MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 35



Aku memang gadis yang sangat beruntung, kecantikanku membawaku ke dalam kebahagiaan yang sebentar lagi akan menjadi milikku, aku benar-benar hebat ...." gumam Livia dengan percaya dirinya dan mulai berjalan memasuki rumah itu.


Rumah yang sangat besar dan indah serta tatanan yang sangat elegan. Saat memasuki pintu rumah itu Livia di suguhkan dengan suasana yang sangat romantis. Livia melihat ada sebuah meja untuk makan di hiasi dengan lilin indah cahaya lampu yang temaram dan juga suara musik yang sangat merdu mengalun syahdu yang mampu menggetarkan hati Livia.


Demi apapun Livia sangat bahagia melihat bagaimana cara Arka menyiapkan semua ini untuknya.


"Astaga....Di balik sikap dinginnya ternyata Arka pria yang sangat romantis" gumam Livia.


"Arka.... " panggil Livia


"Arka sayang kau dimana....? "panggilnya lagi dengan suara semerdu mungkin. Hingga membuat para cicak yang menempel di dinding pun ikut merinding mendengar suara Livia yang merdunya terlewat batas. Batas normal maksudnya, karena suaranya yang terlalu di buat-buat. Isshh.... kulit lumpia itu memang sok syahdu rupanya.


Merasa tidak ada sahutan, Livia pun mengerucutkan bibirnya. "Dimana sihh Arka.... aku kan sudah tidak sabar untuk memeluknya dan menciumnya " ucap Livia tidak sabar.


Hingga ia terkejut saat tiba-tiba ada tangan kekar yang memeluknya, Livia terjingkat kaget namun hatinya sangat bahagia karena Arka yang ia tunggu telah datang pikirnya.


"Arka sayang, kenapa lama sekali sihh.... "ucap dengan sangat Livia manja. Namun yang di panggil tidak mau bicara dan hanya memeluknya dan menempelkan bibirnya di ceruk leher Livia. Livia yang mendapat kejutan dengan sikap Arka, merasa sangat-sangat bahagia.


"Ya... ampun Arka sayang ternyata kau nakal juga, tqpi aku suka" ucapnya Livia dengan des*h desuh manja-manja mual untuk yang mendengarnya.


Namun orang yang ia anggap Arka itu tidak mau diam dan terus bermain-main di leher jenjang Livia. Karena suasana lampu yang temaram membuat suaasana di sana terlihat tidak jelas, Livia langsung menegadahkan wajahnya sambil terpejam dan mencium bibir pria itu dengan mata terpejam.


Bibir mereka terus saling memagut tangannya pun beraktivitas mendaki gunung himalaya, dan pria itu kemudian mulai menariknyake sebuah tempat tanpa melepaskan ciumannya. Dan setelah sampai di sebuah ruangan yang ia inginkan, tiba-tiba Livia di dorong sampai jatuh dan kemudian terjungkal. Sesaat ia merasa terkejut atas sikap Arka yang kasar.


"Arka.... kenapa kau kasar sayang, tapi tak apa aku suka dengan gaya nakalmu" ucap Livia yang mencoba bangun dari tempatnya terjatuh, namun ia merasa aneh dengan tempat yang ia duduki karena tempatnya lembab dan juga sempit.


"Arka sayang, ini tempat apa? "tanyanya.


"Tempatmu tidur malam ini Nona... " ucap pria itu, yang membuat Livia terkejut adalah suara itu bukanlah suara Arka. Amarah pun langsung meletup-letup di dadanya karena merasa di tipu oleh pria itu.


"Dasar brengs*k.....kurang aja*r.....siapa kau..."!!! teriak Livia dengan histeris, merasa sangat marah karena bibirnya yang seksi sudah di jelajahi juga leher dan buah kelapanya tak luput dari bibir dan tangan nakal milik pria itu.


"Aku Arka.... Arka gadungan lebih tepatnya..."jawab pria itu terbahak-bahak karena mengingat reaksi Livia yang sudah mendayu-dayu tapi malah di tipu.


"Oohh.... astaga....!!!! dimana Arka...!!! " teriaknya lagi karena meraaa frustrasi salah mencium orang.


"Tuan muda Arka sedang tidur sambil memeluk istri kesayangannya mungkin...." jawabnya dengan nada mengejek .


"Kau jangan berbohong padaku, katakan pada Arka jika aku menunggunya di sini " ucap Livia dengan masih sangat kesal pada pria yang tidak tahu itu siapa.


"Aku tidak berbohong Nona, memang Tuan Muda sedang berada di rumahnya, dan....Oh ya terima kasih untuk ciumannya lumayan untuk mencuci bibirku yang sudah lama tidak di cium oleh perempuan. Dan buah kelapamu lumayan untuk olahraga tanganku yang sudah lama kaku" ucapnya dengan terbahak lagi.


"Terima kasih dan selamat tidur... " ucap pria itu


"Apa maksudmu..... ?"tanya Livia tidak mengerti, namun sebelum ia menghampiri pria itu sudah menguncinya di ruang yang gelap dan sempit.


" Hey tunggu.... kenapa kau malah mengunciku di sini... !!!" teriak Livia sambil menggedor-gedor pintu itu. Namun sepertinya orang tadi sudah pergi tanpa mempedulikan Livia yang berteriak di dalam sana.


Buk


Buk


Buk


"Buka pintunya sialan.....!!! " teriak Livia


"Aaarrrggghhh...... "


*


*


*


Di rumahnya Arka terbahak saat melihat ponselnya, ia baru saja selesai melihat rekaman di rumah yang Arka siapkan untuk menjebak Livia.


Arka melihatnya dari cctv yang ia pasang di sana, hingga ia bisa melihat secar langsung kebodohan Livia.


"Dasar wanita gat*l....." ucap Arka sambil terus tertawa.


Areta yang sedang menonton drama kesukaannya pun merasa heran dengan tingkah Arka yang terlihat aneh. Tidak biasanya Arka tertawa saat melihat ponselnya, itu adalah kejadian langka.


"Ngapain anak penguin ketawa-ketawa, kurang obat apa kurang manjat? "pikir Areta geleng-geleng kepala.


*


*


*


Jangan lupa dukungannya ya 😚😚😚💃