
Seorang gadis terduduk termenung sendiri memikirkan tentang kehidupannya yang akan ia jalani saat ini. Masa depannya terasa hancur dan kehancuran yang sesungguhnya mungkin akan terjadi sebentar lagi.
Kehancuran yang ia tunggu seolah seperti bom waktu yang akan membuatnya hancur berkeping-keping. Luna merasa hidupnya akan hancur sebentar lagi .
Luna telah mengganggu orang yang salah selama ini Luna telah membenci seseorang yang hidupnya dipenuhi dengan oleh banyak cinta hingga cinta itulah yang akan melindunginya dari semua rencana jahat yang ia siapkan untuknya.
Luna merasa hidupnya tidak adil Mengapa banyak sekali orang yang peduli pada Areta. Dan kenapa begitu banyak kesempurnaan yang ada pada dirinya, Luna merasa hidupnya kini tidak berharga dan Luna merasa semakin membenci Areta saja.
Luna ingin melihat Areta terluka. Luna juga ingin melihat Areta menangis dan mengeluarkan air matanya di hadapannya. Keinginan itu seolah menjadi Ambisi pada dirinya Ambisi besar yang ingin melukai Areta hingga ia menderita.
Namun sanggupkah ia melakukan itu, karena Areta sangat sulit di jangkau olehnya. Areta tinggal di tempat yang sangat aman dan terlindungi. Suami dan keluarganya sangat melindungi Areta.
"Areta sialan.....!!! " teriak Luna
Praaang......
"Aaaaaarrrggggghhh..... " teriak Luna sambil melempar vas bunga yang ada di sampingnya.
*
*
*
Demi keamanan Areta, Revan meminta Areta untuk tinggal di Rumah utama Maheswara. Arka dan Areta setuju saja, demi keamanan istrinya pikir Arka tidak ada salahnya tingga di rumah mertuanya.
Malam ini Areta terlihat tidak bisa tidur, ia ingin membangunkan Arka tapi merasa tidak enak karena Arka terlihat sangat lelah.
Namun karena Areta yang terlihat gelisah dan tidak mau diam di tempat tidurnya membuat Arka menjadi terbangun. Arka pun bertanya pada Areta, Arka takut jika Areta merasakan sakit di perutnya karena kini ia sedang mengandung.
"Ar... kau kenapa? "tanya Arka, yang di tanya malah menghembuskan nafas kasar.
"Kau sakit? "tanya Arka khawatir, tapi Areta malah menggelengkan kepalanya
"Lalu....? " tanya Arka penasaran sebenarnya kenapa Areta.
"Aku mau minta sesuatu boleh gak? "tanya Areta
"Tentu saja, tumben sekali kau minta ijin padaku"
"Aihhh....kok aku ngerasa kaya istri durhaka ya" Areta mencebikan bibirnya dan Arka malah tertawa melihat Areta yang merajuk
"Baiklah sayangku kau mau apa, apa kau menginginkan sesuatu? "tanya Arka lagi
"Aku mau makan bebek goreng pake sambel ijo sama sambel merah boleh gak? "tanya Areta
"Jadi kau tidak tidur karena kau ingin bebek goreng? "tanya Arka tidak percaya
"Oh ya ampun Ar.... kau ini ada-ada saja "
"Tentu saja boleh sayang, baiklah aku akan memesannya " ucap Arka dan mengambil ponselnya
"Aku mau makan di tempat yang ada tenda-tendanya, gak mau pesan ahh... " tolaknya, Arka menghembuskan nafas kasar.
"Baiklah ayo.... " Akhirnya ia bangun dan bersiap karena istrinya sedang mengidam bebek goreng rupanya, mana mungkin Arka menolaknya
"Pakai jaketmu Ar... "ucap Arka, Areta pun mengambil jaketnya di lemari dan dengan cepat memakainya.
Mereka berdua pun keluar dari kamarnya dan tidak sengaja berpapasan dengan Yura dan Revan yang sedang menghabiskan waktunya berdua di ruang keluarga. Arka melihat mertuanya masih bekerja karena memang waktu belum terlalu malam.
"Kalian mau kemana? "tanya Revan
"Ar...mau makan bebek goreng Pah "jawab Areta, Revan pun mengangguk mengerti jika anaknya sedang mengidam. Percis seperti Yura dulu yang selalu minta di ajak keluar jika menginginkan sesuatu.
"Ini udah malem Ar.... makanya bunda udah bilang kalo malem itu jangan terus nonton acara masak si corong merah cap kuda lumping yang hobi masak es batu sama telur. Jadi bawaanya laper "ucap Yura pada Areta.
"Ar ini bukan orang penyabar yang mau nonton konten yang bikin serangan ginjal, mentega udah di cetak bunga masih aja di ancurin yang nonton hatinya jadi ikut hancur kan " ucap Areta, Yura malah terbahak jadi mengingat konten masak yang aneh itu. Di lihat bikin nyesek tidak di lihat membuat penasaran . Membuat Revan dan Arka geleng-geleng kepala melihat interaksi ibu dan anak itu.
"Hati-hati Ar.... jaga Areta " ucap Revan
"Baik pah.... "jawab Arka
*
*
*
Mereka berdua pun sampai di tempat makan yang bertenda seperti yang di inginkan oleh Areta. Areta langsung memesan makanan yang ia mau dan Arka hanya mengikuti Areta saja.
"Hai..... Ar... " panggil seseorang yang tidak di harapkan. Ternyata Davin juga ada di sana, sungguh sangat aneh pikir Arka, yang sudah memandang jengah kepada Davin. Davin tadi sedang dalam perjalanan menuju apartementnya, tapi tidak sengaja melihat Areta dan Arka baru keluar dari mobil dan menuju tenda ini. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menghampiri Areta karena Davin sangat merindukan Areta.
"Perasaan aku pesen bebek goreng, kok yang datang malah ayam kalkun " ucap Areta mencebikan bibirnya.
"Dasar burung unta pengganggu " ucap Arka
"Ini tandanya kita berjodoh Ar.... " ucap Davin tanpa mempedulikan Arka yang sudah menahan geram dan mengepalkan tangannya. Arka tidak suka sikap Davin yang terang-terangan memperlihatkan kesukaannya pada Areta.
"Berani bicara sekali lagi, aku akan menjadikanmu menu makan malamku.... "geram Arka
*
*
*
Maaf ya kemaleman mimin kecapean 😴😴😴