MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 10



Setelah puas menggoda Arka, akhirnya Aretha tertidur. Mungkin ia juga merasa lelah karena seharian ini ia juga bekerja.Sebenarnya Arka tidak keberatan jika Aretha tidak bekerja, ia masih sanggup memberikan apa yang ia mau. Namun karena Aretha terbiasa bekerja karena ia akan merasa jenuh jika berada di rumah seharian.


Arka menghela nafas kasar melihat istrinya yang sedang tertidur. Ia tidak tahu pernikahannya ini akan seperti apa kedepannya, tapi Arka berjanji pada dirinya sendiri jika ia akan menjadi suami yang baik dan tanggung jawab. Arka tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti Aretha.


Di lihatnya lagi wajah cantik itu, Arka tersenyum entah dorongan dari mana Arka mengecup kening Aretha dan membelai lembut kepalanya. Setelah itu Arka pun tertidur di samping Aretha.


*


*


*


Sarapan pagi ini mereka berkumpul di kediaman Wijaya, Anggi merasa sangat senang anak dan menantunya berkumpul bersamanya.


"Ayo Ar... Mommy sengaja meminta pelayang membuatkan sarapan kesukaanmu" ucap Anggi


"Makasih Mommy Ar suka banget, kalo begini kan jadi semangat buat sarapan" ucap Aretha.


"Arkana.... lihatlah Mommy juga menyiapkan makanan kesukaan kamu" ucap Anggi tersenyum


"Sayang... cukup perhatikan aku saja "ucap Rama dengan posesif. Arka hanya memutar bola mata malas melihat tingkah Daddy nya yang sangat manja walau sudah tua.


"Isshh... aku sedang ingin memanjakan putraku" ucap Anggi


"Hanya aku yang boleh kau manjakan, Arkana sudah punya istri biar istrinya saja yang memanjakannya" ucap Rama.


"Oh iya benar juga... " ucap Anggi.


"Ar... manjakan suamimu ya" ucap Anggi


"Siap Mommy..... "jawab Aretha


"Aku tidak mau di manja olehmu.... " ucap Arka


"Dan aku bakal paksa kamu.... "jawab Aretha, Anggi tersenyum melihat interaksi antara Arka dan Aretha.


"Ya ampun....kalian manis banget sihh" ucap Anggi melihat anak dan menantunya.


*


*


*


Arka dan Rama makan dengan tenang, untung saja sifat Arka yang tenang dan jarang bicara menurun dari Daddy nya. Padahal waktu kecil dia mirip sekali Mommy nya sangat berisik dan cerewet namun saat sudah dewasa sifatnya condong mirip Rama.


Tidak seperti Rasya, yang sifatnya mirip sekali dengan Sasa. Jika bicara seperti buang angin saja, asal bunyi dan pastinya jika mendengar ucapan Rasya sudah pasti akan menguras emosi karena ya begitulah makhluk titisan micin itu. Hanya ketampanannya saja sangat menurun dari Ramon.


Setelah semua selesai sarapan, mereka pun berangkat ke kantor.


*


*


*


Di kantor Arka sangat sibuk dengan pekerjaannya, apalagi sekretarisnya sudah mengundurkan diri karena ia menikah dan tinggal menetap dengan suaminya. Membuat Arka kerepotan mengurus pekerjaannya di kantor.


tok


tok


tok


Arka mengernyitkan keningnya melihat siapa yang datang, Arka merasa seperti pernah melihat gadis itu tapi dimana. Kalau boleh jujur Arka adalah orang yang tidak pernah peduli dengan wanita-wanita yang pernah bertemu dengannya hingga ia tidak pernah mengingat siapa saja gadis yang pernah bertemu dengannya.


"Hai Arka.... " sapa gadis itu dengan senyum dan sikap yang sengaja di buat menggoda.


"Siapa kau....? dan mau apa kau kesini? "tanya Arka ketus pada gadis ini.


"Aku Livia, apa kau lupa tuan Arkana... " ucapnya dengan sangat lembut.


"Livia siapa, aku tidak mengenalmu jika kau tidak punya urusan selain pekerjaan lebih baik kau pergi dari sini" ucap Arka.


"Aku Livia sekretaris tuan Davin, aku kesini untuk memberikan ini tuan. Tuan Davin memintaku untuk mengantarkan berkas kerja sama perusahaan" ucap Livia, Arka melihat penampilan Livia yang sangat ganjil untuk seorang sekretaris yang terlalu berlebihan dalam memakai pakaian.


"Simpan saja di situ lalu pergilah.... " ucap Arka pada Livia


"Hanya itu saja tuan... apa anda tidak mau mengobrol dulu atau kita bisa makan siang bersama "tawar Livia dengan mencondongkan tubuh bagian depannya agar semakin terekspos dan berharap Arka akan tergoda olehnya.


"Aku sibuk pergilah.... "usir Arka lagi, namun sepertinya urat malu sintia sudah putus dan tidak bisa di sambung lagi. Ia tetap saja diam berada di sana.


"Tapi..... "


Di saat yang tepat Aretha datang, dan berniat mengajak Arka makan siang. Namun ia malah berpapasan dengan Livia mantan sahabatnya yang sudah merebut kekasihnya.


"Ar.... "panggil Arka, Arka agak gelisah takut jika Aretha salah paham padanya karena melihatnya berada dalam satu ruangan dengan wanita yang menggunakan pakaian kekurangan bahan.


"Oh astaga..... "ucap Aretha, kedatangan Aretha ke sana membuat Livia merasa senang karena ia berharap jika Aretha akan salah paham padanya.


"Ar dengarkan aku.... " ucap Arka


"Ya ampun untung aja aku datang di saat yang tepat sebelum suami aku di apa-apain sama Miss W...."ucap Aretha.


"Miss W....? tanya Arka


"Iya... itu lohh hantu serem yang suka nyulik anak kecil" ucap Aretha.


"Apa.... "ucap Livia kesal.


"Hey plankton.... , jangan pamerin buah kelapa kamu yang udah second itu sama suami aku. Karena dia gak bakal suka, dia sukanya buah lemon aku yang masih ori dan segar ya" ucap Aretha... Oh astaga Arka baru ingat jika istrinya ini juga di rawat oleh ratu ubur-ubur. Hingga saat melihat pengganggu maka akan ia sebut plankton.


"Iya kan sayang..... "ucap Aretha yang kemudian duduk di pangkuan Arka dan dengan sengaja menutup mata Arka dengan tangannya.


"jangan liat barang second nanti mata kamu belekan... "ucap Aretha yang duduk di pangkuan Arka.


"Apa.....!!!"


*


*


*


Udah double up nihh.... like dan komenya jangan lupa 😘😍