MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 30



Pagi-pagi Arka bangun dari tidurnya dengan tidak bersemangat seperti biasanya. Mungkin karena semalam Areta tidak memberinya jatah imun, hingga saat bangun tidur ia merasa lemas.


Di lihatnya lagi wajah cantik Areta yang masih memejamkan matanya. Melihat wajah polos itu tidur malah semakin ia merasa bersalah dengan kejadian kemarin. Arka teringat sesuatu dan menghubungi seseorang.


"Aku ingin kau menyelidiki sesuatu...." Ucap Arka


"________"


"Aku ingin kau menyelidiki siapa yang sudah mengurung istriku di kamar mandi pengap seharian kemarin, aku ingin kabar secepatnya" ucap Arka, setelah itu Arka kembali menutup ponselnya dan pandangannya kembali pada Areta. Arka membelai lembut rambut istrinya kemudian ia mencium kening dan pipinya, namun bibirnya sangat menggoda Arka pun mengecupnya sekilas. Namun saat sudah mengecup bibir itu Arka merasa tidak puas, akhirnya Arka memperdalam ciumannya pada Areta.


Merasa ada sedang melakukan sesuatu padanya, Areta pun membuka matanya dan mendorong Arka perlahan.


"Kamu ngapain....?" tanya Areta dengan suara seraknya karena ia baru bangun lebih tepatnya mungkin di bangunkan.


"Aku menciumu.... "jawab Arka tersenyum dan mulai mengungkung Areta.


"Isshhh.... kamu kan lagi aku hukum" ucap Areta


"Jangan begitu Ar, kau sangat tega membuatku tersiksa...." ucap Arka memelas


"Kamu juga kemarin bikin aku tersiksa "jawab Areta.


"Maafkan aku Ar.... bahkan sampai saat ini aku masih merutuki kebodohan diriku sendiri. Karena aku yang tidak teliti kau jadi merasa menderita kemarin" ucap Arka dan kemudian membelai pipi mulus dan cantik itu.


"Aku takut tahu.... "


"Aku tahu dan sangat mengerti " Arka mendekap sayang Areta, tubuh kecil itu ia dekap kedalam pelukannya yang hangat. Areta merasa sangat nyaman dengan pelukan Arka. Ia pun melingkarkan tangan mungilnya di pinggang Arka.


"Jangan pergi lagi tanpa aku Ka, aku takut" ucap Areta.


"Tidak akan sayang...." ucap Arka.


"Emang kamu sayang aku....?" tanya Areta


"Tentu saja, kalau tidak menyanyangimu untuk apa aku memelukmu" ucap Arka.


"Kirain aku, kamu cuma mau itu aja sama aku" ucap Areta. Arka tersenyum dan kemudian mengecup bibir itu sekilas dan memperhatikan wajah Areta yang sedang menatapnya.


"Aku tidak akan pernah menyentuhmu jika aku tidak punya rasa padamu Ar.... Aku mencintaimu kau harus tahu itu" ungkapan cinta Arka tidak pernah Areta bayangkan sebelumnya ia merasa sangat bahagia karena ternyata Arka mencintainya. Areta pikir hubungannya dengan Arka hanya seperti sebelumnya saja. Dan ia menyentuh Areta karena hanya sekedar kebutuhan biologis.


"Kok aku terhura ya.... " ucap Areta


"Terharu hamtaro.... " ucap Arka


Cup


Areta mencium bibir Arka sekilas karena senang akhirnya suaminya ini mengungkapkan perasaannya.


"Kenapa hanya sebentar ?" protes Arka


"Aihh...penguin beku udah mencair rupanya jadi penguin mesum" ucap Arka.


Bagian atas mereka sudah tidak ada penghalang apa pun kini. Arka akhirnya bisa melakukan hal yang sangat ia inginkan dari semalam. Pagi ini menjadi pagi yang menggelora untuknya. Berkali-kali ia melakukan pelepasan seolah sangat menikmati apa yang ia rasakan.


Areta adalah miliknya, tidak ada satu orang pun yang boleh mengusiknya. Arka berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga Areta.


*


*


*


Setelah kegiatan paginya selesai Arka dan Areta segera mandi dan membersihkan tubuh mereka. Kemudian Arka bersiap untuk bekerja. Kecuali Areta, setelah mandi dan sarapan Areta akan kembali tidur karena ia merasa tubuhnya sangat lelah setelah tadi pagi di gempur oleh Arka.


"Ar... aku berangkat ke kantor dulu" ucap Arka


"Iya....hari ini aku mau tidur aja aku cape banget, hari ini aku ijin ya gak masuk kerja ya Pak Suami " Ucap Areta tertawa sambil memainkan jas yang di pakai oleh Arka.


" Kau tidak usah bekerja, diam saja di rumah. Aku akan memberikan apa pun yang kau mau" Ucap Arka menarik pinggang kecil Areta dan mengecup bibirnya.


"Gak mau nanti kamu di gangguin si Lun Lun... " Ucap Aret, Arka malah tertawa


"Dia hanya temanku tidak lebih... Aku hanya mencintaimu Ar tidak akan ada yang lainnya" Ucap Arka, mendengar nama Luna Arka jadi ingin menanyakan padanya kenapa saat kemarin Arka memintanya menyusul ke kamar mandi Luna mengatakan jika Areta tidak ada di sana.


"Ya sudah aku berangkat dulu.... " Pamit Arka


"Ehh tunggu dulu.... "


"Kenapa? " Tanya Arka


"Sini nunduk.... " Arka pun menunduk menurut saja, namun Arka terkejut saat Areta menggigit lehernya dan memberikan kiss mark di sana. Setelah itu Areta malah tertawa.


"Hey apa yang kau lakukan? " Tanya Arka.


"Supaya yang di kantor semuanya tahu kalau Arkana itu milik Areta... " Ucapnya bangga.


"Semua orang juga tahu kalau kau itu istriku... "


"Tapi gak semua orang tahu diri... " Jawabnya.


"Oh ya ampun...."


*


*


*


Jangan lupa dukung terus ya 😘😘