MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 21



"Arka..."


Kini tubuh bagian atas Areta sudah terlihat, ternyata benar kata Areta bentuk aslinya tidak seperti kelihatannya dari luar. Ternyata ukurannya sangat pas untuk Arka, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.


Dalam keadaan seperti ini Areta spontan menutupi tubuhnya dengan bantal yang ada di dekatnya karena terekspos jelas di mata Arka.


"Kenapa malah di tutup, aku mau melihatnya" ucap Arka sambil menarik bantal yang di pakai Areta untuk menutupi tubuhnya.


"Aku malu kalo kamu langsung tarik-tarik gitu" jawab Areta.


"Dasar pelit....ayo buka cepat aku mau lihat" ucap Arka sambil menarik bantalnya lagi karena Areta masih menahannya.


"Gak mau, mental aku gak siap kalo tiba-tiba kaya gini "ucap Areta


"Astaga.....Mom" panggil Arka, Areta yang terkejut pun langsung melihat ke arah pintu yang ada di belakangnya.


Melihat Areta lengah Arka langsung mengambil bantalnya dan kemudian melemparnya asal. Hingga Areta terkejut di buatnya.


"Dasar penguiiiiin.... " kesal Areta, namun Arka tidak peduli dan malah langsung mengungkung Areta. Dan mengangkat kedua tangannya ke atas dan menahannya.


"Kau tertipu....."ucap Arka dengan senyum kemenangan.


"Dasar penguin mesum, lepasin jangan di liatin terus aku malu.... "


"Baiklah kalau begitu aku akan menyentuhnya dan juga merasakannya.... " bisik Arka.


"Oh astaga..... " ucap Areta, Arka pun kemudian membungkam bibir cerewet itu dengan bibirnya dan mengecapnya sampai puas. Tangan Arka pun mulai memainkan mangga ranum milik Areta yang sangat indah. Kedua tangannya bermain di sana, puas menciumi Areta kini Arka melakukan hal yang selalu semua bayi lakukan.


Bagai terhipnotis , Areta hanya mampu diam saja dengan apa yang Arka lakukan padanya. Entah seperti apa perasaannya saat ini. Antara malu, dan juga melayang.


Rasa seperti ini belum pernah Areta rasakan, begitu pun dengan Arka. Ia merasakan sesuatu yang baru yang mungkin akan membuatnya candu dan akan memintanya lagi dan lagi pada Areta.


Tanpa mereka sadari kini diantara mereka sudah tidak ada lagi penghalang apa pun. Rasa malu itu kini telah hilang berganti dengan rasa yang indah yang mampu membuat mereka terasa terbang dan melayang.


Arka sudah memperlihatkan burung pelatuknya yang dalam mode on. Areta terkejut melihat penampakan asli dan secara live timun sakti milik Arka.


Oh ya ampun Ka, timun kamu gak sopan dia nunjuk-nunjuk aku" ucap Areta.


"Dia sudah tidak sabar ingin berkunjung ke lembahmu" ucap Arka, yang kemudian ia mencoba menerobos gua milik Areta yang sangat sempit.


Areta memekik kesakitan, karena gua miliknya masih tersegel sempurna sedangkan timun sakti milik Arka jika sedang mode on mirip meriam yang siap menembak.


"Ka pelan-pelan, sakit banget " ucap Areta.


"Aku sedang berusaha, tapi ini sangat sulit Ar... "jawab Arka.


"Kaaaa......!!! " teriak Areta karena gagang sapu nakal itu mulai masuk menerobos dan baru setengah jalan.


"Bersabarlah sebentar.... "ucap Arka lagi


"Sakit tahu.... "protes Areta.


Karena tidak ingin membuang waktu dan merasa kasihan pada Areta yang kesakitan. Arka dengan dorongan agak memaksa langsung menerobosnya hingga tenggelam sempurna.


Jika Areta sakit karena gua nya gol namun Arka merasa kesakitan karena bahunya di gigit oleh Areta.


"Oh astaga Ar.... apa gigimu mirip ikan piranha, bahuku sakit sekali.


"Gagang sapu kamu juga tajem banget sakit tahu..."


Melihat Areta yang kesakitan Arka pun merasa tidak tega. Namun yang ia lakukan sekarang tidak mungkin ia hentikan, dengan perlahan Arka menggerakan tubuhnya. Dan merasakan bagaimana rasanya surga dunia yang selalu ia dengar dari orang-orang.


Awalnya Areta kesakitan namun semakin lama Areta pun menikmati semuanya. Ia mulai rileks. walaupun rasa perih masih terasa. Mereka akhirnya melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan sedari dulu. Hingga akhirnya kini mereka melakukannya sampai puas. Melakukan kewajiban yang tertunda.


Ada hati bahagia saat Arka merasa jika Areta kini menjadi milik Arka seutuhnya. Begitu pun dengan Areta yang merasa sangat bahagia saat Arka ternyata mau menyentuhnya. Walau kata cinta masih belum terucap namun, penyatuan ini seolah sebagai bukti jika perasaan mereka sudah saling mengikat saat sama lain.


*


*


*


Selama dua jam mereka menghabiskan waktu untuk bermain menunggang kuda, hingga akhirnya mereka tertidur karena kelelahan.


Setelah merasa cukup beristirahat, Areta terbangun karena ia ingin mandi dan membersihkan tubuhnya yang habis di gempur oleh Arka tadi.


Tubuhnya terasa pegal semua, bagian intinya terasa sangat perih dan juga Areta melihat ke bagian tubuhnya yang sudah seperti nyai loreng saja. Karena bekas gigitan Arka terlihat sangat jelas di sana-sini.


"Aarrkkh.... " Areta memekik kesakitan saat akan mencoba untuk bangun dan berjalan ke kamar mandi.


Mendengar suara Areta, Arka pun membuka matanya dan melihat Areta hendak bangun. Arka pun langsung berdiri dan mencoba untuk membantu Areta.


"Apa sangat sakit....? "tanya Arka.


"Banget...."


"Ayo aku akan menggendongmu ke kamar mandi"ajak Arka.


Arka bangun tanpa menggunakan apa pun karena ia merasa jika itu sudah tidak apa-apa jika di tidak di tutupi, lagi pula Areta sudah melihat semuanya.


Areta yang melihat Arka begitu pun terkejut sekaligus tertawa karena merasa lucu.


"Kenapa kau tertawa....?"tanya Arka


"Punya kamu lucu banget pas mode on mirip timun sakti pas lagi tidur mirip timun gantung" ucap Areta sambil tertawa.


*


*


*


Like sama votenya sumbangin dong 💃💃💃