
Keromantisan Arka dan Areta membuat tiga orang yang melihatnya sangat kepanasan. Mereka bertiga adalah Davin, Livia dan juga Luna. Mereka bertiga menatap pasangan itu dengan tatapan tidak suka.
"Kenapa aku harus melihat mereka bertiga bermesraan seperti itu" kesal Davin.
"Aku ingin sekali menyingkirkan wanita itu" gumam Luna.
"Aku sangat membenci Areta.... " gumam Livia.
Arka dan Areta pun melanjutkan perjalanan mereka menuju ruang meeting yang ada di lantai atas.
Setelah sampai di ruang meeting, mereka semua berkumpul di sana dan memulai meetingnya.
Selama meeting berlangsung pandangan Davin terus mengarah pada Areta, penyesalan sangat besar seolah menghujam dadanya saat ini. Jika saja saat ini Davin masih berhubungan dengan Areta, ia pasti akan segera melamarnya dan menjadikan Areta istrinya dan menjadikannya wanita kesayangannya. Andai saja, ya karena sekarang Davin hanya mampu berandai-andai saja karena Areta sudah menjadi milik Arka.
Arka yang menyadari jika istrinya di tatap oleh mantan kekasihnya, langsung menatap tajam pada Davin seolah ingin mengulitinya sekarang juga.
Pandangan Davin bertemu dengan tatapan tajam Arka, ada sedikit ketakutan dalam hati Davin saat melihat Arka.
Arka memang masih muda bahkan usianya terpaut lima tahun dari Davin. Namun kekuatan yang di miliki oleh Arka secara fisik dan kekuasaan sangatlah besar dan Davin berada jauh di bawah Arka.
*
*
*
Meeting pun selesai dan kini mereka semua hendak pulang. Namun Areta meminta ijin untuk ke toilet. Arka pun mengijinkan karena dia pun mada urusan yang belum selesai yaitu ingin bertemu dengan Davin namun ia tidak mengatakannya pada Areta, sedangkan Luna ia menunggu di loby.
"Davin..... " panggil Arka, Davin yang hendak ke ruangannya pun melihat ke arah Arkana, ia pun menghembuskan nafas kasar saat melihat Arka menghampirinya.
"Ada apa? "tanya Davin
"Aku ingin bicara denganmu " ucap Arka yang berjalan mendahului Davin dan masuk ke ruangannya.
Davin berdecak sebal saat melihat Arka yang mendahuluinya.
Kini kedua pria itu berhadapan dengan saling memandang tidak suka. "Langsung saja.... "ucap Davin
"Berhenti menatap istriku dengan tatapan memuakan seperti tadi, atau kau akan merasakan akibatnya" ancam Arka
"Kalian hanya di jodohkan, aku tahu jika kalian tidak saling mencintai" jawab Davin
"Tahu apa kau tentang hubungan kami? "tanya Arka dengan penuh penekanan.
"Aku tahu semuanya.... "jawab Davin, Arka tersenyum mengejek ke arah Davin.
"Memangnya apa yang ketahui tentang kami, memangnya kau tahu apa saja yang kami lakukan ketika bersama" ucap arka masih dengan nada meledeknya.
Mendengar ucapan Arka seketika dadanya bergemuruh panas, membayangkan apa yang dilakukan oleh Arka dan Areta selama mereka berdua.
"Jika kau sadar diri harusnya kau menjauh, atau kau akan merasakan akibatnya" ucap Arka kemudian pergi meninggalkan Davin. Namun sebelum pergi Arka membisikan sesuatu di telinga Davin.
*
*
*
Di loby Luna sedang menunggu Arka sendirian, pandangan Arka menelisik ke seluruh area di sana tapi tidak melihat Areta.
"Luna dimana Areta....?" tanya Arka
"Oh aku tidak tahu, aku pikir tadi dia denganmu" jawab Luna yang memang ia tidak tahu jika Areta berada dimana.
"Tadi dia pamit pergi ke toilet, apa belum kembali?" tanya Arka. Luna pun menggelengkan kepalanya. Arka pun menghembuskan nafas kasar.
"Bisa minta tolong susul Areta kesana, karena tidak mungkin aku pergi ke toilet perempuan" ucap Arka. Meski Luna merasa sangat malas tapi ia mencoba tersenyum dan mengiyakan. Kemudian Luna pun pergi ke toilet.
"Merepotkan...." gumamnya
Saat sampai di toilet Luna tidak menemukan siapa pun di sana, sepi dan tidak ada orang. Mungkin karena di jam kerja maka di sana tidak ada siapa-siapa.
Namun samar-samar Luna mendengar ada seseorang yang seperti sedang memukul-mukul pintu. Karena penasaran Luna pun menghampirinya dan menempelkan telinganya di pintu toilet yang tulisan di depan pintunya ada tulisan toilet rusak.
Luna terkejut karena mendengar suara Areta yang sedang meminta tolong.Namun suaranya terdengar kecil karena mungkin ruangannya kedap udara.
Saat ia akan membuka pintunya, pikiran jahatnya langsung berbisik jika biarkan saja Areta berada di dalam sana. Maka dengan begitu ia bisa bersama dengan Arka. Bukankah itu ide yang bagus pikir Luna.
Luna pun akhirnya meninggalkan Areta yang terkurung didalam toilet dan pergi dengan hati tersenyum sambil membayangkan saat-saat berdua dengan Arka.
Melihat Luna yang kembali sendiri Arka pun bertanya pada Luna. "Luna dimana Areta? "tanya Arka.
"Aku tidak tahu Arka di dalam toilet tidak ada siapa-siapa" jawab Luna.
"Astaga kemana dia, apa dia berkeliaran di kantor orang " ucap Arka.
"Mungkin dia pulang duluan...."jawab Luna, Arka mencoba memanggil ponsel Areta namun tidak ada jawaban karena ponsel Areta ada di kantor Arka dan ia lupa membawanya.
"Kenapa dia tidak sabaran sekali.... "ucap Arka yang mengira jika Areta pulang duluan, kemudian Arka pun pergi meninggalkan tempat itu dengan Luna. Dan akan bertanya pada istrinya kenapa ia pergi duluan dan tidak menunggunya.
"Berhasil..... " gumam Luna
*
*
*
Lun-Lun jahat banget sihh 😑 tapi kenapa Areta bisa terkurung di sana ya....
Nanti mimin ceritain, sekarang mah sumbangin dulu like komen dan juga gift yang masih punya vote hayo keluarin kasih buat Areta sama Arka biar semangat up nya 😚😚