
Mendengar ucapan Rasya yang tiba-tiba ingin menikahi puteri kesayangannya membuat Bagas terheran-heran, apa terjadi sesuatu yang tidak di inginkan oleh Bagas. Jika benar akan Bagas pastikan jika abon mini ini akan menjadi super abon yang siap makan.
"Hey bocah abon, apa kau dan puteriku......? "
"Aku sangat mencintai puterimu ayah mertua, dan aku ingin Sabrina yang cantik menjadi istriku" ucap Rasya mantap
"Maksudku, kau tidak berbuat macam-macam pada Sabrina kan? "tanya Bagas
"Isshhh.... tentu tidak aku sangat mencintainya dan akan selalu menjaganya. Tadi aku hanya menciumnya sedikit dan sekilas saja karena Sabrina keburu terkejut" ucapnya dengan rileks dan santai seolah ia lupa tengah berhadapan dengan siapa.
Saking bahagianya Rasya saat mengingat ia mencium Sabrina, membuat ia jadi gagal fokus dan tidak melihat wajah Bagas yang sudah mengepul penuh asap kemarahan. Sedangkan Siena hanya menepuk keningnya karena melihat tingkah bodoh dari anak Sasako ini.
Tak.....
Satu pukulan pun mendarat di kepala Rasya, hingga membuat anak abon itu terkejut bukan main. Karena khayalan indahnya buyar begitu saja.
"Oh ya ampun, kenapa kau memukulku ayah mertua. Khayalan indahku jadi hilang" protes Rasya
"Berani kau mencium puteriku lagi, lihat saja kau , aku akan.....!!! "
"Bagas, sudahlah ini Rumah sakit jangan membuat ulah " ucap Siena mencoba menengahi
"Sayang, bocah abon ini sudah.... "
"Aku tahu...sudahlah, nanti kita bicarakan ini pada Ramon dan juga Sasa .Perasaanku tidak tenang Sabrina masih belum keluar " ucap Siena karena memang sedari tadi ia tidak tenang memikirkan nasib puterinya yang masih di periksa di dalam.
"Maafkan aku sayang, aku tadi terbawa emosi gara-gara abon mini ini" ucap Bagas dan kemudian memeluk Siena.
Tak lama setelah itu dokter pun keluar, Bagas dan Siena langsung mengahampiri dokter itu begitu pun dengan Rasya yang mengikuti calon mertuanya dari belakang.
"Dokter,bagaimana keadaan puteriku ?"tanya Bagas cemas
"Lukanya sudah kami obati, puteri anda mengalami sobek di bagian pelipisnya hingga kami harus melakukan beberapa jahitan tadi " jelas dokter itu
"Tapi Sabrina tidak apa-apa kan? "tanya Siena
"Nona Sabrina sebentar lagi akan di bawa ke ruang rawat Nyonya, jadi anda bisa melihat keadaannya nanti" ucap dokter itu
"Baiklah, terima kasih dokter " ucap Bagas
"Sama-sama Tuan... " Setelah selesai menjelaskan dokter itu pun pergi meninggalkan Bagas Siena dan juga Rasya.
*
*
*
Di ruangan lainnya Arka sedang menunggui Areta sadar. Hatinya kini terasa berbunga-bunga karena mendengar istrinya sedang hamil, walau di sisi lain ia juga belum tenang karena belum mendengar kabar dari Sabrina.
"Ar.... "panggil Arka, mendengar suara suaminya Areta pun melihat ke arah Arka.
"Arka... aku dimana? "tanya Areta
"Kamu ada di Rumah Sakit Ar, tadi kamu pingsan" jawab Arka dan membelai lembut rambut Areta. Mendengar kara Rumah sakit, Areta jadi ingat kejadian saat Sabrina terluka.
"Arka, Sabrina, Sabrina gimana....? "tanya Areta panik dan mencoba untuk bangun namun di tahan oleh Arka
"Ar... hati-hati, kau harus pelan-pelan jangan terburu-buru begitu " ucap Arka.
"Tapi aku khawatir sama Sabrina "
"Sabrina sudah ditangani dokter, kita tunggu kabarnya nanti. Di sana juga sudah ada Rasya dan juga ada Om Bagas dan Tante Siena " ucap Arka
Areta pun mulai tenang setelah mendengar kabar tentang Sabrina yang sedang di periksa.Tapi Areta heran melihat Arka yang terus saja mengusap perut Areta dengan lembut.
"Ka... kamu kenapa sih, ngelus-ngelus perut aku?" tanya Areta bingung
"Karena aku senang dan bahagia karena di dalam sini ternyata ada calon anak aku" ucap Arka masih dengan senyum mengembangnya. Mendengar kata anak jelas Areta terkejut bukan main .
"A-anak....? "
"Iya, kata dokter tadi kamu sedang hamil Ar.... di sini ada anak aku, dan aku sangat bahagia " tutur Arka
"Aku bakalan jadi ibu gitu? aaahhh..... aku seneng bangeeettt "
"Aku juga sangat bahagia Ar.... " Arka mengecup bibir Areta sekilas karena takut ada orang yang melihatnya.
"Jangan kasih dia nama Naruto ya.... "ucap Areta yang mengingat percakapan mereka berdua saat menikah. Jika mempunyai anak akan di beri nama Naruto.
"Tentu saja jangan.... kau ini " Areta malah tertawa melihat ekspresi Arka yang lucu.
"Jadi makin cinta sama Mr penguin....." ucapnya manja
"Aku juga..... " jawab Arka sambil memeluk Areta Dan kemudian menciumnya.
Saat sedang asik berciuman, Rasya masuk tanpa mengetuk pintu dulu dan melihat adegan live saling patuk mematuk di depan matanya
"Oh... ya ampun, kalian memang tidak tahu tempat. Mata suciku jadi ternoda..... "
*
*
*
Like sama votenya dong sumbangin 😘😘😘