Oh astaga, memangnya apa yang Arka lakukan bagaimana bisa sumber kebahagiaannya itu sampai meneteskan air matanya yang berharga. Kau jahat Arka, pikiran Arka jadi mendadak kacau melihat Areta menangis.
"Ar... " panggil Arka lagi, namun Areta malah masuk ke dalam selimutnya dan bersembunyi di sana.
"Sayang.... "
"Hah.... " Oh astaga mode bahaya di mulai, ini tidak bisa dibiarkan. Arka pun langsung masuk ke dalam selimut dan memeluk Areta.
"Areta sayang kau kenapa? "ucapnya sambil memeluk Areta, tidak ada perlawanan berarti masih aman Arka tersenyum.
"Aku tuh mau makan sesuatu, tapi kamu gak mau beliin, aku jadi sedih " jawabnya sambil terisak
"Tidak begitu sayang, aku hanya belum mengerti saja apa sebenarnya yang istriku ini inginkan. Istriku yang sangat cantik ini memangnya ingin apa? "tanya Arka lagi, ya ampun penguin ini sangat pintar membujuk rupanya. Terbukti Areta langsung berbalik dan memeluk tubuh Arka yang kekar.
"Yesss.....!!! " Arka bersorak riang dalam hatinya, karena kekesalan Areta sepertinya sudah menguap dan hilang bersamaaan dengan ketakutan Arka tadi.
"Kau mau apa, aku akan memberikannya padamu sayang.... " Arka memeluk Areta sambil tersenyum bodoh. Jika ada yang melihat tingkah Arka sekarang mungkin mereka tidak akan percaya. Karena seorang Arkana Wijaya yang dikenal dingin dan jarang bicara. Kini sedang tersenyum bodoh sambil membujuk istrinya karena takut kehilangan jatah minum susu.
"Eemmmm..... " Areta terlihat berpikir, dan Arka berharap jika keinginan istrinya itu bisa cepat ia berikan. Agar ia bisa tenang memeluk istrinya, mudah-mudahan juga bisa mendapatkan bonus ehem-ehem dari Areta.
"Apa....? "
"Aku gak tahu, bantu mikir dong makanan yang segar itu apa? "
Gubrak.....
"Cekik saja aku .... " Ingin sekali Arka jungkir balik saat ini. Karena di minta lagi untuk berpikir apa yang diinginkan istrinya. Jika ia salah lagi bicara atau bersikap alamat ia harus membujuknya lagi.
"Astaga.... "
*
*
*
Likenya mana nihh 😘😘😘 udah mampir sama Agam belum, mimin tunggunya 💃💃