MARRIED WITH MR PENGUIN

MARRIED WITH MR PENGUIN
Bab 59



Davin hanya bisa pasrah saja saat Reby dan anak buahnya membawanya entah kemana. Meskipun dalam hati ia terus merutuki kebodohan yang telah ia lakukan , ambisi bodohnya pada Areta sudah membawanya pada kehancuran yang hakiki. Bahkan mungkin ia tidak bisa bisa memperbaikinya lagi.


Kabar tertangkap nya Davin langsung terdengar ke telinga Revan dan yang lainnya. Tanpa menunggu lama mereka semua langsung pergi menuju tempat dimana Reby membawa Davin. Semua orang geram pada makhluk yang tidak tahu diri itu. Bisa-bisanya karena kebodohannya itu ia sudah membuat dua nyawa dalam bahaya satu nyawa bayi tidak berdosa yang bahkan belum melihat dunia. Davin juga sudah membuat banyak orang mengeluarkan air mata, perbuatannya benar-benar tidak bisa di maafkan.


*


*


*


Sebelum Reby dn rombongannya sampai, Revan dan yang lainnya sudah sampai duluan karena mereka sudah sangat tidak sabar untuk memberi pelajaran pad Davin yang sudah membuat semua terluka khusunya Arka dan Areta.


Salah satu anak buah Reby menyeret Davin saat sudah sampai di sana. Rama menatap dengan berang kedatangan Davin, tatapan Rama seolah ingin menguliti Davin saat itu juga. Tanpa basa - basi ia langsung menghampiri Davin dan meng h a j a r nya dengan membabi buta. Rama terus menghujaminya dengan pukul*nnya yang keras.


"Berani sekali kau melukai anak dan menatuku brengs*k....!!!" Teriak Rama dan melemparnya ke arah Revan


"Dasar bajing*n s i a l a n.....!!! Umpat Revan dan juga melayangkan p u k u l a n nya pada Davin.


Tubuh Davin yang memang sudah terluka kini di p u k u l lagi oleh Rama dan juga Revan belum lagi bogem mentah dari Bagas, Stevan dan juga Ivan. Mereka adalah orang-orang terlatih hingga pukulannya pun lebih kuat dari orang biasa.


Davin terkapar tidak berdaya, namun semua orang yang ada di sana sama sekali tidak peduli pada kesakitannya. Malah mereka seolah belum puas dengan apa yang mereka lakukan pada Davin.


Namun sisi kemanusiaan mereka menahan untuk melakukan hal lebih lagi pada Davin. Mereka semua kini meninggalkan Davin sendiri terkapar di tempat itu. Tempat yang dibuat khusus oleh Regan untuk menghukum para pengkhianat atau pun orang-orang yang sudah berani menyakiti keluarganya.


"Aarrgghh.... " Davin merintih di lantai dingin itu, sungguh ia menyesali semua perbuatan bodohnya yang telah mencelakai Arka dan Juga Areta.


"Astaga tubuhku.... "Rintihnya


Setelah kepergian mereka tinggallah Davin sendiri terkapar tidak berdaya di lantai yang dingin itu. Para pengawal yang tadi menjaga kini menyeret tubuh Davin.


"Bawa bocah kurang aj*r itu ke Rumah Sakit...!!!" Perintah Regan yang kemudian memberikan Davin hadiah terakhir dengan tinjunya yang kuat hingga Davin mengaduh Lagi.


"Aarrggh..... Untuk apa...untuk apa aku di bawa Rumah sakit? "Tanya Davin sambil terngah dengan nafas terputus-putus karena menahan rasa sakit . Namun Regan malah tersenyum mengejek dan mendekati Davin. Regan pun menunduk dan menatap Davin dengan tatapan meremehkan.


"Supaya kami bisa menghaj*rmu lagi, kau pikir untuk apa? "Ucap Bagas tersenyum sinis dan meninggalkan Davin di sana.


*


*


*


Di Rumah Sakit Areta mulai membuka matanya, Yura yang melihat itu merasa sangat senang.


"Ar.... "Panggil Yura dan mendekati Areta.


"B-bunda.... k-knapa aku ?"Tanya Areta masih lemah dan terbata.


"Kamu kecelakaan sayang, sebentar Bunda panggil dulu dokter" Ucap Yura dan menekan tombol yang ada di sana. Agar dokter segera datang kesana.


Deg.....


"K-kecelakaan....." gumam Areta, dan Yura hanya mengangguk di samping Areta.


Areta langsung meraba perutnya yang terasa rata, mungkin kehamilannya belum terlalu besar tapi Areta tahu pasti jika bayi yang ada dalam kandungannya. Hilang.....


"Bunda.... anak aku mana ?"Tanya Areta meneteskan air matanya. Areta masih berharap jika yang ada dalam pikirannya tidak menjadi kenyataan.


"Itu..... " Yura bingung harus mengatakan apa pada Areta. Pasalnya Areta baru saja sadar.


*


*


*


Dukungannya dong 😚😚😚