MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 60



"Bunda.... anak aku mana Bun ? kenapa anak aku hilang. Anak aku pasti ada kan Bun. Anak aku pasti kaya aku dulu, dulu aku juga di lahirin waktu Bunda kecelakaan kan. Iya kan Bunda, jawab aku dong Bunda jangan diem aja " Areta bertanya dengan berderai air mata. Begitu pun dengan Yura, ia tidak mampu berkata-kata lagi. Ia hanya diam saja dan membungkam mulutnya. Ia tidak sanggup mengatakan berita yang tidak baik ini pada puterinya.


"Bunda.... anak aku mana Bunda !!!" Areta histeris


"Ar.... anak kamu udah kembali ke pemiliknya, dia udah ada surga Ar..." Ucap Yura terisak.


"A-pa...?" Semakin deras saja air mata Areta, ia belum bisa menerima jika anak yang bahkan belum ia lihat sudah kembali lagi ke Maha Kuasa.


"Nggak.... aku gak mau kembaliin anak aku, kembaliin Bunda....!!!" Areta semakin histeris hingga hampir mencabut Alat yang ada di tubuhnya membuat Yura panik.


"Ar... !!!" Teriak Yura, untung saja dokter dan yang lainnya cepat sampai hingga Areta bisa dengan diatasi. Dokter dengan cepat memberi obat penenang agar Areta tidak mengamuk lagi. Apalagi Areta baru sadar, itu sangat tidak baik untuk kondisinya saat ini.


Setelah Areta mulai tenang, dokter pun mengatakan sesuatu pada Yura. "Maaf Nyonya, keadaan Nona Areta masih lemah saat ini, traumanua masih belum hilang dan kini ia tahu jika anaknya sudah tiada. Itu akan membuatnya semakin terpuruk. Jika Nona Areta sadar nanti, tolong hibur dia jangan biarkan keadaan ini membuatnya berada dalam kesedihan yang terua mendalam hingga memukul mentalnya. Jadi saya meminta kepada anda untuk terus mengajaknya berkomunikasi, perlihatkanlah hal-hal indah yang sedang menunggunya di masa depan" Jelas dokter itu, Yura pun mengangguk mengerti dan lekas keluar dari ruangan dokter.


Yura berniat kembali ke ruangan Areta, namun sebelum sampai Yura berpapasan dengan Revan yang seolah sedang mencarinya.


"Yura... "Panggil Revan menghampiri Yura dengan berlari kecil ke arah istrinya.


"Mas Revan... "Jawabnya sedih


"Kenapa sayang, kenapa menangis?" Revan menghapus air mata yang menetes di wajah cantik Yura. Kemudian ia memeluknya, Revan tahu jika istrinya kini sedanglah sangat lemah dan terpukul.


"Tadi Ar sadar Mas... " Jawab Yura


"Benarkah ?"Jawab Revan senang


"Iya, tapi tadi Ar ngamuk sama histeris juga pas tahu anaknya udah gak ada hiks... " Yura semakin mengeratkan pelukannya kepada Revan.


"Kehilangan anak bukanlah hal yang mudah Yura, itu adalah cobaan terbesar dalam kehidupannya saat ini. Tidak mudah bagi Areta untuk menerima semuanya dengan sekaligus. Jika ia nanti bertanya pada Arka, katakan jika Arka baik-baik saja. Jangan menambah beban pikirannya" Ucap Revan, Yura mengerti dan kini mereka kembali ke ruangan Areta untuk menjaganya.


*


*


*


Arka kini sedang dijaga oleh Sony karena tadi Anggi sempat dibawa ke ruang rawat karena kesehatannya yang terus menurun. Rama khawatir melihat istrinya yang terua semakin lemah akhir-akhir ini. Sony sengaja ditugaskan di sana, karena ia di percaya bisa menjaga Arka. Tak lupa para pengawal pun ikut berjaga, di depan kamar Arka dan juga Areta.


"Anda tidak bisa ke dalam dan melihat Tuan Muda, Nona. Itu sudah perintah dari Tuan Rama "Jawab pengawal itu. Sony yang mendengar ada keributan pun langsung menghampiri ke luar ruangan untuk melihat ada keributan apa.


Ceklek


Pintu ruangan dimana Arka berada terbuka, gadis itu langsung dengan senang melihat ke arah sana. Namun senyumnya seketika memudar saat melihat Sony, Livia sudah merasa beberapa kali tersinggung oleh anak dari asistent Rama itu.


"Ahh... ternyata kau buah kelapa. Kenapa kau senang sekali membuat keributan " Ucap Sony


"A-apa, Hei bocah berhenti memanggilku seperti itu. Dasar pria tidak normal... "Jawan Livia


"Aku ini pria normal, bahkan sangat normal. Tapi aku memang tidak tertarik melihat pabrikmu yang sudah terkontaminasi itu. "Jawab Sony bergidik, ia selalu saja membuat Livia tersinggung.


"Hey, dengarkan aku baik-baik kau selalu saja mengatakan jika pabrikku ini terkontaminasi. Terkontaminasi dari mana, aku memang selalu memamerkanya tapi belum pernah ada yang menyentuhnya apalagi meminumnya...!!! "Jawab Livia dengan kesal tangannya sudah ia cengkramkan seolah ia ingin mencekik Sony.


"Jangan berbohong, aku tahu mantanmu itu si Dora Emon yang kini jadi Dorayaki itu selalu ituuuuuu kaaann.... Huuhh dasar" Jawab Sony sambil bertolak pinggang dan mengintip sedikit buah kelapa milik Livia yang selalu terlihat indah dan menggoda.


"Tidak.... tidak pernah, enak saja kalau cium sudah kalau menyentuh tidak " Tegas Sintia


"Uuuuhhh......wanita ini memang tidak bisa di percaya" Gemas Sony.


"Kenapa setiap kali aku harus bertemu denganmu sihh....kalau kau tidak percaya kau bisa mencobanya " Jawab Livia asal karena ia kesal pada Sony. Niatnya ingin menjenguk Arka namun malah ia bertemu dengan Sony pria yang sangat menyebalkan di mata Livia.


"Tidak terima kasih, aku takut keracunan" Jawabnya cuek sambil mengangkat bahu


"Kau....!!! "


*


*


*


Jangan lupa dukung novel ini dengan like dan Gift ya 💃💃💃