MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 34



Areta merasa heran dengan pemecatannya, kenapa Rama tiba-tiba memecatnya apa salahnya pikir Areta. "Dad... kenapa Areta tiba-tiba di pecat ? "tanya Arka yang juga merasa tidak terima pemecatan istrinya.


"Karena sekarang dia sudah menikah, seorang istri sebaiknya tinggal saja di rumah seperti Mommymu dan juga Bunda Tayo... "ucap Rama sambil tertawa.


"Kalo aku gak kerja terus nanti siapa yang jagain Arka dari serangan plankton Dad....? " tanya Areta.


"Aku juga ingin bekerja dengan istriku...." ucap Arka.


"Yang ada kalian bukannya bekerja, tapi nanti kalian malah mencetak anak...." kesal Rama, Stevan tertawa melihat mimik muka Areta dan Arka yang terlihat aneh dan lucu tentunya.


"Ar... kau tidak usah khawatir tentang Arka, Dady sudah menyiapkan seseorang pengganti dirimu yang akan menjaga Arka, seperti aku yang di jaga oleh Stevan jadi kau bisa tenang " jelas Rama agar menantunya itu tidak mengkhawatirkan suaminya


"Itu mah bunuh diri Dad....kok malah nyari pengganti aku, gimana nanti kalo asistent Arka semlohay buah kelapanya gede dan wuoaahhh.... Areta jamin tuh Arka pasti bakal ngeliatin itu asistent" Areta sepertinya sudah tidak bisa menahan kekesalannya pada mertuanya. Namun Rama malah tertawa mendengar ucapan titisan bis Tayo ini.


"Anda tidak usah khawatir Nona, karena putra saya Sony adalah laki-laki dan dia normal dia pasti suka main kuda-kudaan bukan main pedang-pedangan" ucap Stevan.


"Apa.... jadi....!!!" ucap Areta.


"Ya.. Sony lah yang akan menjadi asistent Arka. Cukup aman karena setahu Dady, Sony itu normal" ucap Rama datar.


"Tentu saja putra saya itu normal Pak.... "ucap Stevan.


"Oh syukurlah, ya udah kalo gitu.... aku gak terlalu khawatir kalo asistentnya Arka masih satu jenis" ucap Areta.


"Bagaimana menurutmu Arka...? "tanya Rama, Arka mengangkat bahunya.


"Aku tidak masalah jika asistentku laki-laki, justru aku akan merasa lebih nyaman" jawab Arka santai.


"Baiklah kalau begitu, Dady anggap semuanya selesai tentang masalah assistentmu. Dan kau Ar.... bisa kan kau menuruti permintaan Dady untuk tidak bekerja? "tanya Rama.


"Iya Dad.... "jawab Areta.


"Baiklah Dady pergi dulu, kalian bisa melanjutkan kegiatan kalian yang tertunda, dan lain kali kunci pintunya "ucap Rama, setelah mengatakan itu Rama dan Stevan pun langsung pergi meninggalkan ruangan Rama.


"Aku hanya mau mengunci pintu sesuai perintah Dady" ucap Arka.


"Aku pikir kamu bakal keluar.... "


"Nanti keluarnya setelah aku puas...." ucap Arka dan mencium Areta lagi sampai ia puas. Luna mendengar apa yang di perbincangkan oleh Rama dan yang lainnya tadi. Ia tambah merasa kesal saja, kenapa harus mencari asistent baru untuk Arka. Kenapa tidak dirinya saja pikir Luna, karena dengan menjadi asistent waktu bersama Arka akan lebih sering daripada menjadi sekretaris.


"Sial..... "


*


*


*


Malam ini Livia merasa sangat bahagia karena entah angin apa yang membawa Arka ingin bertemu dengannya. "Hatinya merasa sangat bahagia, terasa melayang-layang saja perasaanya saat ini. Tidak terlukiskan betapa bahagianya hati Livia saat ini.


Ia dengan sengaja memakai pakaiannya yang paling seksi untuk bertemu Arka. "Kenapa Arka mendadak sekali ingin bertemu denganku, aku kan jadi tidak bisa mempersiapkannya dengan matang.Tapi tidak apa-apa, aku tetap kelihatan cantik dan juga seksi" ucap Livia sambil terus menatap cermin besarnya sambil tersenyum senang.


Sedangkan Arka ia sedang berada di rumahnya, ia sama sekali tidak ada niatan untuk menemui Livia. Ia hanya memasang jebakan kecil untuk Livia dengan berpura-pura mengajaknya ingin bertemu. Dan dengan mudahnya Livia masuk ke perangkap Arka. Sungguh bodoh wanita licik ini rupanya.


Di tempat lain, Livia sangat senang sekali, kini ia sedang menuju tempat yang Arka janjikan. Sebuah tempat seperti rumah besar dan juga indah. Bertambah senang saja hati Livia, karena Arka mengajaknya bertemu di sebuah rumah yang indah. Livia berpikir jika rumah itu pasti akan Arka berikan padanya.


"Aku memang gadis yang sangat beruntung, kecantikanku membawaku ke dalam kebahagiaan yang sebentar lagi akan menjadi milikku, aku benar-benar hebat ...." gumam Livia dengan percaya dirinya dan mulai berjalan memasuki rumah itu.


*


*


*


Maaf atas keterlambatan up nya, soalnya tadi ada masalah sedikit di dunia nyata 😌 jadi mimin telat up 😊🙏🙏