
Kabar kehamilan Areta sudah terdengar kepada seluruh keluarga besar. Mereka sangat bahagia mendengarnya. Keadaan Sabrina pun sudah mulai membaik, dan sudah di bolehkan pulang.
Sejak kejadian itu Bagas fokus mencari siapa yang sudah mencelakai puteri kesayangannya. Ia sudah menadapatkan rekaman cctv dari tempat dimana Sabrina terluka.
Keadaan saat itu memang sedang sangat ramai, hingga agak sulit untuk menemukan siapa pelakunya. Namun setelah beberapa kali di putar, ada seseorang yang terlihat mencurigakan. Seseorang yang memakai hoodie, orang itu terlihat seperti orang yang sedang terburu-buru. Namun yang membuatnya aneh adalah jika orang itu terburu-buru maka orang itu akan pergi mendahului kedua pasangan itu.
Yang terlihat oleh Bagas adalah, orang itu terus mendesak ke arah Areta. Pandangannya pun terus mengarah pada Areta, saat gambar di perlambat terlihat saat itu ia terus maju sedikit demi sedikit mendekati Areta. Tangannya sudah terlihat mengangakat sedikit seperti hendak mendorong Areta.
Namun di saat yang sama Sabrina mengarahkan ponselnya dekat Areta dan yang terdorong jatuh adalah Sabrina.
"Sudah ku duga, jika kecelakaan ini di sengaja .Tapi orang itu salah target, targetnya adalah Areta " gumam Bagas. Bagas terlihat berpikir sambil mengusap dagunya berulang kali.
"Siapa yang ingin mencelakakan Areta, aku harus bicarakan ini pada Pak Revan dan Pak Regan juga anak penguin itu" ucap Bagas, kemudian ia pun mengirimkan pesan yang sama saja kepada ketiga orang itu karena hari sudah malam.
Bagas berpikir jika besok pagi pun mereka pasti akan melihat pesannya. Bagas merasa sangat lelah hari ini, pekerjaan di kantornya sangat banyak di tambah dia harus menyelidiki siapa yang sudah mencoba untuk mencelakai puterinya.
Bagas tidak mau kejadian seperti ini terulang kembali untuk itu ia menyelidiki penyebab terlukanya Sabrina, puteri cantik kesayangannya.
Sebelum tidur Bagas menghampiri dulu kamar putrinya dan melihat keadaan Sabrina. Bagas ingin memaksikan jika putrinya yang dalam keadaan baik-baik saja.
Bagas melihat jika Sabrina sudah tidur dengan lelap, puterinya memang sangat cantik pantas saja anak abon itu sangat mencintai Sabrina. Sebenarnya banyak pria bahkan anak-anak dari pengusaha rekannya bekerja yang sangat ingin meminang puteri cantiknya, namun Bagas masih takut melepas puterinya. Ia ingin Sabrina menemukan pria yang benar-benar mencintainya. Seperti ia yang sangat mencintai Siena..
*
*
*
Saat pagi datang menjelang Revan, Regan dan juga Arka melihat pesan yang disampaikan oleh Bagas, mereka bertiga sangat terkejut Jika benar ada orang yang ingin melukai Areta mereka bertiga akan melakukan pengawalan kepada Areta agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan pada Areta.
Arka juga memberitahu Rama dan juga Anggi tentang pesan yang di kirim oleh Bagas. Rama pun tidak akan diam saja jika itu terjadi. Ia juga melakukan penjagaan kepada menantunya itu, apalagi menantunya kini sedang mengandung cucunya. Rama tidak ingin terjadi sesuatu kepada Areta dan cucu yang ada dalam kandungannya.
Mendengar ada yang ingin ingin melukai sepupunya Reby juga tidak diam saja Ia pun ikut mencari siapa yang berani melukai sepupunya itu.
Semua orang kini sedang mencari tahu siapa dalang di balik terlukanya Sabrina, yang menjadi korban salah sasaran karena sebenarnya yang orang itu incar adalah Areta.
*
*
*
Sejak mengetahui siapa sebenarnya Areta kehidupan Luna menjadi tidak bisa tenang ia takut jika keluarga Maheswara akan memburunya begitupun dengan keluarga Wijaya mereka tidak akan pernah memaafkannya . Luna bingung harus berbuat apa di satu sisi ia sangat mencintai Arka tapi di sisi lain ia takut jika yang ia lakukan akan menjadi bumerang dan akan menghancurkannya.
"Apa yang harus aku lakukan, jika tahu aku akan dalam bahaya seperti sekarang ini, saat itu aku tidak akan segan-segan melukainya. Jika mereka berhasil memburuku, aku tidak akan penasara karena setidaknya Areta sudah terluka. Dasar sial.... " ucapnya Luna yang betah bersembunyi di dalam kamarnya bergulung dengan selimut.
Demi keamanan untuk sementara waktu Areta tinggal di rumah Maheswara bersama dengan sang Bunda dan juga Papanya .Arka juga tenang saat meninggalkan istrinya bekerja karena Areta akan aman jika berada di sana .
Tapi Arka masih belum tenang jika orang yang ingin melukai istrinya belum tertangkap. Arka ingin mengetahui siapa sebenarnya orang yang ingin melukai Areta karena setahu Arka, Areta tidak punya musuh. Tapi bukankah orang yang tidak menyukainya ada banyak, karena ia menikah dengannya.
Arka duduk sendiri di ruangan kantornya, ia termenung memikirkan beberapa hal. "Siapa yang sudah melukai Areta, apa mungkin Livia... Dia pernah berbuat jahat pada Areta sebelumnya dengan mengurung Areta di dalam kamar mandi. Atau apa mungkin Luna....." gumam Arka.
*
*
*
like nya kencengin dong jadi miminnya semangat buat up 😌