MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 72



Berapa bulan kemudian kehamilan Areta sudah mulai membesar tapi ada yang aneh dengan kehamilannya karena Areta merasa sangat sesak dan juga di usia kehamilannya yang 7 bulan Areta merasa perutnya terlihat sangat besar, hingga ia sangat kesusahan saat berjalan ataupun melakukan kegiatan. Areta kini lebih banyak melakukan aktivitas sambil duduk saja karena terkadang ia tidak bisa berjalan karena kakinya yang bengkak dan juga sering merasa sakit karena menahan berat beban di perutnya.


Melihat keadaannya yang terlihat kurang baik-baik saja akhirnya Yura dan Revan meminta Areta untuk tinggal bersamanya kembali. Revan dan Yura sangat khawatir jika Areta tinggal di rumah itu sendirian, untuk itu mereka meminta Areta dan juga Arka untuk kembali tinggal di kediaman Maheswara.


Agar Areta bisa terjaga dengan baik Sabira mengusulkan untuk melakukan USG kembali terhadap kandungan Areta, ia curiga jika Areta sedang mengandung bayi kembar karena terlihat dari perutnya yang lebih besar daripada ibu-ibu hamil lainnya di usia kandungan yang baru 7 bulan itu mereka semua pun setuju karena sebelumnya saat USG bayi itu hanya terlihat satu saja, tapi kenapa perut Areta terlihat sangat besar mungkin ada yang salah dengan pemeriksaan Areta saat itu.


Mereka semua pun setuju untuk melakukan pemeriksaan kembali. Jika benar Areta mengandung bayi kembar tentu saja mereka sangat bahagia karena mereka akan memiliki di bawah bayi sekaligus.


Kini Arka dan juga Areta serta Yura dan Revan mereka semua pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan Areta kembali. Mereka ingin hasil pemeriksaan yang benar-benar akurat jika terjadi saja keteledoran atau kesalahan mereka dalam memeriksa Areta. Maka keluarga Maheswara ataupun keluarga Wijaya tidak akan segan-segan untuk menuntut rumah sakit itu.


Mereka kini sudah sampai di rumah sakit, Areta di bawa menggunakan kursi roda, karena ia tidak bisa berjalan dengan baik. Sebenarnya Arka tidak keberatan jika ia menggendong istrinya, namun Areta, tidak mau karena merasa tidak nyaman jika ia harus di gendong dan dilihat banyak orang.


Setelah sampai di ruangan dokter Areta pun dibaringkan secara perlahan, dokter pun mulai mengoleskan gel dingin ke perut Areta dan mulai memeriksanya. Di sana terlihat jelas jika bayi yang dikandung oleh Areta ada dua, itu berarti bayi yang di kandung Areta memang benar bayi kembar.


" Jadi anakku Areta mengandung bayi kembar ?" Tanya Revan, merasa tidak percaya jika anaknya mengandung bayi kembar.


"Terus kenapa kemarin bayinya keliatan cuma satu....?"Tanya Yura merasa heran.


"Mungkin waktu bulan kemarin, belum terlihat dengan jelas Nyonya, kejadian seperti ini sering terjadi. Terkadang ada yang di saat di USG bayinya terlihat satu bahkan sampai usia kandungannya sembilan bulan. Namun waktu melahirkan bayinya ternyata kembar.


"Mungkin dedenya ngumpet Bunda...malu-malu kaya Daddynya " ucap Areta tertawa, sambil memegang perutnya yang kini sedang di rapikan oleh Arka.


"Aku tidak pernah malu-malu, kalau merasa malu mungkin pernah " jawab Arka.


" Apa jenis kelamin cucuku...?" Tanya Revan penasaran.


"Papa gak liat tadi ada anak terong...." jawab Areta. Membuat dokter di sana menahan senyum, mendengar apa yang di katakan oleh Yura.


"Papa tidak bisa melihatnya, gambarnya kecil sekali" jawab Revan.


Dokter Ayu pun mulai memeriksa kembali hasil USG bulan kemarin, Dokter Ayu pun mengernyitkan keningnya saat melihat hasil pemeriksaan Areta.


"Maaf Nona bukankah di sini sudah dijelaskan jika bayinya kembar ?" Tanya Dokter Ayu, semua orang pun langsung saling pandang. Bagaimana bisa mereka melewatkan informasi penting ini.


"Benarkah ?" Tanya Arka, yang mengambil kembali foto USG Areta dan melihatnya kembali.Ternyata di sana sudah dicantumkan jika bayi mereka kembar. Arka merasa bingung dan langsung menggaruk-garuk kepalanya. Ia memang tidak terlalu memperhatikan foto usg itu. Karena menurut Arka gambarnya kurang jelas. Jadi ia lebih suka jika ia langsung memeluk dan mencium mereka secara langsung saja.


"M-maaf....aku tidak jelas melihatnya " ucap Arka merasa bersalah.


"Kau tidak fokus saat melihat foto mereka, tapi kau sangat fokus saat menjenguk mereka " ejek Revan.


" Apa....?!" Semakin malu saja anak penguin ini dibuatnya, untuk pertama kalinya Arka merasa bersalah karena tidak teliti dan Areta melihat itu, ia mencoba menghiburnya agar tidak terlarut dalam merasa bersalah.


"Gak apa-apa Arka sayang, justru sekarang aku kaya dapat kejutan, aku seneng banget kita akan punya anak kembar laki-laki. Mereka pasti lucu-lucu " ucap Areta


"Ya ampun, aku gak nyangka kalo aku bakal punya cucu Upin- Ipin...." ucap Yura tertawa.


"Isshhh......"


*


*


*


Dukungannya mana nihh...menuju end 💃😘😘😘😘