
Karena melihat gelagat Areta yang selalu aneh dan juga karena sering meminta permintaan yang selalu membuat Arka pusing. Bagaimana tidak pusing jika permintaannya selalu tidak jelas menurut Arka, seperti ingin yang manis dan yang segar atau yang pedas dan juga gurih. Kenapa tidak minta rasa kombinasi saja supaya otak Arka meledak sekalian pikirnya.
Mendengar keluhan sang putera kesayangan bukannya merasa bingung, tapi justru Anggi sangat bahagia. Karena jika yang dipikirkannya tidak salah, yang sedang dialami Areta adalah sebuah kabar baik.
"Mom....kenapa kau sangat senang melihat anakmu menderita ?" Tanya Arka berdecak sebal. Bisa-bisanya Mommy nya itu malah tertawa senang mendengar keluhan sang anak yang sedang kesusahan. Apalagi jika Arka tidak bisa mengikuti keinginannya Areta maka jatah aye-ayenya menghilang. Itu tidak boleh dibiarkan karena itu akan sangat tidak baik untuk kesejahteraan gagang sapu milik Arka.
" Ya ampun Arka... gimana Mommy gak seneng Areta kaya gitu, kamu tahu gak itu tandanya apa ?" Tanya Anggi.
"Tandanya gagang sapu miliknya berada dalam bahaya" ejek Rama. Karena kini Arka sedang berada di rumahnya untuk menemui Anggi dan Rama. Sedangkan Areta, ia sedang berada di rumah Yura karena katanya ia sedang merindukan sang Bunda.
"Dad..." kesal Arka
"Ishh...dasar tidak peka, menurut Mommy Areta itu sedang hamil. Makanya ia punya keinginan yang nggak jelas kaya gitu .Soalnya Mommy juga pernah ngerasain" jawab Anggi. Mendengar kata hamil mata Arka langsung berbinar senang.
"Benarkah ?" Tanya Arka seolah tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Iya mungkin saja, coba saja periksa ke dokter dan pastikan jika Areta memang sedang hamil " ucap Anggi.
"Kalau begitu aku akan segera menjemput Areta..." ucap Arka dan langsung pergi ke kediaman Maheswara untuk menemui Areta dan membawanya ke dokter untuk diperiksa.
"Anak penguin itu semangat sekali jika menyangkut masalah gagang sapu" ucap Rama, Anggi mencebikan bibirnya.
"Bukankah Kak Rama saja, lagi pula Arka itu bukan
ingin aye-aye tapi dia ingin memastikan jika Areta benar-benar hamil atau tidak" ucap Anggi pada Rama.
*
*
*
Tak menunggu lama Arka kini sudah sampai di kediaman Maheswara untuk menjemput Areta. Arka sudah tidak sabar ingin membawa Areta ke dokter untuk diperiksa.
Arka langsung mencari Areta ke kamarnya karena tumben sekali rumah itu sangat sepi . Ah iya Arka lupa, jika saat sore begini Yura dan Bira sedang mengurus bayi besar mereka yang baru pulang bekerja.
Arka langsung membuka pintu kamar Areta dan melihat Areta sedang tertidur. " Kenapa dia tidur sore-sore begini" gumam Arka dan menghampiri Areta.
Arka melihat wajah cantik itu dari dekat, kemudian Arka pun langsung mendaratkan bibirnya di kening dan di bibir Areta." Merasa ada yang menyentuhnya Areta kemudian membuka matanya.
"Arka...." panggil Areta.
"Iya, kenapa kamu tidur sore-sore begini ?" Tanya Arka yang kemudian mencium lagi bibir Areta yang terasa sangat manis itu. Setelah puas Arka pun melepaskannya.
"Aku ngantuk, makanya aku tidur kepala aku juga tadi pusing" jawab Areta.
" Oh ya, tadi aku cerita pada Mommy tentang kau yang aneh akhir-akhir ini" ucap Arka,
"Ishh dasar penguin tukang ngadu..." kesal Areta.
"Sama saja...."
"Beda sayangku...." rayuan level satu Arka keluar kan untuk membujuk anak bis ramah ini.
"Terus Mommy kamu bilang apa ?" Tanya Areta.
"Mommy malah tertawa dan memintaku untuk mengajakmu ke dokter" jawab Arka.
"Lalu....?"
" Lalu aku langsung kesini dan ingin mengajakmu ke dokter sekarang"
"Aku gak mau...." Areta langsung menolak ajakan Arka
"Ar..."
"Buat apa ?"
" Tentu saja untuk memeriksamu.... memangnya apa apalagi" ucap Arka.
"Aku gak perlu di periksa, aku gak apa-apa" Areta terus saja menolaknya.
"Ar...ayolah Mommy bilang gejala yang kau alami itu mirip orang yang sedang...."
"Hamil...." potong Areta.
"Iya...."
"Emang aku hamil kok...." jawab Areta sambil tersenyum senang.
"B-benarkah...? Arka dibuat terkejut oleh Areta yang mengatakan jika ia sedang hamil.
"Iya tadi aku periksa sama Bunda, dan dokter bilang aku hamil" ucap Areta semangat . Arka sangat senang mendengar kabar itu dan langsung memeluk Areta dan menciumi wajahnya dengan bertubi-tubi.
"Terima kasih sayang, mulai sekarang aku akan menjagamu lebih baik lagi " ucap Arka, ia memeluk Areta lagi dan kemudian mencium bibirnya lagi dengan sangat lembut namun juga menuntut. Perlahan Arka membaringkan tubuh Areta.
Areta mendorong tubuh Arka perlahan, " Kamu mau apa ?" Tanya Areta.
" Karena kau sudah diperiksa oleh dokter, kini giliranku memeriksa mu sayang...." bisik Arka.
"Isshh dasar penguin mesum..."
*
*
Maafkan telat up karena ada gangguan 🙏🥰