
Saat berada di dalam mobil, Sony memberikan jasnya yang tadi ia simpan di dalam mobilnya kepada Livia untuk menutupi tubunya yang basah dan juga sangat woww itu, Sony tidak bisa untuk tidak memandangnya.
Sony langsung memakaikan jas nya kepada Livia kini jarak mereka sangat dekat. Bahkan parfum Sony pun memanjakan indra penciuman Livia. Livia pun hanya diam saja saat Sony melakukan itu entah kenapa ia merasa malu tapi hatinya menghangat dan juga terasa nyaman. Ia merasa tengah di lindungi olehnya.
"Begitu lebih baik, astaga aku takut imanku yang sedikit itu runtuh Dorayaki..." ucap Sony sambil memandang tubuh Livia yang kini berbalut jasnya.
"Apa...? "
"Jangan memakai pakaian yang seperti itu lagi, pokoknya jangan memakai pakai yang seksi. Karena itu akan memancing orang jahat kau mengerti !"
Livia hanya mengangguk dan mengakui memang ia salah selalu memakai pakaian yang terlihat seksi. "Kau tahu tanpa memakai pakaian yang seksi pun kau terlihat cantik, dan jangan buat nilai kurang pada dirimu dengan penampilanmu, kau mengerti Dorayaki... " Livia hanya diam saja mendengarkan nasiha Sony.
Kenapa hati Livia jadi tersentuh seperti ini oleh makhluk yang menyebalkan ini. Ah tidak, mungkin ini karena ia merasa senang karena sudah diselamatkan oleh Sony dari orang jahat. Bahkan ia pasti akan merasakan hal yang sama jika orang lain melakukan itu padanya. Sudahlah jangan berpikiran macam-macam pikirnya.
"Dimana rumahmu? "tanya Sony memyadarkan Livia yang yang tadi sempat melamun.
"Eh.. aku tinggal di apartement di jalan X" jawab Livia.
"Baiklah aku akan mengantarkanmu pulang dulu" ucap Sony dan menghidupkan mobilnya dan mengemudikannya untuk menuju apartement Livia.
"Terima kasih" ucap Livia tulus
"Tidak masalah, aku kan pria baik dan tampan juga pria yang bertanggung jawab" ucap Sony seperti biasa selalu narsis dan juga ya begitulah Sony...
Hanya ada kesunyian di sepanjang perjalanan menuju apartement Livia. Livia merasa canggung berdekatan dengan Sony saat ini. Biasanya jika berdekatan dengan Sony ia akan merasa sebal dan juga tensi darahnya mendadak naik. Namun itu tidak berlaku untuk saat ini. Hatinya merasa aman dan juga nyaman. Semoga saja ini bukan tanda-tanda jika ia akan menaruh perasaan pada Sony. Oh tidak, jangan sampai itu terjadi bagaimana nasibnya jika ia mengejar Sony nanti.Sudah dapat di pastikan jika Sony akan lebih sulit di taklukan lebih dari Arka. Belum lagi menghadapi mulut merconnya yang kurang akhlak itu, membuat Livia seketika bergidik ngeri. Jangan sampai ia menyukai Sony pikirnya.
Apa yang dilakukan oleh Livia rupanya tak luput dari pandangan Sony. "Kenapa kau bergidik seperti itu ?" Tanya Sony
"I-itu...." Livia menggaantung ucapannya karena tidak mungkin Livia mengatakan pada Sony jika ia tengan bergidik lantaran sedang membayangkan dirinya yang sangat menyebalkan.
"Apa kau merasa kedinginan? "Tanya Sony
"Ya.... ?"
"Oh astaga kenapa kau mendadak cengoh seperti itu, apa kau merasa shock karena kejadian tadi. Atau jika kau merasa kedinginan aku tidak masalah jika kau memintaku untuk memelukmu" ucapnya terbahak, membuat Livia geleng-geleng kepala melihatnya.
"Oh astaga ternyata dia, ahh....sulit sekali mengungkapkannya dengan kata-kata tentang makhluk ini " gumam Sintia.
"Siapa yang jatuh cinta padamu dasar makhluk menyebalkan, aku ingin sekali mencekikmu " kesal Livia, perasaannya tadi pada Sony seolah menguap begitu saja.
"Oh ya ampun, kau ingin mencekik orang yang sudah menolongmu. Ohh aku tersinggung..." ucap Sony. Livia langsung menarik nafasnya dalam-dalam melihat ke arah Sony.
"Maaf.... " ucap Livia.
"Aku tidak dengar.... " jawab Sony
"Aku minta maaf Sony dan juga terima kasih karena sudah menolongku" ucap Livia
"Baiklah aku maafkan, jangan ulangi lagi dan jangan memakai pakaian seperti itu lagi kau mengerti... " ucap Sony dan Livia pun mengangguk.
"Bagus... jadilah wanita yang baik kau tahu kau itu cantik dan juga sangat pintar dan jangan mengejar lagi suami orang lagi . Kau tahu kan jika Pak Arka itu sangat mencintai Nona Areta. Kau itu ibarat belek di mata Pak Arka... " ucapnya lagi, hingga Livia berdecak sebal mendengarnya.
"Apa tidak ada kata yang lebih enak di enak di dengar lagi, kau menyamakan aku yang cantik ini dengan belek, sungguh tidak berperasaan. Dan aku juga tidak pernah mengganggu Arka lagi, memangnya kau tidak lihat" ketus Livia.
"Bagus, kalau begitu mulai sekarang ganggu aku saja. Aku juga ingin diganggu wanita... " ucapnya lagi dengan terbahak.
"Apa...Oh astaga pikirannya memang tidak bisa ditebak " ucap Livia melihat ke arah Sony yang sedang tertawa.
*
*
*
Like dan giftnya jangan lupa ya sumbangin buat dukungan novel ini. Yang masih punya vote, hayoo keluarin buat Mimin 💃💃💃
Ngomong-ngomong Agam bentar lagi keluar nihh... nanti mampir ya 😘😘😘
ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Tapi sekarang masih proses review, doain biar bisa cepet lolosnya, kasian babang Agam mau nikah sama anaknya teh celup 😆😆😆