
Sejak bertemu dengan Davin, Aretha terlihat bersedih. Ia tidak ceria seperti biasanya. Membuat Arka merasa aneh jika gadis cerewet ini mendadak jadi pendiam.
Arka dan Aretha kini sedang memilih belanjaan yang lainnya, yaitu keperluan rumah yang lain mulai dari sabun dan keluarga besarnya dan juga makanan dan cemilan-cemilan ringan kesukaan Aretha. Arka sengaja membeli banyak untuk menghiburnya.
Sampai di rak camilan biasanya Aretha sangat bersemangat dan selalu memborong makanan dan tentu saja Arka yang selalu membayarnya dari dulu selalu begitu.
"Ar... kenapa kau diam saja? "tanya Arka memecah keheningan diantara mereka.
"Memangnya aku harus apa, lari-lari? "tanya Aretha.
"Maksudku bukan begitu, kau terlihat seperti boneka chuky yang kehabisan baterai" ucap Arka tidak ada manis-manisnya jika bicara masa Aretha yang cantik jelita di sebut mirip boneka chukky.
"Oh astaga...dasar makhluk madagascar apa kau buta. Wajahku ini mirip sekali dengan boneka barbie yang imut dan lucu dan bukan mirip boneka chuky yang serem ihhh.. " jawab Aretha kesal, Arka malah tertawa melihat hamster kecilnya marah-marah.
"Syukurlah baterainya sudah terisi kembali" ucap Arka sambil tertawa dan pergi berjalan duluan sambil mendorong troly meninggalkan Aretha yang menggerutu.
"Huuhhh dasar penguin nyebelin.... "
"Ar.. lihatlah makananmu, ini makananmu semua kau mau beli berapa? "tanya Arka, yang menujukan makanan yang penuh dengan kuwaci kesukaan Aretha. Ya itulah alasan Arkana selalu memanggil gadis titisan bis ramah itu dengan sebutan hamtaro. Si hamster kecil penyuka kuwaci.
"Beli yang banyak yang Ar.... ucap Aretha seolah lupa jika barusan ia sedang bersedih gara-gara ayam kalkun dan kekasihnya.
*
*
*
Di dalam mobil Davin dan Livia pulang kembali ke apartementnya. Namun sepanjang perjalanan Livia hanya diam saja. Wajahnya terus di tekuk sedari tadi. Dan ia hanya memainkan ponselnya tanpa mempedulikan Davin ada di sana. Davin yang merasa kekasihnya itu berbeda pun bertanya ada apa sebenarnya.
"Sayang... Livia kau kenapa dari tadi hanya diam saja?"tanya Davin.
"Aku sedang mencari informasi tentang Aretha, apa benar ia menikah dengan Arkana? aku tidak percaya jika gadis menyebalkan itu bisa menikah dengan Arkana" ucap Livia namun pandangannya masih fokus pada benda pipih di tangannya.
"Lalu... memangnya kenapa kalau dia menikah dengan Arkana? lagi pula mereka sudah dekat dari dulu" jawab David enteng.
"Astaga Davin, Arkana itu adalah salah satu pengusaha muda hebat dan sukses dia itu putra tunggal dari Rama Wijaya. Kau tahu kan seberapa hebat keluarga mereka " ucap Livia dengan menggebu-gebu.
"Lalu urusannya apa denganmu? "tanya Davin
"I-itu, itu aku hanya ingin memastikan saja apa benar mereka sudah menikah atau tidak" jawab Livia gugup
"Tapi mereka benar-benar menikah Davin, beritanya banyak di internet. Keluarga Wijaya dan Maheswara bersatu " ucap Livia
"Jadi benar mereka sudah menikah? "gumam Davin
"Kenapa gadis menyebalkan itu sangat beruntung " gumam Livia dalam hati.
*
*
*
Mereka kini sudah sampai di rumah dengan membawa banyak belanjaan. Semua belanjaan mereka simpan dulu untuk di bereskan nanti karena mereka merasa lelah.
Arka dan Aretha pun masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat. Melihat Aretha yang sudah ceria lagi membuat Arka merasa tenang, dan berpikir tidak usah menghiburnya lagi.
Karena hari sudah malam, dan juga Arka merasa lelah akhirnya Arka pun langsung tertidur di kamarnya. Namun saat tengah malam ia mendengar ada seorang yang menangis terisak dan suaranya sangat dekat. Arka mencoba mengumpulkan nyawanya dan mencoba mendengar suara tangisan itu dengan seksama.
Arka berpikir jika di rumah ini ada hantunya, namun saat ia mencoba bergerak badannya sulit untuk dk gerakan seperti ada yang memeluknya. Namun saat ia melihat ke arah dadanya ternyata ada seseorang yang menangis di pelukannya.
"Astaga syukurlah bukan hantu...." gumam Arka
Arka lalu menyalakan lampu dan kemudian menarik Aretha untuk melihat wajahnya dan bertanya kenapa dia menangis.
"Ar.... kau kenapa? "tanya Arka, Aretha pun mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Arka.
"Astaga Ar... kenapa wajahmu jadi jelek begini ?"tanya Arka
"Arkaaaa...... "
"Oh astaga....."
*
*
*
Mimin mau minta dukungan buat novel ini ya biar mimin semangat buat up 😚