
Setelah hampir satu bulan berada di rumah sakit, Arka dan Areta kini di ijinkan pulang oleh dokter. Dan mereka berdua kini tinggal di rumah keluarga Maheswara. Semua keluarga sangat antusias mendengar kepulangan mereka, hingga kini mereka semua tengah menjemput Arka dan Areta.
Anggi dan Rama sebenarnya ingin anak dan menantunya tinggal di rumah Wijaya, namun Areta memilih tinggal bersama sang Bunda. Dan Arka juga tidak mau jauh dari sang istri. Akhirnya Rama dan Anggi setuju mereka tinggal di sana. Karena mereka berdua juga bisa menjenguk mereka setiap hari.
Mereka berdua masih belum bisa berjalan dengan normal dan masih menggunakan kursi roda. Sebenarnya Areta sudah mulai lancar berjalan, tapi melihat Arka di kursi roda Areta pun ingin duduk di sana. Dan Revan pun mengijinkan, apa pun untuk puteri kesayangannya.
Rasya si mulut gatal pun tidak bisa jika ia tidak bicara yang menyebalkan.
"Ar...kau ini manja sekali kau kan sudah bisa berjalan. Tahu begini aku akan membawakanmu otoped" ucap Rasya
"Kau bisa membawanya ke rumah nanti" jawab Areta tidak mempedulikan ucapan Rasya.
"Aihh... menyebalkan " si abon mini itu mendelik. Kini mereka semua sedang bersiap untuk pulang dari rumah sakit.
"Kau yang menyebalkan, apa kau tidak bisa bicara hal yang enak di dengar" ucap Sabrina.
"Tentu saja bisa sayang, semua kata cinta daan kata-kata indah aku persembahkan hanya untukmu" ucap Rasya dengan semangat saat mendengar ucapan Sabrina.
"Aku tidak butuh itu..." jawab Sabrina, membuat semua orang tertawa melihat anak abon itu.
"Sasa selama ini kau memberi makan apa pada anak kita " tanya Ramon
"Ya makan nasi memangnya apa lagi, anakku yang tampan itu bukan anak kambing yang suka makan rumput apa lagi anak unta yang makan kurma" jawab Sasa sambil tertawa tanpa memperhatikan dan juga peduli anak kambing dan anak unta yang kini sedang menatapnya dengan tatapan ingin mengunyah makhluk micin ini.
"Astaga , Abon istrimu memang makhluk luar biasa..." ucap Regan tergelak
"Sama saja istrimu yang juga makhluk bikini bottom itu sangat aneh, dasar kanebo tidak pernah sadar diri..." jawab Ramon.
"Istriku tidak aneh, dia adalah makhluk unik yang cantik " jawab Regan tidak mau kalah dari makhluk abon berhati hello kitty itu.
"Bukankah isteri kalian makhluk aneh semua..." ucap Reby dengan menyebalkan.Makhluk titisan kanebo itu memang sama seperti ayahnya, yang jika bicara seperti buang angin saja.
"Semoga kau mendapatkan istri yang lebih aneh dari makhluk pokemon" ucap Revan
"Aamiin..." ucap mereka semua serentak bersamaan.
"Astaga, kalian semua memang menyebalkan..." ucap Reby.
*
*
*
Karena para suami 4 R itu sedang tidak bisa bekerja, semua pekerjaan diserahkan kepada asistent mereka. Maka kini Stevan dan juga Sony sedang sangat sibuk di kantor. Karena Rama tidak ke kantor begitu pun Arka yang memang belum bisa bekerja hingga saat ini.
Kerjasama dengan perusahaan yang dulu di pimpin oleh Davin pun kini di alihkan tanggung jawabnya sementara kepada Sony.
Sony berdecak malas jika harus bolak-balik ke perusahaan itu, membuat sang Papa Stevan mengeluarkan jurus ceramahnya yang panjang kali lebar kepada Sony.
"Aku malas Pah, aku tidak mau bertemu si Dorayaki itu..." jawab Sony yang akhirnya jujur pad Stevan karena telinganya sudah sangat panas mendengar omelan dari Stevan.
"Siapa Dorayaki ?" tanya Stevan
"Sekretaris Dora Emon itu yang buah kelapanya besar itu " jawab sony
Stevan langseng tergelak mendengarnya, "Jadi kau tidak mau kesana gara-gara kau tidak mau melihat buah kelapanya yang besar. Dasar anak bodoh, anggap saja cuci mata" ucap Stevan menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembli duduk di kursi kerjanya.
"Cuci mata itu melihat buah yang ori bukan buah yang sudah terkontaminasi" jawab Sony berdecak sebal mendengar ucapan Papanya.
"Dari mana kau tahu jika buah kelapanya itu sudah terkontaminasi, memangnya kau sudah pernah melihatnya ?" tanya Stevan asal sambil meminum kopinya untuk merilekskan otaknya yang terasa panas karena banyak sekali pekerjaan.
" Aku memang belum melihatnya, aku juga kesal karena dia mengaku menjadi pacarku pada Pak Rama " ucap Sony lagi dengan kesal
"Kau tinggal bilang putus saja, apa susahnya" ucap Stevan
"Benar juga, kenapa aku tidak terpikir kesana " ucap Sony tersenyum
" Ya sudah kau kesana sekarang, jangan selalu menunda pekerjaan. Pekerjaan kita ini sangat banyak" ucap Stevan
"Baiklah...." Sony pun langsung bersiap untuk pergi ke perusahaan dimana ada Livia di sana.
*
*
*
Tak membutuhkan waktu lama kini Sony sudah sampa di perusahaan itu, dengan gaya sok keren ia turun dari mobilnya. "Aku merasa seperti menjadi Bos hari ini" gumamnya tersenyum bodoh. Seperti dugaannya Sony memang bertemu dengan Livia.
Seperti biasa Livia selalu terlihat cantik dan seksi. Melihat ada Sony Livia pun berniat menyapa dan ingin menanyakan keadaan Arka dan juga Areta.
" Hai Son...." sapa Livia, dengan gaya menyebalkannya Sony membuka kacamata hitamnya yang sedari tadi ia pakai entah kenapa asistent aneh ini memakai kaca mata hitam di ruangan.
"Oh ternyata kau Dorayaki " ucap Sony
"Jangan memanggilku dengan panggilan itu, itu sama sekali tidak cocok untuk aku yang sangat cantik " jawab Livia kesal pada Sony.
" Oh ya aku ingin mengatakan sesuatu padamu " ucap Sony
"Ada apa katakan saja...." jawab Livia ketus sambil mulutnya komat-kamit.
"Mulai hari ini kita putus...." ucap Sony
"A-apa...."
*****
Dasar ya Ison, main bilang putus aja emang kapan jadiannya 😐😐😐