MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 17



Setelah menghabiskan waktu selama tiga hari di villa, akhirnya Arka dan Aretha memutuskan untuk pulang. Karena mereka ingin segera bekerja, jika Arka sibuk dengan pekerjaannya maka Aretha sudah tidak sabar untuk menjalankan rencananya bekerja di kantor Wijaya.


Aretha sudah tidak sabar ingin melihat reaksi Arka jika Aretha bekerja di sana. Ia juga sudah tidak sabar ingin melihat gadis yang bersama Luna itu seperti apa. Kenapa gadis itu seperti posesif pada Arka. Meskipun mereka belum pernah bertemu namun terdengar dari suaranya jika gadis itu sepertinya menyukai Arka.


Aretha bukan gadis bodoh, kepintarannya menurun dari Revan, dia bisa menilai orang dari sekali melihat dan hanya mendengar suaranya saja.


"Ka sekretaris kamu apa tahu kalau kamu udah nikah?" tanya Aretha.


"Aku tidak tahu, memangnya kenapa?" tanya Arka


"Gak apa-apa cuma nanya aja... "jawab Aretha, melihat ekspresi Aretha yang seperti kurang suka pada Luna walaupun belum bertemu membuat Arka geleng-geleng kepala saja.


"Kau kenapa, cemburu?" tanya Arka sambil tertawa melihat Aretha.


"Ya iya lah.... suami bocil aku tuh belum cinta sama istrinya. Mana di luaran banyak banget yang ngejar-ngejar. Saingan aku tuh banyak tahu, aku gak mau kamu tergoda terus selingkoy dan aku jadi janda muda. Oh astaga aku gak Rela" ucap Aretha.


Mendengar penuturan Aretha membuat Arka tertawa saja, hamster kecil ini ternyata takut jadi janda.


"Kau tidak usah takut menjadi janda, karena aku juga tidak mau menjadi duda. Astaga usiaku masih muda dan aku tidak mau bergelar duda. Dan jangan mengatakan kalau aku ini bocil, usia kita hanya terpaut satu tahun lebih saja dan juga, dari segi ukuran ukuran ku jauh lebih baik darimu yang hanya sebatas dadaku saja... ehh tidak bahkan kepalamu di bawah bahuku" ucap Arka panjang lebar, sambil menyetir ia terus bicara pada Aretha.


"Iya lah... aku itu keturunan bis Tayo yang imut dan lucu. Dan aku bukan pendek ya, tapi aku itu imut...."ucap Aretha. Arka hanya berdecih saja mendengarkan istrinya yang katanya bergelar imut itu.


*


*


*


Mereka kini sudah sampai di rumah mereka, Aretha tidak masuk ke kamarnya padahal dia bilang jika dia sangat lelah. Tapi tidak tunggu dulu, Arka melihat kenapa Aretha pergi masuk ke kamarnya. Apa barangnya di sana atau......


"Hey Hamtaro kenapa kau masuk ke kamarku...? "tanya Arka.


"Mulai sekarang kita tidur satu kamar...."ucapnya sambil rebahan di kasurnya karena merasa lelah.


"Apa...? "tanya Arka, alamat burung Arka terbangun setiap waktu jika begini. Dasar hamster kecil ini memang ingin menyiksa burung Arka yang tidak berdosa. Burung penguin itu pasti akan kesakitan jika tidur bersama Aretha.


"Kalo di pikir-pikir tidur sama kamu enak Ka, anget soalnya sambil di peluk dan uhhh.... ternyata anak penguin ini seksi juga " ucap Aretha yang memandang Arka dengan tatapan yang susah sekali Arka gambarkan.


"Terserah ...."akhirnya hanya kata itu yang keluar dari mulut Arka. Tapi jika di pikir lagi, tidur sambil memeluk seorang gadis itu ternyata menyenangkan juga.


"Awas saja nanti, jika aku ingin menciumu maka aku akan menciumu Ar... "gumam Arka


"Astaga kenapa aku jadi penasaran dengan buah mangganya, kemarin aku hanya memegangnya dari luar aku juga ingin melihatnya dari dalam ehhh.... " Oh ya ampun, otak anak penguin mulai bertraveling rupanya. Ternyata dibalik sikap cueknya dia juga penasaran dengan pabrik milik susu milik Aretha. Lain kali ia akan mencobanya pikir Arka.


*


*


Keesokan harinya


Saat Arka bangun dari tidurnya, orang pertama yang ia lihat adalah Aretha yang teridur di sampingnya. Aretha masih tidur dengan nyenyak. Melihat wajah cantik Aretha, membuat dorongan kecil dari hatinya untuk mencicipi bibir manis yang kemarin ia rasakan itu.


Arka jadi ingin mencicipinya lagi, dari pada ia merasa penasaran Arka langsung mengusap bibir itu dan kemudian membenamkan bibirnya di sana. Merasakan bibir manis Aretha, sepertinya sudah mulai membuatnya ketagihan.


Arka pun melepaskan bibirnya karena Aretha sudah terbangun. "Penguin kalo bangun, ternyata nakal ya.... " ucap Aretha.


"Itu konsekwensi kalau kau tidur denganku..... "ucap Arka.


"Asiik dong..... "jawab Aretha tersenyum.


"Dasar kau, baiklah kalau begitu aku akan menciumu lagi" ucap Arka yang kemudian menciumnya lagi.


Pagi ini menjadi pagi yang berbeda untuk Arka dan Aretha, entah kenapa hanya mencium Aretha saja membuat moodnya sangat bagus hari ini.


*


*


*


Hari ini Arka berangkat ke kantor sendiri karena Aretha bilang jika ia akan berangkat memakai mobilnya sendiri. Meskipun Arka agak keberatan tapi ya sudahlah.


Di kantor ternyata Luna sudah datang dan sedang menunggunya. Luna memang gadis yang cantik dan juga menarik dan dia juga sangat lembut.


"Pagi pak Arka..... "sapanya


"Pagi Luna.... "jawab Arka, Arka pun mempersilakan Luna duduk dan mulai mengarahkan pekerjaan untuk Luna. Luna merasa sangat bahagia karena ia bisa berdekatan dengan Arka dengan jarak yang sangat dekat.


"Kau memang sangat tampan Arka.... "gumamnya dalam hati.


Saat sedang mengagumi wajah Arka, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangannya. Dia adalah Rama, Luna langsung menundukan kepalanya saat melihat Rama.


"Arkana..... "panggil Rama


"Iya Dad.... ada apa? "tanya Arka


"Papa merekomendasikan asistent untukmu, dan ia akan banyak membantumu dalam pekerjaanmu" ucap Rama.


"Benarkah.... baiklah Dad" jawab Arkana karena ia merasa senang jika ia mendapatkan asistent seperti Stevan pikir Arka, yang hebat dalam bekerja.


Rama pun melihat ke arah luar dan memberi kode agar orang itu masuk.


"Masuklah..... "ucap Rama.


Arka terkejut saat melihat orang yang masuk itu.


"Ar..... " ucap Arka, Luna pun merasa terkejut saat melihat gadis cantik yang selalu ia anggap sebagai pengganggu dari dulu, karena dia adalah satu-satunya gadis yang sangat dekat dengan Arka.


*


*


Kencengin like nya dong biar semangat up nya 💃