MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 33



Luna sangat kesal dan juga merasa cemburu pada Areta yang memeluk Arka di tambah dengan sikap Areta padanya memang sangat menyebalkan. Areta dengan sengaja memanas-manasi Luna agar ia terbakar api cemburu saat bersama Arka. Untuk itu Areta dengan sengaja terus menempel pada Arka.


"Luna ini berkasnya, kau bisa keluar sekarang" ucapan Arka bagaikan bensin yang menyiram bara di hatinya kini api cemburu itu kian berkobar saja.


"Baik.... "ucap Luna, kali ini Luna tidak bisa menutupi kekesalannya pada Areta terlihat dari wajahnya yang sedari tadi melihat Areta dengan tatapan tidak suka dan Arka menyadari itu.


Tapi kini Arka malah dengan sengaja merangkul pinggang kecil Areta dan membawanya duduk di sofa. "Ada apa kemari, apa kau sudah sehat? "tanya Arka sambil membelai rambut panjang Areta.


"Aku kangen sama kamu makanya aku kesini" ucap Areta


"Benarkah? ternyata titisan bis Tayo ini sangat mencintaiku rupanya " ucap Arka dengan tersenyum.


"Iyalah....emangnya kamu gak cinta sama aku? "tanya Areta.


"Tidak tahu.... "goda Arka, yang memang sengaja membuat Areta kesal.


"Oh ya ampun padahal semalem kamu nembak aku loh, katanya sayang tapi sekarang malah udah lupa" Areta mengerucutkan bibirnya kesal namun itu seperti godaan untuk Arka yang langsung ingin melahap bibir kecil itu.


Dengan satu tangannya Arka menarik tengkuk Areta langsung mencium bibirnya, Arka selalu merasa ketagihan dengan bibir manis ini. Ia ingin terus merasakannya lagi dan lagi. Dengan perlahan Arka membaringkan tubuh Areta di sofa tanpa melepaskan ciumannya. Baru saja tangannya akan mendaki pintu ruangannya terbuka dan tampaklah sang Dady di sana sedang berdiri dengan Stevan asisitentnya yang selalu setia.


"Oh ya ampun....anak penguin sekarang sudah senang main panjat memanjat rupanya" gumam Stevan.


"Apa kalian tidak bisa menahannya "ejek Rama yang langsung masuk ke ruangan anaknya.


"Dad... kenapa tidak mengetuk pintu dulu" protes Arka.


"Aku tidak pernah melakukannya.... "jawab Rama santai kemudian ia duduk di hadapan anak dan menantunya tanpa merasa canggung karena sudah melihat anak dan menantunya sedang saling patuk-mematuk saat ia akan masuk. Untung saja istri dari Arka itu Areta jadi saat ini wajahnya terlihat biasa saja dan mampu menutupi rasa malunya. Jika orang lain mungkin kejadian barusan akan membuatnya sangat malu bahkan enggan melihat wajah mertuanya.


"Ada apa Dad....? "tanya Arka


"Lihatlah ini...." ucap Rama yang menunjukan berkas, Arka pun langsung mengambilnya dan segera membukanya karena merasa penasaran.


"Livia.... " ucap Arka


"Ya.... gadis itu yang sudah mengurung Areta di toilet saat itu... " ungkap Rama


"Maksudnya apa coba, dia kok jahat banget sihh" Areta geleng-geleng kepala merasa tidak percaya karena mantan sahabatnya itu sudah berbuat jahat padanya.


"Dia merasa cemburu padamu memangnya apa lagi" ucap Rama.


Huffft.....


"Perempuan aneh.... "gumam Areta


"Aku sendiri yang akan membereskannnya..." ucap Arka memasang wajah yang sangat marah dan sangat geram pada Livia.


"Lakukan yang terbaik..... " perintah Rama


"Eittts.... tunggu dulu, kalian gak bakalan ngelukain dia kan? aku gak mau ya kalian main kasar" ucap Areta karena pada dasarnya Areta orang yang berhati lembut, dia tidak suka melihat orang terluka. Apalagi terluka karenanya meskipun orang itu sudah berbuat jahat pada dirinya.


"Kau tenang saja, serahkan semua ini pada suamimu.... " ucap Arka.


"Terserah....yang penting jangan ada yang terluka" ucap Areta, Rama langsung memandang Arka, dan Arka pun mengangguk mengerti.


"Dan untukmu Ar... Maaf Dady terpaksa memecatmu.... " ucap Rama.


"Apa....!!! Arka dan Areta terkejut.


"Omg..... Dady unta memang kejam" Areta geleng-geleng kepala mendengar keputusan sang mertua yang tiba-tiba memecatnya. Terkejut.... ya Areta sangat terkejut.


"Kalian baru tahu kalau unta ini sangat kejam, karena dia hanya jinak pada anak kambingnya" gumam Stevan.


*


*


*


Hari senin waktunya vote ya, ayo sawer-sawer 💃💃💃