MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 32



Karena merasa sangat bosan di rumah, Areta memutuskan untuk menemui sang Bunda karena ia pun sangat merindukannya. Setelah mendapat ijin dari Arka Areta pun pergi ke rumah dimana ia dulu di besarkan.


Saat sampai di kediaman Maheswara, ada rindu menyeruak saat Areta melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Dimana di setiap titik rumah itu ia ada semua kenangan masa kecil hingga ia dewasa.


Areta masuk ke dalam rumah, ia langsung mencari sang Bunda. Setelah di beberapa tempat tidak ketemu akhirnya Areta mendengar ada suara yang sedang tertawa di taman belakang. Dan benar saja ternyata sang Bunda Yura sedang berada di sana dengan Aunty nya Sabira.


"Ya ampun aku cari-cari ternyata kalian ada di sini" ucap Yura.


"Ar.... "panggil mereka berdua.


"Ar kangen Bunda.... " Areta langsung memeluk Yura dengan erat


"Kok sama Aunty gak kangen, sedih deh... " ucap Bira pura-pura sedih.


"Aku kangen kalian pokoknya....Oh ya Oma sama. Opa mana ? tanya Areta


"Mereka lagi liburan....."jawab Yura


"Kok tumben kamu gak kerja? "tanya Bira


"Aku lagi gak enak badan, lemes banget makanya aku minta ijin libur dulu sama Arka... " ucap Areta, ia pun ikut duduk di kursi yang ada di taman bersama Yura dan Bira.


"Lemes abis ehem-ehem sama Arka itu mah.... "ucap Bira


"Kok tahu....? "jawab Areta tanpa merasa canggung kepada Bunda dan Aunty nya.


"Kita ini udah pengalaman Ar.... Emangnya kamu pikir kamu itu dari mana. Kamu itu buah cinta dari Papa sama Bunda yang rajin bercocok tanam" ucap Yura yang menurutnya sekarang Areta sudah banyak mengerti tentang hal itu jadi ia tidak merasa canggung sekarang.


"Oh ya ampun....." ucap Areta sambil memasukan kue ke mulutnya.


"Kamu keluar kerja aja, biar Arka yang kerja kamu fokus aja jadi ibu rumah tangga" ucap Yura


"Gak ahh.... Ar gak tenang ninggalin Arka di kantor. Banyak ulat bulunya... "jawab Areta.


"Oh ya ampun siapa yang menggoda suami kamu...? tanya Bira.


"Si Lun-Lun sama Livia semlehoy....mereka berdua itu perempuan gatal yang kurang garukan. Makanya aku gak tenang ninggalin Arka. Mereka berdua itu ngedeketin Arka dengan cara yang berbeda. " jelas Areta.


"Maksudnya....?" tanya Yura, Areta memang harus menjelaskan secara rinci kepada sang Bunda agar Yura mengerti.


"Begini Bunda sayang, kalo Livia itu terang-terangan ngedeketin Arka sambil pamer buah kelapanya yang gede gitu loh... Kalo Luna ngedeketin Arka itu pura-pura baik dan lembut biar Arka jatuh cintrong sama dia. Tapi asli Ar gak suka sama si Lun-Lun itu, pengen aku ulek jadiin rujak kasih cabe yang banyak"


"Terus si Lun-Lun nya dimana sekarang? "tanya Bira.


"Jadi sekretarisnya Arka...."jawab Areta


"Apa....!!! " Yura sama Bira terkejut mendengar jika bibit pelakor ada di dekat suami Areta.


"Katanya si Lun-Lun itu temen kuliahnya Arka" jawab Areta.


"Oh ya ampun si Titim anaknya di deketin plankton dia malah diem aja.... " kesal Yura


"Tapi kayanya Mommy gak tahu Bun.... " ucap Areta.


"Kalo anak unta tahu gak? "tanya Bira, Areta malah mengangkat bahunya.


"Aihhh..... gimana sihh" ucap Bira yang ikut kesal.


*


*


*


Setelah puas berbincang dengan sang Bunda dan juga Aunty nya. Areta pergi ke pergi ke kantor Arka untuk mengecek suami kesayangannya. Takut-takut nanti suami penguinnya berbuat nakal pada plankton-plankton yang berkeliaran di sana.


Areta sengaja tidak memberitahu Arka akan kedatangannya karena ia ingin memberi kejutan pada Arka.


Saat tiba di kantor semua orang menunduk saat melihat Areta, bukan hanya karena Areta istrinya Arka tapi karena mereka sudah tahu siapa Areta. Areta adalah tuan putri satu-satunya dari keluarga Maheswara, semua orang tahu kecuali Luna.


Di lantai atas tempat suaminya bekerja Areta melihat meja kerja Luna yang sudah ada di depan ruangan Arka. Areta tersenyum senang saat melihatnya. Namun Areta melihat jika Luna tidak berada di sana. Areta berpikir jika Luna pasti sedang berada di dalam ruangan Arka.


"Pasti ulat gatel itu lagi cari-cari kesempatan buat deketin Arka.... awas aja" ucap Areta dan langsung masuk ke ruangan Arka. Dan benar saja Arka dan Luna berada di sana, dengan posisi dekat karena sepertinya Luna meminta tanda tangan Arka.


"Hallo Arka sayang.... " ucap Areta yang langsung menghampiri Arka.


"Ar.... "panggil Arka, terlihat sekali jika Luna tidak menyukai kedatangan Areta namun apa peduli dengan Areta. Karena kedatangannya hanya ingin membuat Luna kesal saja.


Arka berdiri dan menghampiri Areta kemudian memeluknya. "Apa kau merindukanku...? "tanya Arka.


"Iya... aku kangen banget sama kamu" ucap Areta dengan sengaja melihat ke arah Luna dan menjulurkan lidahnya sambil tersenyum.


"Dasar gadis menyebalkan...." gumam Luna.


"Rasain....aroma-aroma bau gosong mulai tercium hihihi.... " gumam Areta.


*


*


*


Mimin minta dukungannya ya buat novel ini 😚😚😚