MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 23



Setelah perdebatan itu Luna hanya mampu diam saja dan tidak mampu berkata apa-apa lagi. Pernyataan Areta seolah membungkamnya.


Yang Luna tahu jika Areta adalah sahabat dekatnya karena orang tua mereka bersahabat. Tapi yang Luna tidak tahu adalah jika Arka dan Areta sudah saling mengenal sejak mereka masih kecil bahkan saat masih bayi. Oh astaga itu membuat Luna sangat malu.


Bagaimana cara Luna menarik perhatian Arka, sedangkan Arka sudah menikah dengan Areta, memangnya siapa sebenarnya Areta hingga ia bisa menikah dengan Arka. Dan apa pekerjaan orang tua Areta hingga ia bisa bersahabat dengan orang tuanya Arka yang notabene pemilik perusahan besar yakni Wijaya Grup.


"Ar.... ibumu bekerja dimana? "tanya Luna, karena yang ia tahu yang bersahabat dekat dengan Mommy nya Arka adalah ibunya Areta.


"Pekerjaannya Bunda, eeemm pokoknya kerjaan Bunda itu adalah pekerjaan yang mulia...." jawab Areta.


"Maksudmu ibumu seorang guru.....?" tanya Luna, pertanyaan Luna sontak saja membuat Areta tertawa terbahak. Karena ia sangat tahu kemampuan otak Bundanya, yang menurut Papanya Revan jika isi otak Bundanya adalah kwaci makanan kesukaan Areta, bagaimana nasib murid-muridnya jika mempunyai guru seperti Yura yang otaknya minim itu.


"Oh ya ampun maafin anakmu ini Bunda... "ucap Areta yang mendadak merasa seperti anak durhaka.


"Huaaciimmmm.... " di kediaman Maheswara Yura tiba-tiba bersin.


"Ya ampun kok hidung aku mendadak gatel ya...."gumam Yura yang baru saja mandi di saat orang lain sudah beraktifitas. Itulah Tayo bis ramah yang sedikit pemalas.


Kembali ke kantor


"Kok kamu malah ketawa sihh...? "tanya Luna.


"Karena ngerasa lucu makanya aku ketawa... "jawab Yura.


"Jadi apa pekerjaan ibumu... ?" tanya Luna yang masih penasaran dengan ibunya Areta yang bisa berteman dekat dengan Mommy nya Arka.


"Bunda itu ibu rumah tangga.... kerjaan Bunda ya di rumah "jawab Areta.


"Oh.... " jawab Luna


"Ternyata hanya ibu rumah tangga....tapi kenapa bisa sangat dekat dengan Mommy nya Arka. Pasti dia itu perempuan yang suka memanfaatkan kebaikan Mommy nya Arka"gumam Luna


Saat sedang berpikir tiba-tiba ada seorang pria tampan yang masuk ke dalam ruangan Arka. Ia masuk tanpa mengetuk pintu dan terkejut melihat Areta di sana.


"Oh ya ampun....hamtaro kau jadi bekerja di sini?" tanya Rasya.


"Iya lah, gajinya gede jangan di sia-siakan sayang dong sekalian jaga suami dari serangan plankton pengganggu .... "jawab Areta yang masih fokus pada pekerjaannya.


"Jadi dia bekerja di sini karena memang sengaja "gumam Luna dalam hati.


"Dasar hamster mata duitan..... "ucap Rasya


"Kau mau apa kesini... ?"tanya Areta.


"Hai nona manis...." ucap Rasya pada Luna tanpa menjawab pertanyaan Rasya.


"Aiiihh....gini kalo abon di campur micin kelebihan gurih gak nyambung kalo di ajak ngomong" ejek Areta.


"Kelebihan tampan itu baru benar.... "jawab Rasya, Areta hanya mencebikan bibirnya.


"Kenapa gadis itu selalu menarik perhatian semua pria tampan, astaga kenapa Arka bisa menikah dengan perempuan seperti ini" gumam Luna dalam hati


"Ar.... dimana suamimu ?"tanya Rasya.


"Di ruangan Daddy.... " jawab Areta.


"Oh.... baiklah aku menunggu di sini saja" ucap Rasya.


"Dasar abon mini kau takut Dady unta.... " ucap Areta.


"Iya aku takut di gigit...." ucap Rasya


Tak....


Satu jiitakan mendarat di kepala Rasya.


"Hey anak penguin, jangan menjitak kepala orang sembarangan. Kau sudah merusak tatanan rambutku yang keren tahu.... " ucap Rasya dengan kesal.


"Hanya berkunjung saja, aku sedang bosan di kantor" jawab Rasya


"Kau menggangguku, pergi sana.... " usir Arka.


"Oh astaga.... tadi aku di usir Reby sekarang aku di usir olehmu dasar menyebalkan" ucap Rasya mencebikan bibirnya.


*


*


*


Saat hendak pulang ke rumah, seperti biasa Luna selalu mencari perhatian Arka. Namun sayangnya Arka terlihat acuh, saat Luna mendekat Areta sudah memberi kode pada Arka. Jika malam ini ia tidak akan mendapat jatah bermain kuda lumping bersamanya jika sampai berani mendekati Luna atau merespon pertanyaan yang tidak penting dan hanya basa-basi saja.


Dulu Arka selalu mengejek Daddynya yang sangat takut jika sang Mommy marah. Karena takut di minta tidur di kamar tamu dan tidak bisa memeluk sang Mommy. Kini ketakutan itu muncul pada dirinya yang takut tidak di beri jatah minum susu oleh Areta.


Ancaman Areta ternyata sangat menakutkan untuk bayi penguin ini yang baru belajar minum susu sepertinya.


"Arka.... kau mau langsung pulang?" tanya Luna


"Iya....aku ada janji dengan Mommy untuk makan malam bersama " jawab Arka


"Oh baiklah hati-hati, aku sedang menunggu ayah menjemputku tapi kenapa belum datang ya. Padahal hari sudah mau gelap" ucap Luna, sepertinya gadis ini secara tidak langsung minta di temani atau minta diantar oleh Arka.


"Issshhh..... ngadepin si LunLun ternyata lebih nyebelin dari pada ngadepin kelapa gantung" gumam Areta. Namun Areta bukan gadis bodoh yang akan dengan mudah mengalah pada wanita lain. Areta adalah gadis titisan bis Tayo yang tidak akan menyerah dan akan melibas semua plankton pengganggu yang akan mencuri suaminya.


"Arkana...... ayo kita pulang sayang kita main dulu. Kamu mau gak main sama aku " ucap Areta dengan sengaja saat Luna mencoba mendekati Arka. Posisi Areta kini berada di depan mobil Arka dan hanya berjarak beberapa meter dari Arka dan Luna.


"Main....? "tanya Arka.


"Iya kita main kaya kemarin, emang kamu gak mau main lagi " ucap Areta dengan sengaja menggoda suaminya sambil memainkan kerah kemejanya.


Mata Arka langsung terbuka saat melihat mangga kesukaannya mengintip malu-malu pada Arka.


"Oh astaga....." gumam Arka


"Lun... aku pulang duluan ya.... "pamit Arka.


"Emm.... iya Ka hati-hati " ucap Luna dengan berat hati. Karena rencana untuk mendekati Arka gagal lagi.


"Ayo Arka sayang aku udah gak sabar.... "ucap Areta dengan nada menyebalkan. Arka tahu maksud Areta namun ia hanya tersenyum saja. Karena jika Areta merasa cemburu ia akan terlihat sangat lucu. Arka pun menghampiri Areta.


Cup


Arka mengecup bibir Areta di sana, bahkan semua karyawan yang keluar dan hendak pulang pun melihat penguin Madagaskar itu mencium sang istri di hadapan semua orang termasuk Luna. Sungguh manis pikir mereka kecuali Luna. Arka yang di kenal mereka sangat anti perempuan mencium istrinya di hadapan semua orang. Betapa beruntungnya Areta pikir mereka.


Semakin terbakar saja hati Luna melihat pemandangan yang menyakitkan itu. Hingga ia memalingkan wajahnya, bahkan kini matanya sudah memerah entah menahan marah atau sedih.


"Jangan cerewet atau aku akan menarikmu ke ruanganku karena aku tidak bisa menahannya" bisik Arka pada Areta, membuat luka di hati Luna semakin mengaga melihat kedekatan mereka berdua.


"Ka.... " panggil Areta yang masih mematung karena terkekut dengan sikapn Arka barusan yang menciumnya di hadapan banyak orang.


"Kenapa? "tanya Arka


"Mau lagi.... " rengek Areta


*


*


*


Jangan lupa like ya 😘😘