
Kondisi Arka dan Areta masih belum stabil, mereka berdua belum melewati masa kritisnya. Dan seluruh keluarga masih setia menunggu di sana. Mereka tinggal di tempat yang sudah di sediakan dan sangat nyaman tentunya.
Reby pun masih menunggui Rania yang masih tertidur pulas. Saat melihat Rania yang terlelap Reby menghembuskan nafas kasar.
"Kenapa aku jadi menunggui bebek ini di sini?" Gumam Reby merasa heran dengan dirinya sendiri, kenapa Reby selalu merasa khawatir pada bebek kecil ini.
*
*
*
"Mas Yura sama Arka kapan sadarnya, Yura kangen mereka perasaan Yura gak tenang "Ucap Yura
"Sabar sayang, teruslah berdoa untuk kesembuhan mereka berdua " Ucap Revan sambil memeluk Yura.
Anggi pun kini tertidur di pelukan Rama, ia pasti sangat kelelahan seharian ini. Sedangkan Regan dan Sabira pulang dulu. Karena Regan juga tutrun tangan dalam menyelidiki kecelakaan ini, dan kanebo kering itu tidak akan membiarkan istri kesayangannya berada sendiri sendiri di sana.
Malam ini Regan, Bagas Stevan dan juga Ivan mereka berempat kini sedang berkumpul di sebuah ruangan dan menyelidiki kasus ini.
"Pak, aku mendapatkan rekaman cctv dari sebuah mini market yang tidak jauh dari kejadian itu" Ucap Bagas
"Cctv...?" Tanya Regan
"Iya Pak, dan juga dari cctv rumah " jawab Stevan, Regan masih terdiam menunggu Bagas dan Stevan yang akan memutar cctv itu,
"Jadi....? "Tanya Regan
"Jadi memang ada seseorang yang memang dengan sengaja melakukannya Pak " Jawab Ivan
"Seharian ini kami menyusuri, jalan yang di lewati oleh mobil Arka dan juga Areta dan memang saat mereka keluar dari rumah ada sebuah mobil yang mengikuti mobil yang di tumpangi mereka berdua" Jawab Bagas
"Dan sepertinya di pertengahan jalan kedua mobil lainnya menunggu, untuk mengikuti mobil Arka dan seperti yang anda lihat pak. Ketiga mobil itu memang dengan sengaja mengapit mobil mereka. Itu terlihat sangat jelas di sana" jelas Stevan.
"Dan di titik terakhir salah satu mobil dengan sengaja menghantam mobil yang di tumpangi Arka" Jelas Ivan.
Regan mengepalkan tangannya dengan erat, ia benar-benar geram melihat rekaman cctv itu.
"Cari tahu mereka, aku ingin kabar secepatnya!!!"
"Baik Pak... " Jawab mereka bertiga
Areta kini sudah di pindahkan ke ruang rawat, namun masih belum bisa di jenguk oleh banyak orang. Jadi hanya Yura dan Revan saja yang bisa melihatnya.
Yura dan Revan memakai pakaian khusus untuk melihat keadaan puteri mereka. Yura tidak bisa menahan tangisnya begitu pun dengan Revan.
Yura duduk di samping Areta bersama dengan Revan. Tubuh Areta terbaring lemah tidak berdaya, matanya terpejam dan di sekujur tubuhnya terlihat banyak sekali luka.
Melihat semua ini Revan seolah Dejavu, kejadian ini seperti saat dulu ia melihat Yura kecelakaan. Hatinya terasa remuk, hancur berkeping-keping melihat tubuh kecil yang tidak berdaya dan penuh luka. Berbagai alat pun di pasang di tubuh kecil Areta.
Ia merasa tidak bisa menjaga puterinya dengan baik. Serta melihat Yura yang tidak berhenti menangis membuat hatinya semakin hancur saja.
*
*
*
Mendengar Areta dan Arka kecelakaan besok nya keluarga Ramon dan juga Siena datang ke Rumah Sakit untuk melihat keadaan mereka.
Sabrina terlihat sangat sedih melihat Areta, sahabat kecilnya itu kini tidak sadarkan diri. Rasya yang melihat Sabrina menangis pun menghampirinya.
"Sabrina.... " Panggil Rasya
"Kenapa Areta bisa kecelakaan? "Tanya Sabrina sambil menangis. Rasya pun membelai rambut Sabrina dengan lembut.
"Jika kau ingin bersandar dan melepaskan kesedihanmu, kemarilah kau bisa memelukku" Ucap Rasya.
Takk....
"Oh ya ampun kepalaku.... " Ucap Rasya sambil mengelus-elus kepalanya.
"Dasar bocah Abon jangan mencari kesempatan dalam kesempitan, enak saja kau mau memeluk putriku" Ucap Bagas dengan kesal.
Bughhh....
"Arghh... "
"Dasar manusia pelit berani sekali kau memukul anakku.... " Ucap Ramon yang juga memukul kepala Bagas.
"Oh... astaga rambutku jadi berantakan gara-gara manusia Abon ini " Kesal Bagas
Siena dan Sasa hanya memutar bola mata malas.
"Siena.....!!! "Panggil Bagas
"Sisir rambutmu sendiri.... " Ucap Siena
"Oh ya ampun..... "
*
*
*
Dukungannya mana nihh 😚😚😚