MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 28



"Areta....!!! "


Demi apapun Davin terkejut melihat Areta dengan keadaannya sekarang. Tubuh kecilnya tergolek lemas tak berdaya, Davin langsung menggendong Areta ke dan membawanya ke rumah sakit, karena melihat keadaan Areta yang sangat lemas ia menjadi sangat khawatir.


Davin dibantu supir kantor untuk menyetir karena ia tidak bisa menyetir sendiri sambil memegangi Areta. Di dalam mobil Davin berusaha untuk membuat Areta sadar, namun Areta tidak bergeming dan tetap menutup matanya.


"Ar.... bangun, kau jangan membuatku khawatir" ucap Davin sambil menepuk-nepuk pipi Areta dengan perlahan.


Tak berselang lama, mereka pun sampai di rumah sakit. Areta dengan cepat di periksa, sedang Davin menunggu di luar.


Di tempat lain, Arka dengan perasaan panik membawa mobilnya dengan perasaan tidak karuan. Hatinya sangt gelisah teringat bagaimana keadaannya Areta sekarang. Areta tidak mungkin pulang karena tas dan ponselnya masih berada di kantor. Apa terjadi sesuatu pada istrinya, Arka merasa tidak tenang. Jalanan yang macet membuat perjalananya terhambat, semakin membuat Arka frustasi.


"Sial....!!!" umpat Arka, dalam keadaannya yang kacau Arka mencoba berpikir tenang. Arka pun mencoba menghubungi Davin, semoga ia bisa membantunya mencari Areta di kantornya.


Saat sedang menunggui Areta di rumah sakit, Davin merasakan ponselnya bergetar. Davin melihat layar ponselnya, ternyata panggilan itu dari Arka. Dengan malas Davin tidak mau mengangkat panggilannya. Jadi Davin mengabaikan panggilan dari Arka.


"Astaga....kenapa dia tidak mengangkatnya " Arka semakin di buat frustasi.


Di rumah sakit, Areta sudah selesai di periksa. Dokter pun keluar dari ruang pemeriksaan dan menghampiri Davin.


" Maaf, dengan keluarga pasien? " tanya Dokter


" Iya Dok....Areta kenapa, dan bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Davin khawatir.


"Pasien mengalami dehidrasi hingga pasien merasa lemas dan juga mengalami sesak nafas karena kekurangan oksigen. Tapi sekarang keadaannya sudah membaik, anda sudah bisa melihatnya.


"Oh syukurlah, aku ingin melihatnya Dok " ucap Davin.


" Baik, silahkan " Dokter pun mempersilahkan Davin untuk menemui Areta. Davin langsung menghampirinya, Davin melihat Areta berangsur sadar.


"Ar.... "panggil Davin, Areta melihat ke arah Davin dan juga ke sekelilingnya.


"Aku dimana? "tanya Areta lemas


"Kau di rumah sakit Ar, tadi kau di temukan pingsan di toilet.... " jawab Davin, Areta pun mulai mengingat kejadian saat ada yang mendorongnya hingga ia terkurung di dalam toilet.


"Ada yang dorong aku, terus ngunci aku di sana" ucap Areta masih lemas.


"Apa...!!! bagaimana bisa? "tanya Davin, sepintas nama Livia ada dalam pikiran Davin.


Areta menggeleng lemah "Aku gak tahu.... " jawabnya. Kemudian Areta pun menutup matanya kembali karena ia merasa pusing dan juga lemas.


"Ar..... " panggil Davin, ia pun membelai lembut rambut panjang Areta dan melihatnya dengan tatapan nanar.


Davin dengan sengaja menghubungi Revan untuk memberitahu keadaan Areta, Davin sengaja melakukannya agar Arka terlihat tidak bisa menjaga putri kesayangannya.


Revan yang masih di jalan mendapati kabar jika putrinya berada di rumah sakit pun langsung terkejut. Berbagai pertanyaan pun menghampirinya, bagaimana bisa putrinya berada di rumah sakit dan kenapa yang menghubunginya adalah Davin bukan Arka. Dan kenapa Arka mengatakan jika putrinya berada di rumah.


Namun Revan tidak ingin memikirkan hal itu dulu, untuk sekarang ia ingin segera melihat keadaan putrinya.


Arka baru sampai di kantor Davin, dan mendapati kabar jika istrinya tadi terkurung di dalam toilet. Arka merasa sangat terkejut dengan kabar itu, bagaimana bisa Areta terkurung. Bukankah Luna mengatakan jika di toilet tidak ada siapa-siapa. Atau jangan-jangan....


"Sial......!!!"


Arka dengan segera menuju rumah sakit untuk menemui Areta. Sedangkan Revan sudah sampai duluan di sana. Dengan segera Revan menghampiri Areta.


"Ar.... " Revan berlari bergegas menemui putri kesayangannya.


"Papa.... " panggil Areta, Revan menghamburkan pelukan pada putrinya.


"Ar... bagaiamana kau bisa ada di sini sayang. Pantas saja perasaan Papa dari tadi tidak tenang" ucap Revan yang masih memeluk putrinya dengan perasaan sangat khawatir.


"Ar.... juga gak tahu pah " ucap Areta. Revan jadi mengingat menantunya kemana dia.


"Ar dimana Arka.....?" tanya Revan, pandangan Areta langsung menuju ke arah Davin.


"Vin, kamu ngasih tahu Arka gak aku ada di sini?" tanya Areta.


"I-itu.... itu aku belum memberitahunya, aku lupa dan aku hanya mengingat Papamu tadi karena aku panik jadi tidak bisa berpikir dengan jernih" ucap Davin.


Areta mencebikan bibirnya mendengar ucapan Davin. Areta tahu jika itu hanya alasan Davin saja.


"Dasar Dora Emon, dia pasti pengen caper sama Papa" gumam Areta.


"Tadi Papa menghubungi Arka dan dia bilang kamu ada di rumah " ucap Revan


"Arka pasti nyangkanya aku pulang Pah" Areta mengatakan itu juga untuk membela Arka, agar Papanya tidak menyalahkan Arka.


"Ar..... "Arka yang baru sampai di rumah sakit pun langsung mendekati Areta.


"Arka sayang....." ucap Areta sengaja mengatakan itu agar Davin tidak besar kepala karena sudah menyelamatkannya dan karena sepertinya juga Davin ingin melihat Arka terlihat bersalah di hadapan Papanya. Areta tidak mau suaminya di salahkan oleh sang Papa, karena Areta sangat tahu bagaimana jika Revan saat marah dan mengetahui putrinya tidak baik-baik saja.


Namun nanti Areta pasti alan mengucapkan terima kasih pada Davin karena sudah menyelamatkanya.


"Aku yang menyelamatkanmu Ar, harusnya aku yang kau panggil sayang " jerit Davin dalam hati.


Likenya dong,kalo liat like banyak tuhh suka khilaf kalo update mimin mah😚😚