
Saat sony dan livia telah berdebat terdengar suara rintihan dari kamar Arka, mereka berdua pun langsung melihat ke arah Arka yang terlihat mulai membuka matanya.
"Pak Arka... " ucap Sony dan menghampiri Arka, Livia pun mengikuti Sony dari belakang karena penasaran pada Arka.
Melihat ada pergerakan Sony pun langsung menekan tombol darurat di sana untuk memanggil dokter agar bisa dengan cepat memeriksa Arka.
Sony pun berbalik hendak mengambil ponselnya yang tadi ia simpan di meja, namun saat ia berbalik ia sangat kaget karena ia melihat Livia ada di belakangnya.
"Ouuhh ya ampun, kenapa buah kelapa ini masih di sini. Pergi kau... " usir Sony
"Aku tidak mau pergi, aku mau melihat Arka dan aku kemari juga untuk melihatnya" jawab Livia
"Kau sudah melihatnya kan, sudah sana pergi atau kau akan aku telan dasar mantan dorayaki" ucap Sony kesal. Semakin kesal saja Livia pada Sony yang menyebalkan ini, kenapa pria ini selalu saja menganggapnya sebagai wanita yang sudah di kikuk-kikuk oleh Davin.
Livia memang selalu memakai pakaian terbuka, dan ia juga selalu memakai lingrie di depan Davin tapi itu hanya sebatas melihat bukan untuk di sentuh. Livia juga tidak mau jika ia ehem-ehem oleh Davin yang notabene bukan pria idamannya. Untuk itu ia berani mendekati Arka karena ia merasa masih bersegel. Ya walaupun perbuatannya dulu tidak bisa dibenarkan dan cara pakaiannya yang selalu terbuka membuat ia terlihat seperti bukan wanita baik-baik.
"Kau memang sangat menyebalkan asistent jelek" kesal Livia.
"Bukan aku yang jelek tapi kau yang kurang cantik" ucap Sony sambil terbahak tanpa merasa berdosa setelah mengucapkan itu pada Livia.
Baru saja Livia akan membalas ucapan Sony, dokter dan juga perawat termasuk Rama dan juga Anggi masuk ke ruangan itu hingga membuat nyali Livia menciut. Sony tersenyum mengejek ke arah Livia yang takut melihat anak unta dan anak kambing masuk ke ruangan itu.
"Buah kelapa ini takut dengan anak unta rupanya" gumam Sony. Livia mundur dan menyembunyikan tubuhnya di belakang tubuh Sony yang kekar.
"Hey Dorayaki.... pergi kau " bisik Sony
"Tidak mau..." Livia menggelengkan kepalanya, karena ia ingin melihat perkembangan Arka.
"Sejak kapan Arka sadar? "tanya Rama Pada Sony
"Barusan Pak, saat melihat ada pergerakan dari Pak Arka, saya langsung menekan tombol darurat itu" jawab Sony, Rama pun mengangguk sedangkan Anggi fokus melihat Arka.
Terlihat dokter itu sedang memeriksa Arka, semua orang melihat ke arah Arka yang mulai sadar. Ada perasaan lega dan terharu melihat Arka siuman.
"Syukurlah Tuan Muda, baik-baik saja dan sudah melewati masa kritisnya "ucap dokter itu. Semua orang bernafas lega mendengarnya.
"Areta masih di rawat Arka, dan Areta juga sudah sadar" jawab Anggi, terlihat gurat lega di wajah Arka mendengar istrinya baik-baik saja.
"Sekarang kamu istirahat, nanti Momy akan meminta Dady untuk menyatukan ruang rawat kalian. " ucap Anggi dan Arka hanya mengedipkan matanya tanda setuju. Perasaan Arka masih sangat bingung, ia ingin sekali melihat Areta namun untuk bangun saja ia merasa sangat lemah dan tidak berdaya. Ia masih merutuki hatinya karena tidak bisa melindungi anak dan istrinya. Arka melihat ada genangan banyak darah di kaki Areta saat itu. Dan Arka yakin jika saat itu anaknya tidak bisa di selamatkan. Hatinya terasa hancur saat ini.
Arka menarik nafasnya namun dadanya terasa sangat sakit.
"Sebaiknya Tuan Muda kita tinggal dulu biarkan dia beristirahat " usul dokter semua orang pun setuju karena mereka semua ingin yang terbaik untuk Arka.
Mereka semua pun keluar dari ruangan dan membiarkan Arka beristirahat untuk saat ini. Pandangan Rama kini mengarah pada Livia, Rama tahu jika Livia pernah menggoda Arka anaknya. Namun Areta selalu menjadi orang yang ada di garda terdepan saat Livia mencoba mengganggu Arka.
"Sedang apa kau di sini? "tanya Rama pada Livia, melihat tatapan anak unta nyali Livia menciut juga.
"A-aku, aku.... " Livia bingung harus mengatakan apa.
"Maaf Pak tadi Dorayaki ini.... "
"Aku kemari untuk menemui Sony.... "jawab Livia dengan cepat sambil tersenyum ke arah Sony dan menggandeng tangannya.
"Apa.... " ucap Sony terkejut karena melihat buah kelapa ini berbohong pada majikannya.
"Iya, tadi Sony meneleponku dan minta di temani" jawab Livia sambil terus mengeratkan tangannya pada Sony hingga buah kelapa indah milik Livia menempel di tangannya.
"Oh astaga....kenyal sekali" gumam Sony yang otaknya kini mulai bertraveling.
*
*
*
Aihhh anaknya babang Stevan ternyata nackal ya 😆 otaknya jadi omes gara-gara buah kelapanya di Dorayaki 😂😂
Up 2 bab nihh 💃💃💃💃 dukungannya mana 😙😙