MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 45



Rasya dengan segera menggendong Sabrina dan membawanya ke Rumah Sakit. Antara rasa takut, dan khawatir Rasya membawa Sabrina ke dalam mobilnya. Arka dan Areta mengejarnya dari belakang, namun Areta langsung memekik sakit saat berlari.


"Ka.... tunggu...." Areta meringis sambil memegang perutnya.


"Kenapa Ar.... kau sakit? "tanya Arka yang semakin khawatir. Baru saja ia melihat Sabrina terluka, kini ia melihat istrinya kesakitan. Wajah Areta mendadak pucat tanganya juga terasa dingin dan keringat menguucur di pelipisnya.


Arka menduga jika Areta juga sedang tidak baik-baik saja. Untuk itu Arka pun kemudian menggendong Areta dan membawanya keluar dan membawanya ke dalam mobil.


"Ar.... kau kenapa? "tanya Arka khawatir, namun Areta malah menggelengkan kepalanya lemah. Arka pun tidak bertanya lagi dan langsung membawa Areta ke Rumah Sakit.


*


*


*


Saat di luar wanita yang mendorong Sabrina mengepalkan tangannya, ia merasa telah gagal dalam mencelakai Areta. Kini ia sedang di belakang tempat parkir yang sepi .


"Sial..... " ucapnya


"Kenapa dia selamat, harusnya dia yang terluka astaga... " Ia mengepalkan tangannya erat.


"Oh ya ampun, aku tidak menyangka kau senekad itu.... Ck... " ucap seorang wanita yang tiba-tiba berada disana. Luna terkejut saat mendengar ada yang bicara dengannya. Ia langsung membalikan tubuhnya dan melihat wanita yang bicara dengannya.


Ya... gadis itu adalah Luna, ia yang sudah mendorong Sabrina hingga terluka. Niatnya melukai Areta tapi malah Sabrina yan terluka. Dan ia kini sangat kesal karena kegagalannya.


"Mau apa kau..... "tanya Luna pada Livia, yang tidak ia sangka jika Livia pun berada di sana dan sialnya, Livia melihat perbuatan Luna.


"Aku hanya ingin Arka, itu saja..... " jawab Livia santai


"Arkana miliku.... tidak boleh ada satu orang pun yang boleh memilikinya selain aku.... " ucap Luna


"Oh.... astaga rupanya mata gadis ini sudah tertutup dengan ambisinya. Dasar gila.... " ucap Livia.


"Ya aku memang sudah gila, aku tergila-gila pada Arka. Tapi ia malah mencintai gadis biasa seperti Areta. Kenapa orang tuanya Arka malah menjodohkan Arka dengan Areta. Padahal aku sangat dekat dengan Arka dari dulu....!!!" ucap Luna tidak terima dengan kenyataan


"Ternyata selain gila kau juga bodoh ternyata... " sinis Livia


"Aku bukan gadis bodoh sepertimu..... " ucap Luna lagi tidak terima dengan ucapan Livia padanya.


"Ya.... ya.... terserah padamu, Oh ya aku punya satu informasi untukumu. Dan aku harap kau pasang telingamu baik-baik "


"Dengarkan aku baik-baik, sepertinya kau melupakan hal penting tentang Areta. Kau tahu dia siapa? dia adalah tuan puteri satu-satunya dari keluarga Maheswara. Kau bodoh jika tidak tahu mereka.... " ucap Livia


Deg....


"A-apa....? "Luna shock mendengar jika Areta adalah cucu satu-satunya perempuan dari keluarga Mahesawara. Selama ini ia berpikir jika Areta seorang cinderella yang sangat beruntung bisa menikah dengan Arka. Tapi nyatanya ternyata Areta adalah seorang puteri dari ia lahir.


Astaga ternyata Luna melewatkan hal penting seperti ini. Dia berada dalam masalah besar jika ia ketahuan telah mencelakai Areta.


"Habislah sudah.... " ejek Livia sambil tertawa


"Kau pasti berbohong....?" Luna tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Livia.


"Oh ya ampun.... kau benar-benar sangat bodoh rupanya ya... " Livia tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


"Berhenti tertawa.....!!!" ucapnya


"Ouhh....baiklah, dan satu hal lagi. Gadis yang kau dorong itu adalah puteri kesayangan dari Bagaskara, Sabrina. Asistent hebatnya tuan Regan Maheswara kau pasti tahu siapa mereka bukan? Ohh.... ya ampun habislah sudah nasibmu Luna jika kau berurusan dengan mereka " Livia tertawa puas melihat wajah Luna yang sangat pucat.


Luna sangat terkejut mendengar kenyataan siapa Areta dan Sabrina, gadis yang ia dorong sampai terluka dan sepertinya lukanya parah karena Sabrina sampai berdarah.


Bagaimana ia bisa tidak tahu tentang Areta, selama ini ia memang menutup mata tentang hal lain, ia hanya mengingat Arka setiap saa dan tidak mau mencari yang lain.


"Kau....kenapa kau berbicara seperti itu ? Kalau mereka orang berbahaya kenapa kau juga mengganggu hubungan Arka dan Areta? "tanya Luna


"Ouhh.... aku hanya sedikit mengganggu saja .Tidak sepertimu yang..... Ckk "


"Yang jelas aku tidak sepertimu Luna, aku terang-terangan menggoda Arka. Dan hari ini pun aku hanya melihatnya dari jauh saja. Aku sudah senang saat melihatnya. Ya.... walaupun aku sangat kesal saat melihat Areta sangat menempel pada Arka. Tapi kau....kau membungkus kejahatanmu dengan berpura -pura menjadi gadis baik. Menjij*kan...." ucap Livia lagi.


"Cukup hentikan.....!!! " kesal Luna


"Terserah padamu, aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu....nikmatilah, nikmati rasa takutmu itu " ucap Livia sambil tertawa dan pergi meninggalkan Luna sendiri.


*


*


*


Minta likenya dong 😚😚😚