
"Hai Arka.... "sapa seorang gadis cantik pada Arka, Arka dan Aretha tampak terkejut melihat gadis cantik itu. Karena dia adalah Livia, ya Livia kekasih Davin mantan kekasih Aretha. Astaga sedang apa gadis gatal ini di sini.
"Mau apa kau kemari...?" tanya Arka
"Kau pikir mau apa aku kesini, tentu saja untuk menemuimu Arka... "ucap Livia dengan dibuat semanis mungkin seperti mata air pegunungan namun malah terasa merusak gendang telinga Arka dan Aretha.
"Ya ampun ni ulat bulu mudik ya, aku lupa kalo kebun kan habitatnya ulat bulu..."ucap Aretha, mendengar ucapan Ar Livia mendelil tidak suka.
"Ayo Ar... kita pulang " ajak Arka
"Ayo... aku juga medadak gatel-gatel ini" ucap Aretha.
"Ar... aku jauh-jauh kesini hanya untuk bertemu dengan Arka tapi kau malah mengajaknya pergi. Kau memang tidak sopan.... "ucap Livia kesal
"Memangnya siapa yang menyuruhmu kemari....!" ucap Arka menahan geram.
"Arka, hargailah pengorbananku ini" ucap Livia
"Gak ada yang minta wooyy.... " Aretha berucap dengan kesal. Sifat bar-bar nya mulai keluar yang memang menurun dari Yura.
"Kau bahkan sangat kasar sebagai perempuan...." ucap Livia
"Dan Lo gatel sama suami orang sebagai cewek.... "Aretha bahkan sudah tidak mau lagi berkata lembut pada gadis menyebalkan di depannya ini.
"Kau.....!!!"
"Diam kau....!!! "bentak Arka
"Arkana.... " ucap Livia sedih karena di bentak oleh pria pujaannya, padahal ia sudah susah payah mencari informasi tentang keberadaan Arka dan mengikutinya sampai sejauh ini. Tapi Arka malah terlihat tidak suka, bahkan terpesona pun tidak sama sekali.
Arka menarik tangan Aretha dan langsung pergi karena ia malas menghadapi gadis tidak tahu malu seperti Livia.
"Tutupin tuh kelapa nanti kena angin jadi kempes... "ucap Aretha saat melewati Livia yang memang memakai pakaian terbuka dan memperlihatkan buah kelapa montoknya
*
*
*
Mereka berdua kini sudah sampai di Villa dan hendak beristirahat, namun hanya satu kamar yang boleh di pakai karena Rama meminta para pelayan untuk mengunci semua kamar.
Masalahnya torpedonya selalu celingukan jika berada dekat dengan Aretha. Ia tidak mau menyentuh Aretha sebelum ia benar-benar mencintainya dan takut jika nanti hanya akan melukai Aretha.
"Di sini dingin banget sihh, enaknya ngapainya kalo gini"ucap Aretha.
"Tidur.... "jawab Arka
"Tidur sambil peluk-pelukan gitu, aihhh anak penguin mesum juga ya... " goda Aretha.
"Otakmu itu yang mesum, terlalu banyak mengandung kuwaci..." ucap Arka, ia berjalan ke arah tempat tidur dan merebahkan tubuhnya yang lelah.
Aretha malah terbahak mendengar ucapan Arka, dan malah dengan sengaja tidur di samping Arka dan memeluknya.
"Hey hamtaro kau selalu saja memeluku sembarangan" ucap Arka.
"Nggak apa-apa udah halal ini.... "ucap Aretha malah semakin menyusupkan kepalaya ke leher Arka, hingga Arka merasa geli-geli gelisah karena gagang sapunya mulai aktif bergerak.
"Ar.... "ucap Arka
"Ya udah kalo gak mau peluk, aku peluk abon junior aja. Dia mah gak pernah nolak kalo di peluk "ucap Aretha melepaskannya pelukannya dari Arka.
"Kau tidak boleh memeluk Abon mata keranjang itu, kau hanya boleh memeluk suamimu "ucap Arka.
"Gak mau.... penguinnya pelit " ucap Aretha dan membelakangi Arka.
"Aku tidak pelit cepat peluk aku.... " ucap Arka
"Gak mau, makasih.... " Aretha masih tidak mau berbalik dan tetap pada posisinya.
"Baiklah kalau begitu biar aku saja yang memelukmu.... " ucap Arka dan memeluk Aretha dari belakang, merengkuh tubuh mungil itu dan menelusupkan ke dalam pelukannya yang hangat.
Aretha membalikan badannya dan membalas memeluk Arka dan menumpangkann kakinya pada paha Arka.
"Oh astaga Ar.... " Arka menjadi gelisah dengan posisinya sekarang.
"Diem, atau aku panggil abon junior biar meluk aku "ancam Aretha.
Arka pasrah saja dengan apa yang di lakukan Aretha, dari pada istrinya ini memeluk pria lain.
Oh tidak bisa Anak penguin tidak rela hamster kecilnya di peluk abon mata keranjang.