MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 53



Di kehamilannya yang masih muda ini, Areta mengalami morning sickness.Pusing serta mual selalu menyerangnya setiap pagi. Dengan sabar Arka selalu menemaninya, seperti sekarang Arka sedang mengusap perut Areta dengan kayu putih dan juga memberikannya teh hangat agar mengurangi rasa mual di perutnya.


"Kok rasanya mual banget ya Ka, kepala aku juga pusingnya kebangetan muka kamu aja gak jelas keliatan gantengnya" ucap Areta


"Walau tidak terlihat jelas olehmu, tapi pada kenyataannya wajahku ini ternyata tetap terlihat sangat tampan dan juga sangat keren" jawab Arka


"Iya...kamu tuh ganteng banget makanya si Lun-Lun sampe keleyengan dan sakaw sama kamu" ucap Areta. Namun Arka sama sekali tidak menanggapi ucapan Areta tentang Luna yang gila itu.


"Rasanya aku tuh pengen masukin kamu ke dalam karung terus aku kunci di lemari biar gak ada yang liat" ucap Areta lagi, Arka langsung tertawa mendengarnya.


"Kau kejam sekali ingin memasukanku ke dalam karung dan juga mengunciku di lemari" ucap Arka


"Biar gak bikin anak orang patah hati, kan kasian" jawab Areta.


"Sudahlah, kau ini cerewet sekali tidurlah lagi dan istirahat. Aku mau mandi dulu "ucap Arka dan menidurkan Areta


"Aihhhh.... bukannya di tidurin malah di suruh tidur sendiri" gumam Areta


"Jangan menggodaku Ar.... aku ada meeting penting hari ini " ucap Arka sambil masuk ke dalam kamar mandi.


Di suruh tidur pagi-pagi rasanya Areta merasa malas, meskipun tubuhnya terasa lemas dan juga kepalanya agak pusing Areta bangun dari tempat tidurnya dan pergi ke bawah dan melihat keluarganya yang selalu berkumpul saat pagi. Setelah menyiapkan pakaian Arka, Areta pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju lantai bawah dan di sana ia melihat ada Yura dan juga Sabira yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan.


Yura yang melihat Areta langsung memanggilnya


"Ar.... " panggil Yura


"Aku mau makan bun, perut aku lapar tapi mulut aku mual jadi bingung " ucap Areta yang kemudian duduk di salah satu kursi yang ada di situ


"Namanya juga hamil, bunda juga dulu gitu" ucap Yura.


"Iya, Momy juga gitu.... " ucap Bira, Areta memang memanggil Mommy pada Bira mengikuti Reby jika memanggil Bira saat masih kecil. Begitu pun dengan Reby yang memanggil Yura dengan sebutan Bunda mengikuti Areta. Yura pun menceritakan keluhan kehamilannya pada Yura dan juga Bira. Bira dan Yura pun memberikan nasihat dan solusi saat dulu mereka merasakan morning sickness waktu hamil dulu.


Saat sedang asik mengobrol para pria kini turun untuk sarapan, semua sudah siap dan juga rapi. kecuali Regan. Ia malah dengan sengaja menenteng dasinya karena ingin di pasangkan oleh Bira.


"Sayang, kau ini kemana saja aku menunggumu di kamar dari tadi. Lihatlah gara-gara kau aku belum memakai dasiku" protes Regan pada Bira


"Dasar spongebob emangnya gak bisa pake sendiri, udah tua juga.... "jawab Bira dan menghampiri suaminya yang manja itu.


"Aku tidak mau memakainya sendiri, aku mau di pakaikan olehmu agar ketampananku semakin berlipat-lipat" ucap Regan


"Dasar manja.... " ucap Reby sambil melewati Regan


"Bilang saja kau iri dengan Papamu, makanya menikahlah. Agar hidupmu tidak kesepian " ejek Regan


"Kau belum tahu rasanya menikah Reby makanya kau bicara begitu....." ejek Arka


"Benar, penguin kutub ini saja sekarang menjadi penguin gurun sejak menikah.... " ucap Regan


"Yang tinggal di gurun mah bapaknya penguin... " ucap Bira. Semua orang langsung tertawa karena membayangkan Rama si anak unta


Di rumahnya, telinga Rama terasa sangat panas hingga ia menggosok-gosok telinganya. Untung saja mereka tidak membahas Timmy si anak kambing yang tinggal di kebun bunga cinta dari Rama. Ya ampun, semakin tua mereka malah semakin menjadi saja. Astaga....


*


*


*


Di tempat lain


" Siena..... Siena.... sayangku.... " panggil Bagas


"Ada apa Bagas, kenapa kau berteriak pagi-pagi" jawab Siena dan menghampiri suaminya yang cerewet dan menyebalkan.


"Siena suapi aku makan, tanganku sakit karena terluka.... " ucap Bagas menyebalkan.


"Sejak kapan kau makan pakai tangan kiri.... "kesal Siena


"Aarrghhh.... ini sangat sakit" ucap Bagas berakting


"Aktingmu sangat buruk Bagas, kau sudah tua tapi selalu saja manja" ketus Siena


"Siapa bilang aku tua, aku masih tampan dan gagah" jawab Bagas, karena itu memang benar Bagas masih kelihatan sangat tampan begitu pun dengan Siena yang masih terlihat sangat cantik.


"Kenapa Papaku sifatnya aneh sekali, bagaimana jika nanti berdekatan dengan Abon mini ehh... Ya ampun kenapa aku jadi berpikir kesana" gumam Sabrina yang sedang sarapan dan melihat kedua orangtuanya yang sedang berdebat hal yang tidak penting.


Di kediaman Adyatama


"Kenapa aku jadi ingat bidadariku.... " ucap Rasya


"Ngekhayal teruuuuusss dasar Abon mini..... " ucap Sasa, melihat kelakuan anak dan istrinya Ramon geleng-geleng kepala.


"Syukurlah mentalku terjaga dengan baik selama ini" gumam Ramon


Likenya mana nihh 😚😚