MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 37



Biar ku perjelas Livia, jika yang kau alami semalaman itu adalah pembalasan kecilku padamu karena sudah mengurung istriku Areta....!!! "


"Apa.... "


"Apa telingamu masih berfungsi? "tanya Arka sinis.


"Oh astaga, aku tidak percaya kau melakukan ini padaku... " ucap Livia mengelengkan kepalanya.


"Berhenti mengganggu istriku atau kau akan mendapatkan pembalasan lebih dari ini... " ucap Arka. Melihat amarah Arka yang hanya padanya, membuat Livia tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kau tertawa ? apa ada yang lucu? "tanya Arka.


"Bahkan sangat lucu.... " jawab Sintia dengan sinis.


"Dasar wanita tidak waras.... " ucap Arka.


"Arkana Wijaya, kau sangat tampan punya segalanya dan pesonamu sangat luar biasa, tapi sayangnya otakmu itu sangat bodoh" sinis Livia.


"Apa maksudmu? "tanya Arka, Livia berbalik bersikap santai dan duduk berseberangan dengan Arka. Ia menatap Arka sambil menyunggingkan senyum sinisnya.


"Kau tahu Arka, saat aku mengunci Areta di dalam toilet itu, sekretarismu menyusul kesana dan mengetahui jika istri kesayanganmu ada di dalam dan terkunci, tapi setelah tahu Ar terkunci di dalam bukannya menolong Areta tapi ia malah meninggalkannya sendiri" ucap Livia.


"Jangan berbohong padaku.... " ucap Arka tatapan tajamnya langsung mengarah pada Livia.


"Oh ayolah Arka sayang, jangan menutup mata karena melihat wajah lugu dan polosnya. Jika kau tidak percaya kau bisa menanyakan sendiri padanya. Oh atau mau aku bantu menanyakannya pada sekretarismu itu" ucap Livia.


"Tidak.... " tegas Arka.


"Tidak....? Ckk.... aku tidak rela jika harus di hukum sendirian, dan gadis munafik itu terdiam bebas di luar sana terlihat suci dan tidak berdosa" ucap Livia.


Sejenak Arka terdiam, mendengar penuturan Livia. Benarkah jika Luna yang ia anggap sebagai gadis baik-baik dan tidak banyak tingkah melakukan hal jahat seperti itu. Apa kecemburuan Areta juga karena sebenarnya Areta tahu jika mungkin Luna memang bukan wanita baik. Arka berkutat dengan pikirannya.


Livia dengan santainya duduk sambil mengangkat salah satu kakinya hingga menampakan kaki putih dan mulusnya. Sony yang melihat pemandangan itu langsung membuka matanya lebar-lebar.


"Ya ampun, pemandangan indah ada dimana-mana semoga imanku kuat.....Mah anakmu jadi ingin punya pacar yang seksi" gumam Sony dalalm hati.


"Sepertinya kau berpikir sangat kuat ya.... baiklah lebih baik aku pulang dulu. Aku mengantuk dan tubuhku sakit semua karena aku tidur di lantai semalaman.


Selamat tinggal Arka sayang.... " pamit Livia pergi meninggalkan Arka. Namun saat hendak melewati Sony, Livia terdiam dan tersenyum karena melihat reaksi Sony saat melihat benda menggantung miliknya yang indah terpampang jelas. Namun saat Livia menyadari jika Sony melihatnya, Livia terdiam sebentar untuk menggoda Sony.


"A-apa....tidak terima kasih Nona, aku lebih suka perempuan gress bukan perempuan second seperti anda... " Jawab Sony. Livia berdecak.


"Amatiran sepertimu seharusnya mencari yang berpengalaman sepertiku... " ucap Livia.


"Maaf Nona, tapi saya lebih senang belajar bersama-sama " jawab Sony datar, dan menahan matanya agar tidak melirik dua benda menggantung yang ada di hadapannya.


"Dasar jual mahal..... "ucap Livia sambil meninggalkan Sony.


"Aku memang bukan pria murahan.... "Jawab Sony bangga pada dirinya sendiri.


*


*


*


Sejak pagi Areta sama sekali tidak ada kegiatan . Areta yang merasa bosan tinggal di rumah pun, menelepon Sabrina puteri cantik dari Bagas dan Siena untuk pergi berjalan-jalan. Sabrina dengan senang hati mengiyakan karena ia juga sedang sangat bosan. Dan akhirnya mereka berdua berencana untuk pergi bersenang-senang di luar dan berbelanja.


Setelah Areta bersiap untuk pergi datanglah Sabrina menjemput Areta. "Hari ini kita mau kemana dulu? "tanya Sabrina yang menyetir sendiri mobilnya.


"Kita cari makan dulu, aku belum makan siang " jawab Areta.


"Oke.... " jawab Sabrina dan langsung mengemudikan mobilnya. Dan tibalah Areta dan Sabrina di sebuah restoran, restoran itu cukup penuh karena waktu sudah menunjukkan waktu makan siang.


Mereka berdua langsung menuju tempat yang masih kosong dan memesan makanan. Saat sedang asik mengorol, mereka berdua di sapa oleh pria dari masa lalu Areta yang kini mengejar-ngejarnya kembali. Ya dia adalah Davin yang kebetulan makan siang di sana karena tadi ia meeting di luar.


"Hai Ar..... " ucap Davin dengan tersenyum sangat manis saat melihat wanita pujaannya ada di hadapannya.


"Ya ampun.... sekalinya keluar rumah malah ketemu sama Dora Emon" gumam Areta.


*


*


*


Maaf ya aku telat up, dukungannya dong yang kenceng biar upnya juga kenceng 💃💃💃