
Melihat Luna yang selalu mendekat pafa Arka membuat Aretha gemas sendiri. Gadis itu senang sekali mencari perhatian pada Arka. Berbicara sangat lembut dan menyiapkan segala kebutuhan Arka. Aihh ingin sekali Aretha mengunyah Luna saat ini juga.
Baru saja memikirkan tentang bagaimana mengerjai Luna, tiba-tiba tamu tidak undang masuk ke dalam ruangan Arka. Gadis seksi yang selalu memamerkan buah kelapa itu datang lagi menemui Arka. Aretha memandang Livia dengan jengah, ia merasa malas bahkan hanya untuk bertanya saja.
Arka yang kesal dengan sikap Livia yang menurutnya tidak sopan pun menegur gadis itu.
"Apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu.... " tegur Arka.
"Maaf Pak Arka tapi saya ingin minta tanda tangan anda untuk proyek yang akan segera di bangun" ucap Livia sambil memandang sinis pada Aretha dan Juga Luna.
"Tapi setidaknya kau harus mengetuk pintu dulu Nona... " ucap Luna.
"Maaf... apa aku mengenalmu? "tanya Livia dengan nada tidak suka pada Luna.
"Aku Luna sekretaris baru Pak Arka.... "jawab Luna dengan suara selembut mungkin.
"Wooww, Wanita munafik dan bermuka dua ternyata " ejek Livia.
"Buah kelapa ini kalo ngomong jujur banget...." gumam Aretha dalam hati menahan senyumnya.
"Jaga bicaramu Nona.... " ucap Luna menahan kesal
"Jangan membuat keributan di sini atau aku akan melempar kalian semua keluar...." ucap Arka penuh penekanan.
Livia dan Luna langsung diam mendengar ucapan Arka barusan. " Yang satu tukang cari muka yang satu bermuka dua" gumam Aretha sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ini ambilah berkasmu.... " ucap Arka, Livia pun dengan segera langsung mengambil berkas di tanga Arka. dan dengan sengaja memperlihatkan buah kelapanya yang besar itu. "Fiuuuuuhh mentang-mentang buah kelapanya segede bola pamerin teruussss..... jadi minder sama punya sendiri yamg segede bola kasti" ucap Aretha yang sudah tidak bisa menahan bibirnya yang gatal karena melihat kelakuan Livia yang tidak ada malu-malunya.
"Kau baru sadar jika punyamu sangat kecil" ejek Livia
"Ukuran segini tuh pas tahu... iya kan Ka... " ucap Aretha sengaja memanas-manasi Luna dan Livia.
"Eheeeemmm.... " Arka hanya berdehem saja mendengar ucapan Areta yang membuat pikirannya menjadi berkelana menjelajahi gunung dan samudera.
"Nona Areta... Bukankah tidak sopan jika mengatakan hal itu di depan seorang pria. Mungkin kalian teman dekat tapi teman dekat juga ada batasanny. Lihatlah Pak Arka jadi merasa canggung" ucap Luna.
"Oh ya ampun gak apa-apa dong Arka juga kan temen tidur aku... " ucap Areta santai.
"Apa.... Oh astaga apa persahabatan kalian sehat?" tanya Luna mencoba menahan gejolak di dadanya yang kini mulai memanas karena mendengar ucapan Areta yang tidur bersama dengan Arka.
Mendengar ucapan Luna, Livia terbahak dan menganggap jika Luna itu wanita bodoh yang ingin mencari perhatian Arka namun ia tidak tahu jika Arka itu sudah menikah dengan Areta.
"Kenapa kau malah tertawa, itu tidak sopan Nona" kesal Luna.
"Areta itu istriku Luna, jadi sudah sepantasnya jika kami berbagi tempat tidur" ucap Arka tanpa menolehkan wajahnya dan masih fokus pada pekerjaannya.
"Apa....!!! Oh astaga keterkejutannya barusan belum hilang karena mendengar Areta tidur bersama Arka dan sekarang kabar yang lebih mengejutkan ia dengar dari Arka. Jika gadis menyebalkan yang selalu menjadi penghalangnya kini sudah menjadi istrinya.
"Oh ya ampun kau sangat memalukan....." ucap Livia sinis sambil pergi meninggalkan ruangan Arka.
"Astaga itu titisan buah kelapa itu gak nyadar diri kalo dia juga malu-maluin" ucap Areta.
"Biarkan saja jangan di layani.... "ucap Arka.
Luna masih mematung karena masih terkejut dengan kebenaran yang ia dengar barusan. Takut jika Arka curiga ia menyukainya, ia pun kemudian kembali ke tempat duduknya dengan raut wajah di buat senatural mungkin.
Mereka pun melanjutkan pekerjaannya.
*
*
*
Saat sore tiba sudah waktunya pulang bekerja, dengan langkah yang lemas Luna keluar dari ruangan Arka. Sebenarnya Luna masih berharap pada Arka, bahkan sekarang juga ia ingin pulang di antar oleh Arka. Uhhh dasar Luna tidak tahu malu memang.
"Aihh kayanya si LunLun lagi caper sama anak penguin" gumam Areta.
Mereka kini berada di luar gedung Arka berjalan berdampingan dengan Aretha.
"Luna..... "panggil Arka
"Eh Pak Arka.... "ucap Luna.
"Jika di luar panggil namaku saja Lun... "ucap Arka.
"Sepertinya tidak sopan jika aku memanggil bosnku dengan sebutan nama.... "ucapnya sambil tertawa
"Tidak masalah...."jawab Arka.
"Omg.... bumbu-bumbu perayu mulai di keluarin sama nih plankton.Liat aja kalo ikan piranha mulai bertindak. Plankton kaya gitu mah tinggal dikunyah aja" gumam Areta.
"Ar.... "panggil Davin yang baru keluar dari mobilnya. Davin sengaja datang ke kantor Wijaya Group untuk menjemput Areta.
"Ngapain kesini....?"tanya Areta ketus
"Aku sengaja kesini untuk menjemputmu.... " ucap Davin tersenyum sangat manis.
"Hey Dora emon.... aku ini udah punya suami. Gak keliatan apa ganteng kaya gini" ucap Areta.
"Apa kau tidak ada pekerjaan lain selain menjemput istri orang.... " kesal Arka yang melihat Davin terang-terangan ingin mendekati hamster lucunya.
"Istrimu itu tidak mencintaimu, tapi ia masih sangat mencintaiku... "ucap Davin percaya diri.
"Aihhh.... Ni Dora Emon mesti di balikin ke habitatnya biar sadar.... " ucap Areta dengan kesal namun itu tidak Membuat Davin tersinggung malah membuat Davin semakin gemas saja pada Areta.
"Kenapa Arka menikah dengan gadis yang bicaranya saja selalu asal begitu dan kenapa juga gadis sepertinya banyak pria yang mengejarnya" gumam Luna dalam hati.
"Pergilah sebelum aku melemparmu dari sini...." ucap Arka.
"Tidak akan.... "balas Davin
"Arka aku pulang duluan ya.... "ucap Luna
"Hemm, hati-hati.... " ucap Arka, Luna pun tersenyum senang.
"Awww aduhh.... " Luna pura-pura tergelincir dan sengaja hampir terjatuh untuk mencari perhatian Arka. Yang lebih menyebalkan lagi Arka menangkapnya mungkin karena refleks karena Luna hampir jatuh di depannya.
"Astoge..... "gemas Areta, dengan sengaja ikan piranha nakal itu lalu pura-pura pingsan dan sengaja di tangkap oleh Davin. Untuk mengambil perhatian Arka kembali.
"Ar..... "Ucap Davin terkejut dan langsung menangkap tubuh Areta. Penguin itu kesal dan dengan refleks juga melepaskan pegangannya pada Luna hingga Luna terjatuh.
Brukkh.....
"Aww..... " Luna memekik karena sakit akibat terjatuh.
"Minggir kau, jangan berani menyentuh istriku...!!!" geram Arka kemudia mendorong Davin dan menggendong Areta dan membawanya pergi.
Davin dan Luna hanya melihat nanar pasangan itu pergi.
*
*
*
Kencengin like nya donk sama gift nya juga .... biar mimin semangat up nya💃😚