
Melihat Arka dan Areta sangat dekat membuat hati Luna kian memanas saja. Inikah yang namanya sakit tapi tak berdarah. Rasa sakit hati,kecewa dan juga cemburu menjadi satu di hati Luna.
Kenapa terasa sangat sulit untuk merelakan Arka untuk Areta. Cinta yang ia pendam selama bertahun-tahun kandas begitu saja. Luna sungguh tidak rela jika cinta pertamanya menjadi milik orang lain. Luna ingin Arka menjadi miliknya.
Arka menarik masuk Areta ke dalam mobil dan segera menutup pintunya dan langsung mencium bibir cerewet Areta. Areta mengalungkan tangan mungilnya ke leher Arka yang kokoh. Arka semakin menarik pinggang kecil Areta agar menempel kepadanya.
Untuk pertama kali Arka tidak bisa menahan hasratnya. Untungnya ia sudah menikah dengan Areta jadi Arka bisa memintanya bebas kapan saja.
Areta agak kewalahan dengan perlakuan Arka padanya, tubuh kecilnya di himpit di dalam mobil dengan bibirnya terus membungkam bibir Areta. Tangannya pun mencengkeram erat di tubuh bagian depan Areta yang kini menjadi kesukaannya.
"Ka..... " ucap Areta mendorong tubuh Arka, Areta merasa sesak karena himpitan dan ciuman Arka.
Arka memundurkan tubuhnya dan kemudian melihat wajah cantik Areta yang menjadi berantakan karena ulahnya, namun malah terlihat sangat seksi di mata Arka.
"Nanti di rumah aja, aku kan cuman minta cium aja ini malah langsung matuk-matul hot banget lagi... " ucap Areta.
"Tapi kau suka kan....? "tanya Arka dengan tatapan nakal, tatapan yang baru saja Areta lihat.selama mengenal Arka.
"Suka banget tapi di sini sempit, susah gerak jadinya..." protes Areta.
"Baiklah kita lanjutkan di rumah, karena aku sudah on " ucap Arka sambil mencium bibir Areta sekilas.
"Duh anak penguin jadi ketagihan ehem-ehem... "ejek Areta.
"Itu karena kau selalu menggodaku duluan, akhirnya imanku runtuh juga.... " ucap Arka kemudian menghidupkan mobilnya dan segera meninggalkan kantor.
"Oh ya.... tadi mobil kita goyang-goyang gak ya?" tanya Areta.
"Tidak tahu.... "jawab Arka sambil tertawa.
Melihat mobil Arka meninggalkan kantor rasa perih menghampiri Luna lagi, ia mengepalkan tanganya dan merasa semakin benci pada Areta.
"Sepertinya hati Arka sudah tertambat pada Areta.... " tiba-tiba seorang wanita berucap padanya. Dia adalah Livia yang sedari tadi memperhatikan Arka Areta dan juga Luna.
"Bukankah dia istrinya, tidak salah jika Arka mencintainya.... " jawab Luna mencoba menutupi keadaan hatinya.
"Oh ayolah.... jangan bersikap munafik dihadapkanku, aku tahu wanita seperti apa dirimu" ucap Livia
"Aku tidak mengerti dengan ucapanmu" jawab Luna pura-pura tidak mengerti ucapan Livia.
"Ckk.... sudahlah percuma dengan orang sepertimu, yang selalu membungkus sifat jahatmu dengan sok kelembutan" ucap Livia dengan nada sinis.
"Terserah apa katamu..... " ucap Luna.
"Asal kau tahu saja nona dengarkan aku, aku yakin kau bukan gadis bodoh dan pasti mengerti dengan apa yang aku ucapkan. Sudah sangat terlihat jika Arka sangat mencintai Areta dan aku juga sangat yakin jika Arka bukan pria yang mudah di taklukkan. Sangat sulit menaklukan hati seorang Arkana, kau pasti tahu itu. Untuk itu aku berpikir untuk membuat Areta terluka saja....Yahh maksudku dengan memberikannya sedikit pelajaran saja agar gadis menyebalkan itu jera. Ckk itu pasti sangat menyenangkan " ucap Livia kamudian pergi meninggalkan Luna
"Apa aku juga harus memberi pelajaran pada Areta, aku juga sangat ingin melihat gadis itu terluka sama seperti ku" gumam Luna
*
*
*
Mobil pun berhenti di halaman rumah Arka, mereka langsung masuk ke dalam rumah. Karena ingin segera melanjutkan kegiatan panasnya yang tadi Arka dengan tidak sabar langsung menggendong Areta karena torpedo Arka sudah dalam mode on dan siap untuk meluncur.
"Arka... "Areta merasa terkejut saat Arka mengangkat tubuhnya ala bridal style. Mereka berdua tertawa karena merass sangat bahagia.
Sepertinya ide rumah sendiri adalah ide yang sangat bagus karena mereka bisa langsung dengan bebas melakukannya.
Saat sedang tertawa bersama mereka di kejutkan oleh suara seseorang.
"Bunda.... "panggil Areta yang melihat bundanya dan juga papanya yang sedang duduk berdua melihat ke arah mereka. Arka yang sangat terkejut melihat kedatangan mertuanya tanpa sadar langsung melepaskan Areta dari gendongannya.
Brukk....
"Aaaaww..... Arkaaaaa....!!! " kesal Areta.
"Oh astaga....." Arka terkejut dan langsung menggendong kembali Areta dan mendudukannya di sofa di sebrang mertuanya.
"Maaf Ar aku tidak sengaja...." ucap Arka merasa tidak enak sekaligus malu pada mertuanya.
Revan yang melihat kelakuan anak dan menantunya hanya geleng-geleng kepala.
"Kalian baru pulang kerja dan kalian sudah mau... oh ya ampun" ucap Revan sambil memijit hidungnya. Tadinya Revan dan Yura ingin memberi kejutan pada anak dan menantunya tapi yang terjadi malah terbalik justru ialah yang terkejut melihat kelakuan mereka.
"Mas Revan.... mereka itu masih pengantin baru jadi masih anget masih pengen sering ehem-ehem. Mas Revan juga dulu gitu, lupa ya... " ucap Yura.
"Aku tidak lupa...."jawab Revan.
"Kok Bunda gak ngasih tahu sihh mau kesini? "tanya Areta
"Bunda mau kasih kejutan sama kamu Ar, tapi malah kita yang terkejut" ucap Yura dan bersandar di bahu kekar suaminya.
"Kami sebenarnya memenuhi undangan Mommy Arka, dan berniat berangkat bersama untuk makan malam" ucap Revan.
"Baik Pah.... Ar sebaiknya kita mandi dulu dan siap-siap" ajak Arka.
"Mau mandi bareng gak? "ajak Areta pada Arka. yang tanpa merasa malu pada orang tuanya yang berada di sana.
"Ya ampun Ar.... " Arka geleng-geleng kepala, sudah tadi merasa malu, sekarang ia harus merasa malu lagi.
"Tidak apa-apa, masih ada waktu dua jam... "ucap Revan, Revan sangat mengerti sifat putrinya yang sangat mirip dengan istri kesayangannya Yura yang jika bicara seperti petasan selalu membuat terkejut.
"Papa emang the best.... Ka gendong lagi tanggung jawab pinggang aku sakit gara-gara kamu jatohin" ucap Areta.
Tanpa basa-basi Arka langsung menggendong Areta dan membawanya ke kamar.
"So sweet banget sihhh mereka.... Mas mau gendong Yura gak....? "tanya Yura
"Gendong kemana ?"tanya Revan
"Ke kamar...."jawan Yura cengengesan, Yura masih sangat cantik dan terlihat muda walau ia sudah punya menantu karena ia menikah di usia yang masih sangat muda saat menikah dengan Revan.
*
*
*
Di kamar Areta di tidurkan di tempat tidur oleh Arka dan ia langsung mengungkungnya.
"Katanya mau mandi...." ucap Areta
"Mandinya nanti saja kasihan dia sudah tidak kuat menahannya dari tadi" ucap Arka dan langsung mencium Areta dengan sangat menuntut dan sudah tidak sabar ingin segera meluncur.
"Arka..... " panggil Areta, namun Arka masih sibuk dengan kegiatan kesukaannya yakni bermain mangga ranum milik Areta yang ia jelajahi dengan tangan dan bibirnya. Seolah tidak puas Arka terus memainkannya sampai puas.
Areta pasrah dengan apa yang Arka lakukan karena ia pun sangat menyukainya. Hingga akhirnya kegiatan yang sempat tertunda tadi langsung saja mereka lanjutkan.
Likenya mana nihh 😍😍😘😘