
Tak menunggu lama kini Arka sudah sampai di restoran itu dari kejauhan Arka melihat pandangan bodoh Davin yang terus memandang wajah cantik istrinya. Terlihat jelas jika Areta memilih pindah karena merasa risih dan yang membuat Arka kesal adalah pandangan Davin mengikuti kemana Areta pergi.
"Dasar laki-laki tidak tahu diri....." ucap Arka dan mendekati Davin.
Melihat Areta menjauh Davin malah semakin mendekat dan malah ikut pindah duduk ke samping Areta di kursi barunya, Arka yang melihatnya semakin meradang dan ingin memukul Davin namun ia mencoba menahan agar tidak melakukan keributan di restoran itu
" Kenapa kau menjauh dariku duduklah bersamaku Ar.... aku sama sekali tidak keberatan jika kita berada satu dalam meja"ucap Davin
" kamu emang gak keberatan tapi aku yang ngerasa sangat keberatan dan gak nyaman karena selalu ditatap sama mata bodoh milik kamu, berhenti ngeliat ku atau aku colok mata kamu sekarang" ucap Areta dengan kesal namun Davun malah tersenyum saja melihat Areta kesal.
"Jauhi istriku atau kau akan merasakan akibatnya. Aku sudah memperingatkanmu untum jangan mencoba untuk mendekati Areta atau kau akan mendapatkan akibatnya, tanganmu patah misalnya atau wajah yang selalu kau banggakan itu aku buat tidak berbentuk" ucap Arka yang kini sedang berdiri di belakang Davin dengan menahan geram.
Mendengar ada suara Arka bukan hanya Davin yang terkejut tapi Areta dan Sabrina pun terkejut mendengarnya apalagi terdengar dari suaranya jika Arka sedang menahan marah dan marahnya Arka adalah bukan sesuatu hal yang baik karena ia bisa menghancurkan restoran itu saat ini juga jika ia mau.
"A-Arka.... " ucap Davin dan langsung berbalik menatap Arka dengan wajah ketakutan. Areta juga merass takut karena melihat tatapan Arka yang terlihat hanya kilatan marah di sana.
Areta ingin mencoba menahan kemarahan Arka dengan mencoba memegang tangannya dan bergelayut manja.
"Arka sayang, kamu dateng aku seneng banget kamu dateng kesini, pas banget sama aku yang lagi kangen sama kamu" ucap Areta.
Namun pandangannya masih saja melihat Davin dengan tajam, dan Davin ia terlihat sudah mengeluarkan keringat dingin di pelipisnya. Mungkin saat ini ia sedang merasa sangat ketakutan karena bisa saja jika Arka akan membuatnya menjadi bebek guling sekarang juga.
"A-aku pergi dulu...."pamit Davin.
"Pergilah sebelum aku menghajarmu di sini" ucap Arka. Davin pun langsung pergi meninggalkan restoran itu sambil sesekali melihat ke arah belakang mungkin ia takut jika Arka akan mengejarnya.
"Udah dong Ka, jangan melotot terus kasian Sabrina takut ngeliat kamu.... " ucap Areta, lalu pandangan Arka mengarah ke arah Sabrina yang bersembunyi di belakang Sony.
Merasa ada gadis cantik yang bersembunyi di belakangnya dan seolah meminta perlindungan , Sony merasa bangga dan merasa menjadi seorang pahlawan kesiangan.
Arka menghembuskan nafas kasar, ia juga melihat orang-orang menatap ke arahnya.Tidak ingin terlihat aneh kemudian Arka pun duduk di sana, sekaligus untuk menetralkan rasa kesalnya.
"Kau tidak usah takut Nona cantik, karena Pak Arka tidak akan marah selama ada Nona Areta dan anda akan aman" ucap Sony pada Sabrina.
"Huuhhh... ternyata kau juga takut pada Arka ya" ucap Sabrina yang kini juga ikut duduk di sana bergabung dengan Arka dan Areta.
"Ka... kok kamu bisa di sini sih...?" tanya Areta sambil terus membelai rambut Arka.
"Orang yang aku minta untuk mengawasimu memberitahuku jika si Dolphin itu mendekatimu, tanganku langsung gatal saat mendengarnya dan aku ingin memu kulnya.
"Whaatt..... Oh ya ampun kamu nyuruh orang buat ngawasin aku gitu?" tanya Areta geleng-geleng kepala merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Arka.
"Itu semata-mata melindungimu Ar...." ucap Arka, akhirnya Areta hanya mengangguk saja karena ia tidak mau berdebat di depan umum.
"Hallo cantikku ternyata kamu ada di sini.... " tiba-tiba Abon junior itu datang dan bergabung. Sabrina yang tahu jika Rasya berkata seperti itu padanya hanya memutar bola mata malas.
"Males dehh, tiap keluar ketemu sama Abon" ucap Sabrina.
"Oh ya ampun terima kasih atas pujiannya sayang" ucap Rasya.
"Hey bocah menyingkirlah dari calon istriku... "ucap Rasya pada Sony.
"Apa calon istri...?" tanya Sony
"Iya.... "jawab Rasya
"Oh baiklah....Nona anda jangan dekat-dekat nanti saya bisa di pecat " Sony pada Sabrina.
"Isshh.... Ngaku-ngaku aja terus, dasar Abon..... " Sabrina mendelik.
"Kau terlihat sangat cantik saat menatapku penuh cinta Sabrinaku.... " ucap Rasya, membuat semua orang menepuk jidatnya karena melihat kelakuan dari campuran Abon dan Sasako ini.
*
*
*
Jangan lupa dukungannya ya 💃💃💃