MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 25



Di rumahnya Luna memikirkan bagaimana caranya untuk membuat Areta terluka. Tidak perlu parah hanya untuk membuatnya jera saja. Dan jika bisa jangan sampai Areta ke kantor lagi, jadi ia bisa dengan bebas mendekati Arka.


"Bagaimana caranya menyingkirkan gadis itu" gumam Luna, kini ia bahkan tidak bisa tidur karena terus memikirkan cara untuk menyingkirkan Areta tanpa ketahuan Arka.


Setelah acara makan malam tadi di rumah Rama dan Timmy. Kini Yura menginginkan putrinya menginap di rumahnya, karena Yura juga sangat merindukan putri satu-satunya itu.


Yura dan Arka pun setuju, untuk pakaian kerja itu bukan hal yang sulit bagi mereka. Yang terpenting sekarang Yura dan Revan merasa bahagia karena kedatangannya.


*


*


*


Di tengah malam Arka keluar dari kamar Areta hendak mengambil minum ke bawah karena olahraga malam membuat ia kehausan. Sisa air minum di kamarnya habis di teguk oleh Areta yang sangat kelelahan. Padahal selama proses itu Arka lah yang banyak bergerak bukan Areta pikir Arka.


Setelah habis minum ia langsung kembali ke kamarnya dan tidak sengaja melihat Reby yang masih anteng melihat layar laptopnya.


Arka pikir Reby masih bekerja di tengah malam begini, apa ia tidak lelah. Arka pun mendekati Reby tanpa suara, ia berjalan mengendap dan ingin melihat sebenarnya apa yang sedang ia lihat di layar laptonya. Karena dari tadi ia hanya memandangnya saja, tanpa menyentuh layar laptop itu.


"Sedang melihat apa dia, jangan-jangan dia sedang menonton film ehem-ehem" gumam Arka sambil menahan tawa.


"Makanya menikah biar tahu rasanya..."gumamnya lagi.


Saat melihat dari belakang Reby, ternyata pria yang lebih dingin dan menyebalkan darinya sedang melihat seorang gadis yang sedang tertidur.


Arka pikir Reby sudah gila karena terus memandang gadis itu, itu terlihat seperti gambar yang di ambil dari sebuah cctv. Jangan-jangan....


"Oh astaga.... ternyata kau pria mesum juga aku baru tahu. Ck... ck" ucap Arka, merasa ketahuan ada yang sedang melihatnya. Reby terkejut dan langsung membalikan tubuhnya dan ternyata anak penguin itu diam-diam memperhatikannya.


"Sial.... " umpat Reby dalam hati.


Arka tertawa melihat wajah panik Reby, namun Reby pura-pura menetralkan wajahnya yang panik.


"Jangan berpikir sembarangan, aku bukan pria seperti itu" ucap Reby


"Kau sudah tertangkap basah anak udang " ejek Arka.


"Dasar penguin jangan ikut campur...." kesal Reby


"Baiklah-baiklah, aku beri saran padamu. Menikahlah agar kau tahu rasanya.... " ucap Arka sambil tertawa dan pergi meninggalkan Reby yang mematung sendiri, menahan rasa malunya.


*


*


*


Setelah pagi-pagi mereka pulang ke rumahnya, Arka dan Areta melanjutkan untuk pergi ke kantor.


Luna sudah berada di sana seperti biasa menyambut Arka dengan senyum manisnya. Meskipun sebenarnya senyuman itu hanya untuk Arka, namun Areta mana peduli hal itu. Yang terpenting baginya adalah Arka kini miliknya seutuhnya.


"Hari ini kita ada meeting dengan perusahaan baru yang kemarin mengajukan permintaan kerja sama dengan perusahaan kita " ucap Areta


"Sekitar jam dua siang.... "jawab Areta


"Baiklah siapkan semuanya, dan juga bereskan pekerjaan yang masih tertunda. Ar dan Luna, kalian ikut untuk meeting ini".ucap Arka


"Baik...."jawab mereka berdua bersikap profesional saat bekerja.


*


*


Meeting di laksanakan di perusahaan baru itu, yang kebetulan di pegang oleh Davin Sadewa dan juga Livia selaku sekretarisnya. Meskipun hubungan mereka berakhir namun hubungan kerja tetaplah berjalan seperti biasanya.


Betapa bahagianya hati Davin karena hari ini ia bisa meeting bersama Areta gadis kecil yang cantik. Kenapa Davin baru sadar jika Areta jauh lebih menarik dari Livia. Wajahnya imut dan lucu juga sangat cantik tubuhnya mungil namun menggemaskan.


Mungkin selama ini pandangan Davin terhalang oleh buah kelapa milik Areta yang besar. Mengingat itu Davin jadi sangat menyesal.


Arka, Areta dan Livia berjalan beriringan. Posisi Arka paling depan, Areta dan Luna berjalan di belakangnya .Mereka bertiga sudah sampai di perusahaan milik Davin. Dari kejauhan Livia melihat mereka bertiga. Ia sangat senang melihat Arka yang tampan namun tatapannya jengah saat melihat Areta dan juga Luna.


Ponsel Areta tak sengaja terjatuh dan ia pun mengambilnya. Entah sengaja atau tidak Luna menginjak tangan Areta yang sedang mengambil ponselnya dan berjalan tanpa menengok ke araha Areta. Tidak mungkin ia tidak merasa menginjak sesuati pikir Areta.


Areta terkejut dan mengibaskan tangannya yang terasa sakit. "Ya ampun dia buta gak sihh.... "gumam Areta yang melihat ke arah Luna.


"Dasar gadis licik....."gumam Livia yang melihat Luna dari jauh.


Arka yang merasa ada yang kurang, ia pun menengok ke belakang dan ternyata memang istrinya ketinggalan dan sedang melihat ke arah jari-jarinya dan mengusapnya. Arka pun menghampiri Areta.


"Ar.... kau kenapa? "tanya Arka.


"Jari aku sakit, ketiban sapi gatel.... " ucap Areta sambil memperlihatkan jari tangannya yang lecet karena injakan high heel yang runcing milik Luna.


Luna pura-pura tidak melihat dan agar Arka menganggap Luna tidak tahu apa-apa. Namun Luna tahu yang Areta katakan sapi gatal adalah dirinya.


"Dasar manja....".gumam Luna dan melihat tak suka ke arah Areta.


Arka memegang jari-jari kecil itu dan membawanya ke arah bibirnya dan mengecupnya dengan lembut dan penuh cinta.


"Apa rasa sakitnya berkurang.....?"tanya Arka sambil tersenyum ka arah Areta.


"Ya ampun.... suami aku romantis banget sihh " ucap Areta dan mengecup pipi Arka dengan sengaja agar Luna melihatnya.


"Gosong-gosong tuh hati......" gumam Areta sambil tersenyum puas


*


*


*


Likenya mana nihh 😚😚💃💃